FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter19_Mencarinya


__ADS_3

Lyra adalah generasi kedua dari mapis, ayah ibunya dulu adalah seorang sersan yang melayani lord pertama. Dan sekarang ia melayani lord kedua, Arnold. Sebagai asisten pribadi karena Arnold sangat menyukai cara berpikir wanita itu.


Lyra memang anak organisasi tapi kalau ada sesuatu yang membuatnya menarik seperti 'Kenzo yang berbohong kalau dia tidak berteman dengan Ace penghianat organisasi' itu sangat membuat Lyra pernasaran, untuk apa sersan seperti Kenzo melakukan itu? Tidak ada gunanya juga temannya itu hidup atau mati.


Lyra sudah sering melihat kejadian seperti ini, banyak sekali mapis yang diam-diam ingin berhianat atau meningalkan kehidupan mapis, tapi Lyra hanya diam saja. Ia ingin tahu, apa yang sebenarnya mereka lakukan, kalau sudah kelewatan Lyra akan mengadukannya ke lord Arnold. Tak jarang juga ia membiarkan penghianat itu kabur, asalkan dia terhibur.


Dari hal itu semua tentu saja tak mudah memata-matai seseorang, apalagi orang itu mapis. Tapi Lyra mapis wanita yang sangat hebat, ia memang tampak tenang dan berperilaku seperti tidak apa-apa. Padahal matanya terus mengawasi dimana pun orang itu berada. Belum lagi pemikirannya yang selalu tapat sasaran.


Dalam hal yang sedang melanda Ace seperti ini, Lyra bukanlah musuh, jiwa keabu-abuannya bisa saja berpihak kepada putih ataupun hitam. Itu semua tergantung pada kondisinya, pikir Lyra.


"Tapi ada satu hal yang ingin saya sampaikan Tuan Arnold"


Ucap Lyra duduk dia hadapan lord Arnold.


"Apa itu sekertaris Lyra?"


Tanya Arnold


"Anda tahukan kalau saya ini mata-mata yang hebat"


"Waktu itu, waktu tuan menyuruh saya untuk pergi menemui kelompok 7 yang ingin menjadi seran, saya mengetahui satu rahasia kelompok itu"


Ucap Lyra membuat Arnold penasaran.


"Apa itu?"


Tanya Arnold menyodorkan badannya supaya lebih mendekat ke arah Lyra.


"Mereka mempunyai markas, kelompok 7 yang beranggota Vaska, Ace, Shally, Meta dan Ray ada disana. Mereka semua teman atau lebih tepatnya sahabat dari Ace, anak tuan Arnold."


Ucap Lyra


"Begitukah? Bagaimana dengan Kenzo?"


Tanya Arnold. Jadi Shally dan Meta dan temannya tadi berbohong?.


"Yah, dia tidak berbohong. Dia memang tak berhubungan lagi dengan teman kelompoknya. Hanya ada mereka berlima disana, tidak ada Kenzo"


"Waktu itu saya menemuinya sendirian di rumah"


Ucap Lyra berbohong


"Hem, aku bilang apa. Kalau sudah menjadi anak buah ku, mereka tak akan pernah berpaling dari ku dan selalu mematuhi ku. Akan ku buat si Kenzo itu untuk menyeret mantan teman-temannya itu kesini"


"Kau, Lyra! Bantu Kenzo"


Ujar Arnold, ia memang selalu memercayai anak buahnya.


"Baik tuan"


Lyra


_


"Dah ya, ayo semuanya kita berangkat"


"Yokkk"


TOK TOK TOK


Bunyi pintu, ada seseorang yang mengetuk pintu merkas.


"Saha?"


Tanya Ray bingung


"Eh Kenzo? Kok lo ada disini? Baru aja kita-kita mo nyamperin"


Ucap Vaska saat yang masuk kemarkas mereka adalah Kenzo


"Kenapa kalian mau kesana? Bukannya bahaya"


Tanya Kenzo, walau hanya sedikit orang yang ada di organisasi bukan berarti tidak bahaya.


"Gak bahaya kok kalo perginya sama-sama. Lagian situasi disana aman kan? Cuman ada Argus"


Alasan Vaksa


"Jangan mandang lemah Argus, bukan cuman kuat dia juga pintar dan jenius. Kita harus hati-hati. Dia sangat membenci manusia atau orang yang berhubungan dengan manusia"


Jelas Kenzo


"Kalau sudah mendengar tentang manusia sedikit saja, pasti dia sedang sangat waspada. Apalagi manusianya belum tertangkap, ia sedang memutar otak agar bisa menangkap Lily dan bisa menghabisi Lily (dan, atau) Ace di mimbar kebanggaannya"


Kenzo

__ADS_1


"Sades, gak main-main hii serem"


Meta


"Ken jangan nakut-nakutin gitu dong, bukannya kasih semangat, malah sebaliknya"


"Ace lagi genting nih"


Chua


"Nahlo dimarahin bini. Hayukk takut deh"


Kaget Vaska sambil menutup mulutnya dramatis.


