FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter11_Mencarinya


__ADS_3

"Hoala Ken dan keluarga kecilnya yang berbahagia"


"Disini pelayan Vaska yang jomblo lumut ingin berbicara kepada tuan Kenzo"


"Apakah bisa?"


Ucap sang Alvaska


"Paan sih Ken? Aneh"


Jawab Kenzo ditelpon


"Canda dedek! Gitu aja mayah"


Ujar Vaska berUwU


"Lo buang-buang waktu gue Vas, cepet mau ngomong apa?"


Tanya Kenzo


"Iya iya dingin banget sih. Gak bisa diajak bercanda dikit"


"Jadi gini"


"Kalian pulang gih, jangan kerumah tapi ke markas"


"Ada yang baru jadian nih, mayan dapat PJ"


Jelas Vaska


"Oh gitu"


Ucap Kenzo ber oh ria


"Iya gitu"


Vaska


- - - - - - - - - - - - - -


"Nanya dong Ken, diem-diem bae"


Ucap Vaska emosi, gak bisa apa ya Kenzo ini manjangin acara obrol-mengobrol.


"Nanya apa"


Tanya Kenzo


"Nanya sapa jadian ke"


"Dapat PJ apa kek"


"Gak asik banget"


Nyinyir Kenzo


"Siapa yang jadian Vas?"


Tanya Kenzo menuruti perkataan Vaska


"Ray sama Meta. Baruuu aja pagi tadi ditembak"


Jawab Vaksa senang


Sudah aku duga itu bukan kau


Kenzo membatin


"Kita dapat PJ apa Vas?"


Tanya Kenzo lagi


"Makan-makan"


"Oh gitu"


Ucap Kenzo ber oh ria


"Iya gitu"


Vaska


- - - - - - - - - - -


"Ken?"


"Ya?"


"Pulang kan?"


"Ya"


"Cepetan ya"


"Ya"


"Ajak Key sama Kim juga"


"Ya"


"Yaudah sekian, itu aja pertanyaan dari kakak kamu yang paling ganteng in-"


-tut tut-


Untung sayang


Batin Vaska sabar.


"Chua, Kim ayo pergi"


Triak Kenzo kearah Chua dan Kim yang duduk santai dipuncak bukit.


"Yahh belum liat sunsetnya kakak!"


Ucap Kim cemberut


"Nanti aja"


"Udah mau malam. Bahaya!"


Tegas Kenzo tapi lembut


"Iya deh"


Ucap Kim mematuhi perintah Kenzo dengan sedih

__ADS_1


"Yuk Kim"


Ajak Chua dan mereka menuruni bukit.


"Gak usah sedih, kita pergi ke markas"


Ucap Kenzo menangkup pipi Kimberly saat dia sudah berdiri didepannya.


"Ngapain?"


Tanya Kim dan Chua bersamaan


"Lagi ada party kecil-kecilan, semuanya ngumpul disana"


"Ayo kalian juga ikutan"


Jawab Kenzo


"Yang bener?"


Tanya Kim pasti dengan senyuman geje dan Kenzo mengangguk


"Yeayy"


Sorak Kim gembira, bagaimana tidak gembira coba? Berbulan-bulan dikurung didalam rumah lalu bisa keluar itu adalah kebebasan yang haqiqi.


"Yaudah, ayok kalian naik ntar terlat lagi"


Suruh Kenzo


"Oke"


Ucap Chua dan Kimberly


Semuanya naik kemotor Kenzo, dengan Kim yang duduk didepan dan Chua duduk dibelakang. Kenzo menarik tangan Chua yang nganggur agar memeluk pinggangnya.


"Sore-sore gini dingin"


Bisik Kenzo kebelakang


"Ayok kak, lama amat. Cepet jalan"


Suruh Kim karena Kenzo tak bergerak juga.


"Iya cerewet"


Kenzo


"Hihihi"


Tawa Kim cengengesan


_


"Gak asik banget nih. Ni motor rasanya enteng banget, gak ada apa ciwi yang mau duduk di jok belakang gua"


Keluh Vaska


"Gini amat nasib jomblo"


Ucap Vaska mendrama


"Fixs! Gue secepatnya harus nembak Shally"


"Tolak, gak ditolak gue harus coba dulu. Sapa tau dia juga punya perasaan sama gue"


Klick


"Bener!"


"Shally pasti punya perasaan sama gue, dianya aja keliatan sok ogah-ogahan, ciwi kan biasanya gitu"


Vaska menjentikkan jarinya sambil berbicara sendiri di atas motor.


"Fixs ntar-ntar gue minta tips dunk sama yang lain cara nembak ciwi yang romantis"


"Pasti Shally ntar klepek-klepek ama gua"


Pikir Vaska dengan senyuman geje nya.


"Auhh merinding gue bayanginya. Bay bay kehidupan jomblo"


Ucap Vaska kegirangan. Ia benar-benar iri dengan juniornya yang sudah mempunya pasangan. Meta sama Ray, Kenzo sama Key, Ace sama cewek yang namanya Lily tadi. Dia yang paling tua malah beluman.


