
Ace keluar dan mengambil motornya digarasi, Ace melajukan motornya sangat kencang seperti mau balapan. Tapi setelah sampai dijalan tembusan untuk kejalan tol ia memelankan sedikit kecepatannya.
Jalan berbatu, kadang licin karena lumpur, terus semak belukar yang menghalangi jalan diterobos semua oleh Ace. Dalam hal ini Ace jagonya, ia juga pernah memenangkan balapan liar dikota Ruby.
Akhirnya setelah melewati rimba itu selama 2 jam Ace sudah sampai dijalan tol. Haha akhirnya ada jalan lurus, Ace pun melajukan motornya sampai 160 km/jam. Saat hendak berbelok arah ke jalan kota silver, tiba-tiba saja penciuman Ace mencium bau harum bunga nan tenang membuatnya memberhentikan motornya secara mendadak untuk menghirup orama itu ingin lebih.
"Ahh Mate ku"
Yaaa, tidak salah dan tidak bukan itu harum dari bau mate-nya, sudah semenjak 2 tahun yang lalu terakhir kali ia mencium bau yang sama ini, sampai-sampai ia harus menjadi hacker sementara.
Ace memejamkan matanya dan menghirup udara disekitar pelan-pelan, sebelum ia menyusul matenya. Baunya sangat semerbak, itu karena mereka berpisah sangat lama sejak pertemuan pertama.
"Sudah cukup, sayang aku datang"
"Lily ku"
"Lilium ku"
"your husband is coming"
Ucap Ace menyengir
Ace pun melajukan motornya tak terlalu tinggi, karena jaraknya dengan Lily tak terlalu jauh. Ace merasakan harumnya bunga Lily sampai masuk ke tubuhnya, saking besarnya pengaruh Lily terhadap Ace.
Ace tercenung dengan kondisi Lily yang patut dikasihani. Siapapun yang melihatnya pasti tak tega dan akan berempati kepadanya.
Cocok sekali kalau Ace menjadi pangeran sekarang.
Ace berhenti didepan Lily, terlihat sekali kalau Lily sedang terkejut. Ace juga berbasa-basi terlebih dahulu dan Ace sedang dengan reaksi Lily yang sepertinya agak tertarik dengannya.
Begini-begini juga Ace sadar diri kalau dia itu memang ganteng, belum lagi suaranya yang bikin bulu kuduk merinding. Goda dikit calon bini ya gak papa lah.
"Ini kenapa?"
Tanya Ace dengan suara yang dibuat keren dan seksi. Ace tersenyum melihat wajah Lily yang terpesona yahhh walau wajah Lily tertutup helm dan agak mengganggu acara pandang-pandangannya.
Lily menjawab dengan nada gugup, haha ternyata mate-nya sangat manis. Ace senang sekali, ini baru pertama kalinya dia bisa berbicara dengan Lily.
Ace pun menawarkan jasa tumpangan kepada Lily, walau sempat ditolak akhirnya Lily mau dibonceng Ace setelah Ace mengeluarkan jurus andalannya. Yaitu membuka helm dan menampakkan wajah Ace yang cogan untuk menarik perhatian betinanya.
Rencana Ace tak salah, Lily dengan antusiasnya menerima penawaran Ace. Ace jadi agak kesal dengan helm yang mengganggu pemandangan wajah Lily yang imut.
"Ayo sini, tapi kepinggirin dulu motornya mtar ganggu orang yang lewat"
Ucap Ace menggiring Lily mendekati motornya dan Ace mengesampingkan motor Lily kepinggir jalan. Ace juga melihat wajah Lily yang masih setengah ikhlas saat Ace menjatuhkan motor Lily kesemak.
Maaf ya Ly, soalnya motor kamu bisa ganggu acara bonceng-boncengan romantis kita
Ucap Ace dalam hati, Ace puas ternyata betinanya itu lebih memilih dia (Ace) yang baru dia (Lily) kenal, dari pada motor yang dibelinya mahal-mahal.
"Sudah, yuk naik"
Setelah Ace naik, Ace menawarkan tangannya agar Lily lebih mudah menaikinya. Lily agak susah menaikinya karena motor Ace labih besar dari pada motornya, Lily tak terbiasa.
Lily memegang tangan Ace yang permukaannya kasar tetapi hangat dan nyaman sekali untuk dipegang. Ace tersenyum dibalik helm, ini pertama kalinya dia tak menolak dan malah senang ketika seorang perempuan menggenggam tangannya. Ace juga merasakan lembutnya tangan Lily dan setelah dilepas pun harumnya masih melekat di telapak tangan Ace.
"Sudah? Kalo sudah pegangan yang erat ya? Gini-gini aku gak bisa santai bawa motor"
Ucap Ace bersiap-siap
"Iya, udah kok. Kuy lah otw"
Ucap Lily semangat 45. Lily merasakan harumnya bau orang ganteng dari jok belakang. Lily juga menyetuh ujung jaket Ace untuk pegangan alias modus. Lily merasa bingung dengan Ace yang memakai jaket dengan lambang bunga terompet dibelakangnya.
__ADS_1
Coka bunga ternyata
Batin Lily memperhatikan gambar bunga itu, hem serasa pernah kenal dengan bunga ini.
"Kalo udah"
Grrppp
Ace menarik tangan Lily kencang sampai tangan Lily melingkar dipinggang Ace. Lily kaget luar biasa. Cogan ini membuat jantungnya berdegup tak beraturan dan membuat salting, plus wajah merona, sekaligus bikin lutut lemes.
