FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter21_Mencarinya


__ADS_3

"Wah, parah banget kondisi lu Ace, gue kira gembel" Ucap Vaska hendak ketawa melihat kondisi Ace sekarang. Padahal Ace tidak terlihat seperti gembel, tubuhnya penuh luka cambuk dan goresan pisau belum lagi memar-memar bekas dipukul Argus, apa itu terlihat seperti gembel?.


"Lo datang kesini buat ngehina gue aja ya? Pergi gih"


Ace menatap Vaska sinis.


"Jahat lo, sama temen lama kok gitu. Aku cubit nih"


Vaska terkekeh melihat tingkah Ace yang ngode di ledekin terus, Vaska memang aneh. Agak homo emang.


"Vas!"


Tegur Kenzo


"Ekhem ekhem sorry tadi cuman basa basi"


"Hai Argus, baru pertama kali gue liat lo. Gue banyak banget denger cerita tentang lo"


Ujar Vaska ke Argus. Argus memandang Vaksa biasa saja, orang seaneh ini kenapa dijadikan higher, pikir Argus.


"Bhuk!"


Vaska melancarkan serangannya, ia hendak membogem wajah Argus tapi sayangnya ditangkis Argus dengan mudah.


"Ciyeah, bisa nangkis nih ye"


Kekeh Vaksa, hem hebat juga padahal Vaksa sudah sangat cepat melayangkan serangannya.


"Huh kalian pikir aku bisa dibodohi dengan mudah? Aku sudah sering melihat keakraban kalian dulu. Aku benar-benar tak percaya saat Kenzo berkata kalau dia tak berteman dengan Ace lagi"


"Dan sekarang kau, Vaska!, Membuat ku tambah yakin saja setelah kau melakukan ini. Akan ku beritahu semua ini ke Lord Arnold"


Ancam Argus. Mereka mengobrol dengan tangan yang saling menyatu dan dorong mendorong.


Krek


"Huh! Gue jujur kalau gue gak temenan sama Ace!. Gue gak nyangka dia bakal nyerang lo kayak gini. Tapi dia sudah gue kalahin kan? Apa lo masih gak percaya kalau gue teman dari penghianat itu?"


Ucap Kenzo menatap Argus tajam. Ia sudah melumpuhkan Vaksa dengan memukul tenguknya dengan satu pukulan.


"I iya tuan Kenzo, maaf. Saya salah paham"


Argus minta maaf. Hm Kenzo yang terkenal jujur pasti banyak orang yang mempercayainya. Argus juga benar-benar percaya kepada Kenzo karena kalau diantor dia tak pernah akrab dengan satu orang pun, jadi Argus yakin-yakin saja, apalagi bukti ada didepan mata.


"Ekhhh sakit!"


Erang Vaska, ternyata Vaksa tak mudah dibuat pingsan karena dia masih dalam keadaan sadar.


"Hem? Masih bisa bangun rupanya"


Tanya Kenzo mengangkat sebelah kakinya bermaksud meninjak punggung Vaska yang tengkurap.


Bukk


"Akh"


Erang Kenzo, belum sempat ia melayangkan tendangan, kepalanya sudah dipukul orang dengan kayu.


"Tuan!"


Argus


"Hai gue Ray, kenal gak sama gue? Gak deh kayaknya. Hahahaha"


Ray


Srettt

__ADS_1


"Yah bisa ditangkis"


Ray melayangkan kayu ke kepala Argus tapi sayangnya Argus bisa menangkis.


"Apa apaan ini? Kau teman dari Vaska dan Ace si penghianat ini ya? Cih akan ku laporan kalian pada lord Arnold"


Ujar Agus, ia harus menelepon anak buahnya kalau terjadi penyerangan ditahanan ini tapi sayang ia meninggalkan teleponnya dirumah. Jadi jalan satu-satunya hanyalah melawan.


"Emang gue peduli?"


Ray


Bukk


Tay jatuh tersungkur saat ada yang mensledingnya.


"Berani juga lo hah? Tapi sayang, nyerang dari belakang tuh kayak orang lemah"


Kenzo menggeleng-gelengkan kepalanya yang pusing sedikit.


"Owh, dua lawan satu nih"


"Vas~"


"Vaska~ yuhu"


"Duh pingsan"


Ray memperhatikan Vaksa yang sudah KO di lantai sana.