"Iya Cha maaf, aku cuman kasih informasi fakta aja"


Kenzo


"Coba kasih tau lebih soal Argus"


Pinta Ray


"Gue sama dia lumayan dekat, bukan soal pertemanan tapi masalah pekerjaan"


"Dia mempunyai jiwa yang berkeadilan tinggi, kayak kebanyakan pendahulu lainnya. Dia pengen dunia ini bersih. Makanya dia menentang mapis jaman sekarang dan juga semua manusia yang sudah menjadi musuh kita sejak awal dilahirkan"


"Oh gitu, gak ada serem-seremnya tuh, dah lah terobos aja, keburu pagi ntar"


Vaska semangat empat lima untuk menyelamatkan cs sejatinya.


"Iya, lama-lamain aja lu Ken"


"Kuy semua, SERANG"


Ujar Ray tak kalah semangat, Meta yang melihat malu sendiri.


"Gak usah semangat juga kalik, kita gak lagi perang. Cuman nyelamatin satu nyawa doang ribet amat"


"Nih pistol biar gampang, tembak sekali aja langsung mati. No ribet, no bar-bar"


Usul Shally IQ 9999999+.


"Susah emang kalo punya temen overdosis micin. Gak asik kalo pake yang praktis, gak keren gak menyenangkan"


"Pake cara yang keren lah"


Ray


Shally mengeplak ubun Ray, bikin keki


nih anak, Batin Shally.


"Dah lah berisik kalian. Ayo ikut Kenzo biar berasa jadi tawanannya, dia kan sekarang jadi budaknya arNol"


Ucap Vaska memanas-manasi kenzo yang dingin abiz.


"Saha arnol?"


Ray


"Bapaknya Ace"


Jawab Vaska


"Astaga naga, kalo Ace dengar mati lo"


Ray


"Dih anaknya durhaka begitu mana peduli dia"


Vaska


"SSTTT!!"


Kenzo


_


"AKHH!"


Teriak Ace saat Argus keseratus kalinya mencambuk punggung Ace.


"Ini pantas untuk seorang penghianat!"


Argus

__ADS_1


"Gue bukan pengkhianat!"


Ace.


"Huh! Mana ada orang bersalah mau ngaku, mending diam kau Ace!"


"Walau kau hanya melakukan kesalahan yang kecil pun, aku tetap membunuh mu"


"Tak ada pengampunan oleh orang yang sudah bersekongkol dengan manusia"


Argus


"Lo punya dendam sama manusia hah? Sampe segininya"


Ace


"Tidak sama sekali, dendam ini sudah ada sejak aku kecil. Syukurlah mentalku tak berubah walau sudah menjadi generasi yang ketiga jadi aku biaa mengurus semua makhluk-makhluk laknat itu tanpa bantuan dari kalian yang lemah"


Argus


"Hem, lo sadar gak? Kalo lo ngelakuin semua ini tanpa alasan yang jelas"


Ace


"Maksudnya?"


Tanya Argus, enak aja tak ada alasan untuk semua ini. Ini semua untuk kedamaian dunia.


"Emm jadi gini, lo gak tau kan asal muasal kenapa kita diciptain. Tapi gue sedikit tau tentang orang yang ngeciptain kita, namanya Julius iya kan?"


Ace


"Ya, dia seorang dokter yang sangat pintar pada masa itu, sekitar 80 tahunan lebih"


"Kau tau kenapa dia melakukan itu?"


"Dan apa kau tau? Siapa saja yang menjadi objek pertama dari penelitian eksperimen yang dia buat?"


"Itu semua rahasia, aku memberitahu ini karena sebentar lagi kau mati"


Argus


"Yasudah kasih tau semua itu, gue kan udah mau mati"


Bujuk Ace


"Rahasia tetap rahasia, aku yang sudah membocorkan profesi Tuan Julius saja sudah merupakan kesalahan"


Argus


"Yaudah kalo gak mau"


"Tapi ada satu pertanyaan lagi. Dimana lo tau semua itu?"


Ace


"Heh, pertanyaan yang bagus, andai saja aku tak kesana pasti aku sudah menjadi mapis yang lemah seperti kalian. Dan saat itu juga aku mulai memahami Tuan Julius dan bersumpah akan membuat dunia yang seperti yang dia inginkan"


"Makanya aku menjadi seperti ini"


Agus


"Yasudah ayo ceritain sapa tau hati gue tergerak buat jadi babu si Juliana itu"


Ace


"Heh, tidak bisa! mendengar atau membaca ceritanya saja belum cukup menjadi mapis sejati"


Argus


"Lah trus apa lagi?"


Ace


"Andai saja kamu bisa hidup dua sampai tiga bulan lagi pasti tahu"


"Sudahlah, cukup bertanya-nya. Kalau masih ingin tahu, perhatikan saja kami mulai dari alam baka"


"Maka semua pertanyaan yang ada di kepala mu akan terjawab"


Argus ngegas


"Yaudah deh nunggu aja kalau begitu"


Ace

__ADS_1


"Yah, tak menyangka kalau kita akan mengorbol begini"


Argus


__ADS_2