Aiya iya bang jali suka jablay


Aiya aiya -tetot-


Telepon Vaska berbunyi, Vaska pun berhenti dan menepi kepinggir lalu mengangkat teleponnya.


"Halo? Nani?"


Tanya Vaska saat Ace meneleponnya.


"To tolong"


ucap seorang perempuan yang terbata


"Saha ini?"


Tanya Vaska, bukannya ini nomor Ace?


"Lily! Yang sore tadi ada dirumah Ace. Ini Vaska kan?"


Jelas Lily


"Iya ini Vaksa. Ada apa Lily?"


Tanya Vaska lagi


"Tolong. Ada orang yang mau nangkap aku"


Ucap Lily gemetar


"Ace juga kayaknya dalam bahaya. Ace suruh minta bantuan sama kamu"


"To tolong plis"


Mohon Lily, ia khawatir pada Ace yang mengorbankan dirinya. Entah dia masih baik-baik saja atau tidak, Lily belum tahu. Lily hanya bisa mendoakan yang terbaik.


"Apah? Bahaya?"


"Oke segera kesana"


Ucap Vaska dengan nada tingginya, karena sangat kaget. Dia baru saja habis dari sana dan tak terjadi apa-apa, waktu dia udah hampir mau pulang malah mereka dalam bahaya.

__ADS_1


"Makasih"


Ucap Lily


"Iya, kamu hati-hati disana"


Saran Vaska


"Iya"


Lily mengangguk yang sebenarnya tak dilihat Vaska.


"Gawat, ada apa nih sebenarnya?"


Ucap Vaska dan bergegas kerumah Ace.


Tapi, beberapa menit setelah itu nomor kedua Ace menelepon Vaska lagi.


"Halo Vas"


Panggil Ace diseberang sana


"Iya Ace, udah tau kok gw otw sekarang"


Jawab Vaska to the point


"Kemungkinan ada dihutan. Lo langsung kehutan aja, jangan kesini"


Perintah Ace


"Iya Ace"


"Lo hutang penjelasan ama gue"


Ucap Vaska dan memutuskan sambungnya. Ia masih bingung dengan keadaan mereka yang langsung minta tolong tanpa menjelaskannya terlebih dahulu.


Vaskapun melajukan motornya lagi dan berbelok kearah hutan dimana Lily menantinya.


-


"Ikan hiu makan tomat"


"Ai lop yu so mat"


Pantun Ray merayu pacar barunya, Meta.


"Iiaih"


"Sa ae lu Ray, co cwit banyet"


Ucap Meta kelepek-kelepek


"Iya dunk hwehehe" Rau


"So sweet apaan, gak ada so sweet so sweetnya tuh"


"Perasaan gue, Ray mah kayak pakboi'


Ucap Shally julid


"Eh! Enak ae lo ngomong begitu, lu iri ya Shell? Makanya jadi orang pekaan dikit"


Tuduh Ray


"Dih"


"Gue bukan cemburu, gue cuman jujur aja"


Ucap Shally tak mau kalah


"Tapi gue bukan pakboi"


elak Ray


"Sapa bilang lo pakboi, kan gue cuman bilang 'kayak' jadi bukan berarti iya"


Jelas Shally


"Dah udah stop, dikit-dikit ribut"


Ucap Meta menghentikan perdebatan.


"Iya yayang, maapin akyu"


Ray


"Ih alay"


"Gak suka banget gue ngeliat lo hari ini bucin banget Ray"


Shally


"Mau gak mau lo harus terima Shell, kan hari ini hari spesial gue ma Meta, lo yang duduk sendiri dipojok jangan nyinyir mulu dong"


Ray


"Huh!"


Shally


"Kenapa sih dia?"


Tanya Chua ke Kenzo


"Gak tau pms kali"


Jawab Kenzo


"Pms tuh apa kak?"


Tanya Kim yang dari tadi diam karena lagi cemotin kue


"Gak kok, gak ada artinya"


Elak Chua


"Is Kenzo, ngomongnnya gak ngotak dulu"


Chua


"Ya maap"


Kenzo


Shally memandangi sejoli-sejoli itu dengan iri, sebenarnya ia juga kepingin mempunyai pasangan apalagi umurnya sudah mencapai 27 tahun, Shally hanya ingin menantikan Mate-nya seorang, tapi sepertinya dia masih belum ditakdirkan untuk bertemu Mate-nya. Shally sangat kesal dan mengumpat dalam hati, karena disisi lain ada Vaska yang selalu mengejar dan mencari perhatiannya, sampai Shally sendiri dibuat salting.

__ADS_1


Walau begitu Shally menahannya dan tak ingin terbawa perasaan Vaska, ia hanya ingin bersama mate-nya dan Vaska bukanlah mate-nya.


__ADS_2