"Erat-erat!! ntar kalo jatuh saklit loh"
Peringat Ace
"Anu?"
Ucap Lily pelan karena harus memenangkan jantungnya terlebih dahulu.
"Hem?"
"Nama lo siapa? Susah manggil orang gak pake nama"
"Ace"
"Eche? Itu ngucapinnya gimana?"
"Lo nyebutnya kecepetan"
"Echh"
"Oh oke, ech, Ace"
"Namanya susah ya"
"Gak, bisa kok nyebut Ace"
"Lagian mau diganti pake apa?"
"Sayang"
"Gimana? Gak susah kan?"
"Hii apaan sih, yuk ah jalan. Kok gak jalan-jalan sih dari tadi"
"Haha iya iya, bawel banget sih manis"
Ucap Ace. Dan menjalankan motornya kencang.
"Pelan-pelan bisa gak sih?"
Tanya Lily sedikit berteriak.
"Gak"
Jawab Ace.
"Ish jahat, untung ganteng"
Mendengar itu Lily mengeratkan pelukannya ke pinggang Ace.
Xixi Sapa suruh bawa motornya kencang, gue pelukan jadinya
Batin Lily tersenyum senyum geje dibalik helmnya.
__ADS_1
Ace senang sekali dipeluk Lily, 2 tahun yang lalu, saat pertama kalinya mereka bertemu, Ace ingin sekali bisa berbincang seperti ini tapi saat melihat keadaan Lily saat itu, Ace hanya bisa mengamati dari jauh selama berhari-hari setelah ia kembali lagi kekota Cooper. Karena sebelumnya ia harus ke kota Black Blood kan? Untuk menyerahkan hasil eksperimen mereka.
Ck! Ace jadi malu sendiri saat mengingat masa-masa itu. Ace menstalker dan mengikuti Lily yang pulang pergi dari kota Cooper ke kota Glod. Tak tanggung-tanggung juga yang membuat Lily sukses seperti sekarang, haha itu semua berkat kekuatan uang yang dia punya, begini-begini juga Ace adalah seorang CEO yang memiliki puluhan perusahaan. Terdengar mustahil bukan? Ace yang seperti orang pengangguran dan hanya ikut-ikutan Vaska cs membuat eksperimen ternyata mempunyai puluhan perusahaan besar.
Tapi itu lah mapis, sangat tenang dan sangat teliti mengukur waktu. Semua bisa dikerjakan dalam waktu singkat, mulus, dan rapi. CK! membuat orang iri saja.
"Anu, Ace"
"Kok kamu ngelewatin belokan ke Cooper sih? Bukannya udah gue bilang kalo gue mau kekota Cooper"
Tanya Lily yang sama sekali tidak direspon Ace. Dan ketakutanan Lily bertambah saat Ace berbelok kearah hutan, 50 meter, 100 meter berjalan pelan dan hanya melewati akar-akar pohon yang besar akhirnya jalan kecil terlihat, jalan yang terbuat dari batu saja. Kemana ini?
"Ace! Ace ini kemana?"
"Kenapa malah kesin"
"Niat gak sih nganterin? Bukannya gue dah bilang anterin ke Cooper"
"ACEEE!!"
Triak Lily makin keras, Ace masih diam tak menjawab.
Buk
Buk
"Ace! Turunin!"
Lily memukul mukul punggung Ace sekuat tenaga supaya Ace berhenti dan mau menurunkannya. Dan itu berhasil, Ace berhenti ditengah-tengah jalan hutan walau mendadak dan membuat kepala Lily terbentur.
"Auu"
Lily merasakan pusing dikepalanya dan saat mengetahui kalau motornya sudah berhenti, Lily langsung turun dari motor itu.
Lily melepas helm dari kepalanya dan menatap Ace tajam. Ace yang ditatap seperti itu tersenyum.
Manisnya~ kayak Neko yang habis diambil makanannya
Batin Ace kegemasan dan mencubit pipi Lily yang dikembungkannya, kebiasaan Lily saat marah.
"Apa cubit-cubit?"
Ucap Lily memukul tangan Ace yang mengganggu pernapasannya.
"Imut hihi"
Kekeh Ace saat Lily bertambah imut saat marah
"Lily! Aku tau apa yang kamu cari"
Ucap Ace yang membuat Lily bingung. Melihat itu Ace mendekatkan wajahnya ke telinga Lily dan membisikkan sesuatu.
Lily kaget tak percaya. Pertama orang ini tahu namanya padahal Lily belum memperkenalkan namanya, kedua dia tau apa yang cari, dan yang terakhir, Ace membisikan sesuatu yang membuat Lily terdiam tak bisa berkata-kata.
Yang sebenarnya adalah. Ace memanggilnya dengan sebutan Lily karena Ace bisa mencium bau mate-nya. Dan harum tubuh Lily berbau bunga Lily.
Sekarang Lily hanya bisa menuruti perkataan dan ikut bersamanya kekota Black Blood. Sepertinya ia salah membohongi orang. Orang ini tahu jalan ke kota Black Blood? Jangan-jangan mapis?.
Yahhh ikutin aja dia, sapa tau dapat informsi bagus
Batin Lily
"Bagus, kalo penurut gini kan tambah imut"
__ADS_1
Ucap Ace dan mengacak-acak rambut Lily.