FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
11. FTS


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tidak ada satu menitpun yang bisa di nikmati dengan tenang dan nyaman oleh Senja. Bagaimana tidak, laki-laki yang kini selalu menempel padanya membuatnya gerah. "Bagaimana nanti jika Dia menjadi suamiku, "gumam Senja dalam hatinya. Senja sudah sangat geram pada Fajar, janji yang selalu tidak di tepati. Tangannya masih leluasa menggenggam, memeluk dengan posesifnya. Acara pembukaan sudah hampir selesai, Seperti perjanjian yang harus Senja tepati. Senja akan bekerja sebagai sekretaris pribadi Fajar selama satu bulan di Jakarta. Tentu semua sudah di atur, dengan acara yang akan di selesaikan sebelum jam makan siang. Sehingga setelah jam makan siang adalah waktu Senja memenuhi janjinya.


"Sayang.... Kita langsungmakan siang setelahnya ikut Aku meeting ya...."ucap Fajar dengan sedikit manja.


"Jaga jarak aman pak dan tolong jaga batasan Anda! Ganti panggilan bapak, Saya kurang nyaman mendengarnya."


"Aku sudah menjaga batasanku, tidak menciummu di tempat umum. Hanya memanggilmu sayang dan menggenggam tangan saja kan?" bela Fajar penuh alasan.


"Tapi.... Saya ga nyaman dengan Anda memperlakukan saya seperti itu. Memanggil sayang, mengandeng tangan Saya. Saya risih pak!"


"Makanya Aku tidak akan berhenti, agar Kamu terbiasa dengan perlakuanku ke Kamu."


"Pak....."lagi-lagi Senja belum selesai bicara sudah di putus oleh Fajar.


" Sudah Aku tidak suka di bantah, anggap saja ini bagian dari pekerjaanmu!"


"Pekerjaan apa seperti itu? Seperti wanita murahan, yang dengan senangnya, tenangnyavdi ***** *****. Dan pastinya Anda tahu saya bukan wanita seperti itu, seperti wanita yang sidah tidak punya harga diri saja Aku rasanya." Geram Senja.


"Apa yang barusan Kamu bilang?"


"Aku bukan pelacur pak, yang dengan mudahnya Anda sentuh, Anda perlakukan seperti itu. Jagalah batasan Anda Saya mohon."

__ADS_1


"Aku tidak bermaksud seperti itu, Aku hanya ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa Kamu hanya miliku, wanitaku!"


" Pak... Siapa Anda siapa Saya? Bahkan Saya tidak mengenal Anda, Anda sudah berani mengklaim bahwa Saya wanita bapak?'


"Oke Kamu ingin kenal lebih dekat denganku kan?"


"Ehh...." pekik Senja, ketika tangannya sudah di gandeng oleh Fajar bahkan di genggam sangat erat.


"Aku akan memberitahukan semua hal tentangku padamu." bisik Fajar, "Tapi.... tidak disini, Ayo Ikut!"


"Lepas dulu pak, ga enak dilihat orang!"


"Kamu mau nurut dan tetao seperti ini atau aku memelukmu erat bahkan menggendongmu?"


"SENJA LAZUARDI PERMANA!!!" Suara Fajar sudah naik satu oktaf karena gemes dengan wanita yang kini dj genggamnya, "Diam! Dan ikuti Saya tanpa penolakan." Fajar hampir tertawa keras melihat wajah polos wanitanya , wajah syok dengan nada tegas yang keluar dari mulut Fajar. Senja semakin terlihat menggemaskan di mata Fajar.


Akhirnya Senja hanya bisa menurut kemana langkah kaki Fajar membawanya. Marah pun tidak ada gunanya, memaki ahh.... Apalagi memaki sejak kakinya mendarat di Jakarta kata cacian dan makian sudah banyak ia Ucapkan, akhirnya Senja hanya pasrah dan beristighfar dalam hati."


Tanpa sepengetahuan Mereka, Mereka berdua dalam pengawasan tajam seorang wanita. Wanita yang kini menatap Senja dengan penuh kebencian. "Itu ternyata wanitanya, akan Aku pastikan Dia tidak akan berani mendekatimu lagi Fajar."


Entah rencana apa yang akan di lakukan oleh wanita yang di tolak Fajar itu, Ambisinya sudah menguasainya dengan membabi buta. Demi sebuah materi dan kebahagian dengan bergelimang harta Dia tidak akan takut melakukan sesuatu termasuk menghilangkan nyawa orang.

__ADS_1


Namun perlu di ketahui, Fajar lebih jeli dari pada wanita itu. Fajar sudah menempatkan pengamanan untuk Senja sejak Dia menginjakkan kakinya di kota metropolitan.


Tak berapa lama, mobil yang dibjalankan Fajar sudah masuk di latar parkiran sebuah restoran mewah. Bagi Senja ini sangat menakjubkan tak henti-hentinya di terus memuji Asma Allaah dengan keindahan yang ada didepan matanya.


"Kamu suka sayang...."bisik Fajar yang sekaligus mengagetkan Senja.


"Su....Suka Pak." Fajar hanya mengulas senyum di bibirnya.


"Ya sudah yuk..." Fajar mengulurkan tangannya agar di sambut oleh Senja.


"Saya bisa sendiri pak."


"Kamu sudah lupa?"


"Ti...Tidak pak." Senja bingung apa yang harus di lakukan, bagaimanapun perlakuan manis seperti yang di lakukan Fajar sangat hangat di hatinya ini pertama kali Dia di perlakukan seperti itu.


"Kalau gtu ayo... "ajak kembali Fajar, akhirnya gayung bersambut Senja mengukurkan tangannya untuk di genggam Fajar.


"Terima kasih." ucap Fajar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


..."Sebab, senja adalah doa-doa. Dari matamu yang kupu-kupu dan dari tanganku yang jaring candu."...


__ADS_2