
"Dikarenakan eksperimen kita dua tahun lalu berhasil, kita juga sudah diangkat jadi higher-ups organisasi 1 tahun lalu"
"Dan minggu depan, salah satu diantara kita bakalan dipilih menjadi sersan menggantikan sersan pangkat lima yang udah tua bangka"
"Ada yang minat? Kalo gue sih mundur alon-alon"
Ucap meta yang sudah menyadari kemampuannya.
"Gue juga gak mau"
Ucap Shally lesu
"Gue mau tapi gak bisa"
Kata Ray, ia menjadi petinggi atau higher-ups saja sudah wow itupun berkat sahabat-sahabatnya. Ray bakalan nyerah mengenban tugas sersan yang banyak.
"Kalo lo paketu gimana?"
Tanya Ray ke Vaska
Brakkkkk
Vaska tiba-tiba saja berdiri sambil mengebrak kencang meja sampai semua yang ada disana terkejut.
"Gu gu gue ada salah ya vas? Ada salah ya omo omongan gue? Maap vas tapi jangan gebrak-gebrak meja juga dong"
Ucap Ray angkat tang.
slah gue apa ya?
"Dahlah besok aja kita bahahas masalah itu"
Ucap Vaska lalu langsung menarik tangan Shally keluar gudang. Shally yang masih kaget ditambah kaget lagi dengan sikap Vaska yang menarik tangannya ini entah kemana.
Shally berlari kecil supaya bisa mengimbangi laju jalan Vaska yang lebar, ia tak tau kemana Vaska membawanya.
"Kamu ini ya shally!!"
Vaska sangat geram dengan kelakuan Shally hari ini, bisa-bisanya dia bilang kalau dia baik-baik saja padahal waktu ditapat tadi sangat kelihatan kalau Shally sedang menahan sakit.
"Vas kita kemana? Ini restorankan? Ngapain?"
"Ngapain lo narik-narik gue kesini"
Tanya Shally, ternyata vaska membawanya ke restoran.
"Makan"
Jawab Vaska
"Gak, gue lagi gak nafsu makan, lo aja yang makan kalo lapar"
Tungkas shally, ia tak makan seharian ini karena tak nafsu untuk makan.
"MAKAN!!"
Ucap Vaska lebih tegas
"Dengar ya Shally, kamu pikir aku gak tau kalau sepanjang rapat tadi kamu nahan sakit diperut kamu"
"Kamu gak makankan seharian ini? Ayo makan nanti kamu tambah sakit"
__ADS_1
Vaska tau pasti Shally ini belum makan seharian dilihat dari tadi dia memegang perutnya yang sakit dan perih, tapi untunglah mereka ada di kota Gold ada banyak restoran disekitar sini.
"Sikap lo hari ini aneh vas"
"Sudah shally ayo makan, kalo gak nafsu dipaksain aja dari pada tambah sakit"
Ucap Vaska pelan sambil menyodorkan nasi sayur dan daging dihadapan Shally tapi Shally mengeleng dan bilang kalau dia tidak mau makan.
"Makan"
Suruh Vaska lagi dan Shally menggeleng
"Ck, Makan!"
Vaska memotongkan daging dan ingin menyuapi Shally, tapi Shally tetap menggeleng.
"Makan atau-"
Shally yang tadi menunduk mengangkat kepalanya lagi dan manatap mata Vaska untuk menunggu kata-kata yang diucapkannya tadi
"Atauuu gue cium"
Lanjutnya, Shally yang mendengar itu langsung menyambar daging yang sedang dipegang Vaska tadi. Walau sering mengoda om-om agar bisa melakukan aksinya, bibir, pipi, dada, dan semua anggota tubuh Shally itu masih suci ia masih ogah-ogahan dan risih ketika ada yang menyentuhnya
Shally mengunyah makanan itu pelan-pelan, tak ada penolakan sama sekali dari perutnya tidak seperti pagi tadi ia langsung muntah sehabis sarapan. Perutnya menerima dan mulai tak perih lagi, lidahnya juga mengecap makanan tanpa ada rasa pahit lagi. Vaska yang melihat Shally mau makan setelah disuapinya itu lalu tersenyum.
Vaskapun menyuapi Shally sampai makanan itu habis karena tak ada penolakan dari Shally lagi kalau dia tak mau makan. Rasa perih, sakit dan pusing tak dirasakan Shally lagi, suhu badannya pun sudah normal. Shally berterimakasih tapi malu-malu kepada Vaska, bagaimana tak malu ia seperti anak kecil saja disuapi seperti itu.