"Takut lo? Dua lawan satu? Yaudah, Argus mundur, biar gue aja yang ngelawan dia"


Kenzo


"Siap pak"


Argus


"Hem lumayan, tapi ini gak bakal lama kalo lo gak pernah mukul gue dari belakang"


Kenzo


"Hah, hah~"


Parah Kenzo, ternyata dia punya dendam sama gua. Bisa-bisanya dia nyerang gue beneran. Apa karena tadi gue marahin mate-nya?


Batin Ray, badannya udah sakit semua, tinggal menunggu waktu saja agar dia jatuh tersungkur seperti Vaska.


Brakkk


Vaska bangkit menyerang Argus mengunakan pisau yang dari tadi ia sembunyikan dibalik bajunya.


"Akhhhh"


Triak Argus kesakitan


"Argus!"


Kenzo menengok kebelakang hendak menolong Argus.


"LIAT KEMANA LO HAH?"


BHUKK


Tanpa basa-basi Ray mengambil kesempatan itu dan memukul kepala Kenzo keras dengan sisa tenaganya.


"AKH!"

__ADS_1


Kenzo


"Berhasil Vas"


"Ahh, sakit banget"


Ray menyangga pinggang yang rasanya mau encok.


"Jangan gerak-gerak Ace ntar pisaunya kena tangan lo"


Vaska


"Akh, Argus telpon anak buah lo"


"Ma maad pak, saya akhh, gak bawa handphone saat lagi nugas"


"Yaudah, mereka bakal bebas kalau begitu"


"Disini gak ada cctv lagi"


"Maaf pak, gara-gara saya lalai mereka jadi bisa kabur"


"Hm gak papa"


Kenzo dan Argus hanya bisa memperhatikan mereka yang membebaskan Ace, sampai akhirnya mata mereka tertutup karena rasa sakit kian menjadi.


"Parah ih, awas aja kalau gue ketemu lagi sama Kenzo. Dia beneran mukul ih"


"Iya, parah banget tuh orang. Dia mukul organ vital gue, untung gue gak pingsan. Fixs dia adik durhaka mulai sekarang"


"Iya, gue juga gak mau lagi temenan sama dia. Kalau dia ngajak gue ngobrol bakal gue diemin"


"Dramatis banget kalian nolong gue. Gimana nih kita bertiga bakal dicap buronan ntar, kalian juga gak bisa kerja disini lagi"


"Bagus kan kita bisa santai-santai, lagian lu banyak saham dikota-kota sana, jadi gak takut miskin"


"Ho'oh jadiin gue menejer ya Ace mayan buat bangun rumah tingkat tiga buat Meta"


"Hm"


"Oh iya, yang lain mana Ray?"


"Lagi nyiapin mobil dibelakang, kalo lewat depan bisa ketauan sama yang lain entar"


"Oh"


_


"Gimana Key?"


"Panggil gue Chua aja"


"Gak ah, serem liat muka laki lu"


"Hahaha, btw Shally bilang mereka dah selesai bebasin Ace. Kita ketemuan di bukit aja katanya"


"Okelah cap cus aja kesana"


"Oke"


Chua dan Lily langsung bergerak kesana. Sesampainya disana semua orang telah berkumpul kecuali Kenzo. Mereka yakin kalau Ace, Vaska dan Ray termasuk Lily akan ditetapkan sebagai buronan yang tujuan dan maksudnya belum diketahui, menurut organisasi. Jadi, Shally Meta dan Kenzo yang masih dalam posisi aman akan tetap tinggal disini, sedangkan Lily, Chua, Ace, Vaska dan Ray akan mengubah biodata dan tinggal di kota manusia, entahlah mau kemana.


Sampai dua jam kemudian mereka sudah sampai dikota silver, mereka memilih tinggal disana sebentar untuk beristirahat karena waktu telah menunjukkan tengah malam.


Mereka memesan hotel dua kamar, untuk masing-masing perempuan dan laki-laki. Lily tak bisa tidur malam ini, dia kepikiran dengan Ray dan Vaska yang rela bertaruh status menjadi buronan hanya untuk menyelamatkan Ace. Seharusnya Lily yang bertanggung jawab bukan mereka karena dari awal ini adalah salah Lily.


Tapi Lily berfikir positif saja, Ace adalah sahabat mereka jadi tentu saja mereka akan menolong Ace yang kesusahan. Lily juga berniat untuk minta maaf dan terimakasih kepada Vaska dan Ray. Lily juga berlaku buruk kepada Ray padahal Ray adalah orang yang baik.

__ADS_1


Lily juga akan menyiapkan hadiah untuk pangerannya yaitu Ace karena telah menolong dia dari organisasi yang akan membunuhnya. Tapi Lily bingung hadiah apa yang akan dia berikan?.


__ADS_2