FAJAR TERPINANG SENJA

FAJAR TERPINANG SENJA
Part 36


__ADS_3

jantung Fajar berdebar, melihat beberapa tenaga medis sedang mengerubungi istrinya. Ayah Fajar yang sudah melihat Fajar segera menghampiri.


"Sabar Kak....."pintanya pada Fajar.


"Yah....apa yang terjadi dengan istri Fa yah, ada apa dengan Senja yah, kenapa ayah ga memberi tahu Fa yah...."ucap Fajar dengan mata yang sudah berkaca-kaca, menahan tangis hingga bergetar suaranya.


"Istrimu tidak apa-apa, baik-baik saja. Istrimu hanya perlu hanya diperiksa setelah siuman."ucapan sang ayah bagaikan hujan, seketika mendinginkan hati yang sudah membara akan rasa ketakutan.


"Hahhhh...."nafas lega terbuang perlahan, merasakan rasa lega jika istrinya baik-baik saja.


Tak berselang lama, tenaga medis yang diantaranya ada dokter dan beberapa perawat, yang juga di ikuti oleh beberapa dokter yang sedang koas keluar dari ruangan, yang segera di hadang oleh Fajar.


"Dokter bagaimana kondisi istri saya?"tanya Fajar pada dokter wanita yang pertama di temuinya.


"Istri anda kondisinya baik-baik saja, dan sudah sadar. tensinya sudah mulai menurun. Masuklah, hibur istri anda dan semoga segera pulih. Buat istri anda selalu bahagia, mari pak."setelah berpamitan dan menganggukkan kepalanya kepada mertua Senja dokter itupun berlalu meninggalkan ayah dan anak itu.


Fajar segera masuk ke ruangan sang istri, pemandang pertama yang ia lihat adalah senyuman sang istri yang sangat di rindukan, walau di barengin lelehan airmata di kedua matanya.


"Sayang......"Fajar segera menyongsong sang istri, dan memeluknya erat. "Aku merindukanmu sangat merindukanmu, maafkan aku yang ga bisa melindungimu sayang, maafkan aku yang ga bisa menjagamu, maafkan Aku yang ga bisa membersamaimu selama kehamilanmu."terdengar isak tangis Fajar yang masih dengan posisi tidak nyamannya yang memeluk Senja dalam keadaan berbaring.


"Mas......"Fajar melerai pelukannya, dan memandang lekat wajah sang istri.


"Sayang....."Fajar membelai lembut pipi sang istri dan menghapus air mata yang masih mengalir tanpa suara. "Terima kasih, Kau sungguh istriku yang hebat. Terima kasih telah berjuang membuat hidupku semakin sempurna. Terima kasih telah melahirkan putra putri kita."yang hanya di jawab anggukan oleh Senja, Senja belum bisa mengeluarkan rasa di hatinya.


Kerinduan yang teramat besar kepada suaminya, membuat lidahnya kelu tak bisa berucap mengungkapkan apa yang dirasanya. Hanya lelehan air matanya sebagai bukti, bahwa kerinduan pada sosok didepannya sangat lah besar.

__ADS_1


Allah masih sayang, memberikan keselamatan dan kemudahan dalam kehamilan dan melahirkan putra putrinya. Mempertemukan dengan suaminya yang selalu di selipkan dalam doanya.


"Anak-anak bagaimana mas?"lirih suaranya yang berusaha menahan buncahan dalam hatinya.


"Anak-anak sama bunda sayang, mereka aman jangan khawatir hm."hibur Fajar.


"Ak..Aku rindu sama mas."akhirnya keluar juga apa yang di tahannya, isakan tangis yang tadi tak terdengar kini tak bisa di tahan lagi. "Aku rindu, sangat rindu. Aku takut, Ak...Aku takut ga bisa lihat kamu lagi mas."


"Sssst.... Kita sudah bertemu, setelah ini kita tidak akan terpisah lagi. Aku juga sangat merindukanmu Senja istriku, I love u." bisiknya di telinga senja.


Setelah saling melepas rindu dan saling mengungkapkan cinta yang beberapa bulan mereka pendam. Kini Senja telah tidur dengan nyenyak dengan Fajar yang masih setia menggenggam tangan sang istri. Putra putrinya di serahkan pada Bayu dan sang Ayah untuk memantau perkembangannya.


*****


"Opa opa imana abal umma, ummah udah bangun kan opa, adi umma bobok teyus, adek main sendiri, adek haus banunin umma endak banun-banun, adek uga lapal."cerita sang bungsu dengan mimik gemasnya.


"Sekarang adek masih lapar ga? Sudah makan belum sama oma?"tanya Ayah Fajar.


"udah opa, adek antuk au bobok opa."


"iya sayang, bobok ya biar besok adek bisa ketemu sama adek kembar."


"Iya adek kembar, besok sama oma ya ke rumah sakit jenguk umma sama dedek bayi."


"ote opa, adek au bobok ulu ya opa, asalamualatum...."

__ADS_1


"Wa'alaykumussalam....."jawab opa


"Sayang besok ajak mereka ke rumah sakit, Senja pasti seneng banget bertemu denganmu. Alhamdulillaah, kondisi menantu kita baik-baik saja dan sudah mulai stabil."


"Keadaan cucu kita bagaimana yah."tanyanya.


"Cucu-cucu kita sehat bund, hanya saja mereka masih harus di inkubator karena lahir prematur."


"Alhamdulillaah.... Ayah sudah makan, pulanglah minta antar Bayu biar Ayah bisa rehat juga."


"ga apa-apa bund, ayah disini saja nemenin Kakak. Kamar rawat Senja juga luas."


"Ya sudah jaga kesehatan ayah, jangan sampek sakit. Bunda juga mau istirahat."


"Iya sayang, Love u bundanya anak-anak."


"love u too Mas."


Harapan sang bunda terpenuhi, kelegaan pun di rasakan, bahagia itu sudah pasti akhirnya putranya bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya.


"Terima kasih ya Allaah, atas kasih sayang yang Engkau limpahkan kepada kami."


...****************...


...^^^“Kesabaran itu adalah puncak dimana hatimu sudah pasrah kepadaNya. Namun bahagia itu yang didapatkan, setelah tawakal dan ikhtiar di lakukan.” ^^^...

__ADS_1


__ADS_2