"Vas makasih, lo gak makan?"
Tanya Shally sambil menunduk, jantungnya berdegup kencang saat melihat mata Vaska yang tajam. Ia baru pertama kali merasakan hal sepertiini padahal sudah hampir setiap hari ia melihat vaska.
"Gak deh kayaknya"
Jawab Vaska
Ucao Shally bingung
"Aku sih lapar, tapi tangan aku udah pegel banget habis nyiapin kamu, nih liat aja sendiri"
Tunjuk Vaska pada tangannya yang tergeletak diatas meja.
"Truss? Berarti elo gak makan dong, maaf vas seharusnya jangan nyiapin gue, elonya yang gak bisa makan deh"
Vaska yang mendengar itu hanya bisa tersenyum didalam hati, niatnya sih dia juga pengen disuapi itung-itung balas budi karena dah nyuapin Shally, tapi Shally yang gak peka.
"Akh perut aku sakit shell, mah ku kambuh akhhh"
"To tolong akhhh"
Vaska menelungkupkan kepalanya diatas meja dengan tangan kanan yang mencengangkan erat perutnya.
"Akhh sa sakittt akh"
Shally bingung, ia baru pertama kali melihat orang menderita mah sesakit ini dan yang Shally bisa lakukan hanyalah mengelus-elus kepala dan perut Vaska bersamaan berharap makanan untuk Vaska cepat datangnya dan Vaska tak kesakitan lagi disaat mahnya kambuh.
"Ahhhh aaawww"
"Aduhh to tolong dikencengin ngelusnya Shell sakit banget ini awww"
Pinta Vaska ingin lebih
__ADS_1
"Tenang vas makanannya bentar lagi sampai, ntar gue suapin ya biar lo gak kesakitan lagi"
Ucap Shally sangat khawatir, gara-gara dia Vaska jadi kesakitan seperti ini
"AwwwwUwUww"
Rintih Vaska lagi
Mudahan tuh makanan datangnya lama
"A aduh kok lama ya makanannya datang"
Shally pun mengencangkan elusannya keperut Vaska sampai tangannya bisa merasakan kotak-kotak padat yang terbungkus di dalam kaos tipis itu.
"Vas? Kamu kenapa?"
Tanya Shally karena Vaska diam menegang dalam posisi berbungkuk. Shally tambah khawatir saja, apakah penyakit mag seburuk itu?.
"Ahaa hahaha gak papa"
Ucap Vaska lalu duduk dengan posisi yang normal.
"Yaudah nih makanannya udah datang mau aku suapin?"
Vaska mengangguk, entah terkena apa otak Shally itu sampai tak menyadari kalau Vaska hanya berpura-pura.
"Kira ada masalah apa pake gebrak-gebrak meja, ternyata Vaska cuman ngajak Shally keresto toh"
Ucap Ray menempelkan matanya dikaca depan resto agar bisa mengintip kegiatan yang dilakukan Vaska dan Shally.
"Heem"
Balas Kenzo menanggapi ucapan Ray, ia kesal ditarik Ray sampai kesini karena dia adiknya Vaska. Ray berharap kalau Vaska ngamuk-ngamuk dan Kenzo menenangkannya, seperti biasa. padahal Kenzo tau kenapa kakaknya begitu, tinggal serumah membuat Kenzo tau semua tentang Vaska.
"Iya kaget gue, percuma kita kejar mereka gue kira mereka mau gelut ternyata cuman acara suap-suapan"
"Idih jadi pengen"
Ucap Ace iri, ia jadi teringat seseorang.
"Dah lah bubar bubar"
Ucap Meta membubarkan pasukan para jomblo.
"Gimana? Udah gak sakit kan? Mau dielus lagi?"
Tawar Shally yang diangguki Vaska.
plakk
"Lo pikir gue apa? Parah lu vas segitu ngenesnya lo jomblo"
Tampar Shally di ubun-ubun kepala Vaska. Ia sudah sadar kalau dia dikibulin sama Vaska setelah selesai menyuapinya makan, ia benar-benar malu pipinya pun memerah.
"Ya maap"
Ucap Vaaka minta ampun
"Hahahaha soalnya enak kalo makan disuapin"
Vaska tertawa
__ADS_1
entahlah Shally binggung menanggapinya, Shally pun hanya membalasnya dengan tertawa juga. Lucu rasanya bisa suap-suapan sama sahabat cowok sendiri.