FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter17_Mencarinya


__ADS_3

"Wah gawat, organisasi tuh gak pandang bulu"


"Bisa-bisa Ace kenapa-napa nih"


Ucap Shally dengan ekspresi tegang, Lily yang melihat itu jadi takut sendiri, apa matenya dalam masalah besar?.


"Wah parah"


"Pasti Ace udah ditahan sama mereka"


"Kan kalo mereka gak dapat mata-matanya mereka bakal nangkap orang yang tinggal sama mata-matanya"


Ujar Ray menambahi


"Berarti Ace ditangkap karena gue dong, salah gue?"


Tanya Lily sedih, ia selalu merepotkan Ace.


"Iya salah lo"


Jawab Ray jutek


"Why? Ada hubungan apa lo sama Ace Ly? Dia bela-belain nyelamatin lo. Biasanya Ace gak pernah gini"


Tanya Chua, hem bikin penasaran saja.


"Dia bilang gue ini mate-nya. Gue gak tau sih mate itu apa. Tapi yang pasti dia bilang dia suka sama gue dan dia pengen gua bisa sama dia selamanya"


"Nah karna itu gue tinggal sama Ace soalnya dipaksa terus sih, tapi gue nerima-nerima aja soalnya ada adek gue disana, dia tinggal sama Ace"


Jawab Lily


"Owh jadi lu tinggal sama Ace karena ada adik lo disana, kalo gak ada adik lo disana gimana?"


Tanya Ray, memojok-mojokan


"Gue gak mau tinggal bareng ama dia lah, masa bukan suami istri tinggal serumah. Lagian gue baru kenal sama dia"


"Yaa~ soalnya gue khawatir ntar kalo kenapa-kenapa gimana?"


Jawab Lily jujur


"Gak kok gue yakin, Ace gak mungkin bohong ma elu, kalo dia bilang suka ya dia pasti beneran suka"


"Apalagi lo mate-nya, mapis tak pernah mengkhianati Mate-nya, iya gak Ray"


Jelas Meta agar meyakinkan Lily supaya terus percaya kepada matenya, Ace.


"Iya"


"Ohw jadi lo mate-nya Ace ya? Gak nyangka sih Ace mate-nya manusia"


Ujar Ray


"Sudah"


"Balik ke pembicaraan pertama"


"Gimana caranya bebasin Ace dari tentara organisasi tanpa ngelibatin Lily?"


Tanya Vaska sambil berfikir


"Gue bakal kesana"


Ucap Kenzo


"Lah?"


Vaska


"Gue cuman mau ngecek aja, gue gak bakal ngapa-ngapain supaya kondisi tetap aman. Kalo ada masalah gue bakal hubungin kalian"


Jelas Kenzo


"Ya bagus juga ide lo, selagi masih cari rencana. Mendingan lo lihat kondisinya disana, kalo memungkinkan kita bisa diam-diam nyelinap dan bawa balik Ace tapi kalo enggak terpaksa kita tunggu dulu sampai situasi aman"


Vaska


"Chua, baik-baik disini ya"


Pesan Kenzo ke mate tercintanya


"Iya Ken"


Chua mengangguk dan Kenzo langsung menuju ketempat Ace ditahan.


_


"Ace apa-apaan ini? Kenapa kamu ada disini"


"Jawab papa!"

__ADS_1


Tegas Arnold memandang anaknya dengan murka.


"Oh? Ada yang lagi ngomong ama gue toh. Kenapa?"


Tanya Ace seakan gaya bicaranya tak mengandung dosa.


"Jaga omongan kamu Ace!"


"Jadi jawab! Apa yang mereka tuduhin ke kamu itu benar? Kamu nyembunyiin manusia disini sampai berhari-hari? APA ITU BENAR? JAWAB!"


Tanya Arnold lagi


"Hm"


Jawab Ace santai


Bhukk


"Beraninya kau!"


Geram Arnold menujuk wajah Ace dengan jarinya yang besar.


"Kenapa kau tumbuh besar menjadi sampah hah? Satu manusia saja sangat berbahaya kalau mereka mengetahui rencana kita"


Ujar Arnold menasehati anaknya supaya patuh.


"Kalau dia gak tau bagaimana? Gak berbahaya tuh"


Ujap Ace menjawab perkataan ayahnya.


"Jangan sok tau Ace, manusia itu iblis. Mereka serakah"


"Kita mengotori tangan kita untuk memusnahkan manusia yang hina itu"


"Dan kita akan membuat dunia yang baru, dimana tak ada lagi yang kelaparan dan sengsara"


"Manusia itu saling b0doh membod0hi. Mereka yang kuat dan banyak harta akan menang dan berfoya-foya"


"Sedangkan yang miskin akan hidup dibayang-bayang kota dan mati terbungkus kardus"


"CK!"


"Iya-iya gue dah sering denger itu"


"Bukannya Tuhan kalian itu manusia? Siapa namanya? Akh lupa"


"Nah dia manusia. Kata lo manusia suka memb0dohi, berarti kalian udah dib0dohi dong?"


Ucap Ace yang membuat telinga Arnold semakin panas. Ia benar-benar tak mengetahui jalan pikir anaknya ini.


"Jaga sikap dan omongan terhadap Tuan Julius, Ace! Jangan berani-berani kau berbicara seperti itu kepadanya"


"Dia bukan tuhan, tapi dia malaikat yang diutus tuhan. Dia memiliki kepintaran yang lebih, sehingga dia bisa menghabisi banyak manusia yang jahat dan tak punya hati. Manusia seperti itu tak pantas hidup didunia ini"


"Lalu seharusnya kau bangga menjadi anak buah sang malaikat"


"Kita menjadi pencabut nyawa bagi orang-orang yang berdosa itu"


Jelas Arnold dengan nada tinggi, andaikan saja ia mengetahui kisah hidup sang Julius pasti dia tak akan membangkang seperti ini.


"Ck! Gue bilang berhenti. Musyrik tau gak"


Wow informasi baru nih. Ck bapakku ini kebanyakan nyimpen rahasia. Ayo pak lanjutkan


"Aku bilang jaga sikap kau Ace, aku sangat terkejut mendengar kau ditahan disini. Apalagi kau melakukan kesalahan yang melanggar peraturan"


Arnold


"Bapak gak tau aja kalau sebenarnya banyak orang selain gw yang melanggar aturan"


Ace


"Jangan membuat kesalahan orang lain kedalam masalah mu Ace!"


Arnold


"Dengar dan jawab dengan jujur, informasi apa aja yang kamu berikan kepadanya?"


Tanya Arnold untuk kesekian kalinya.


"Gak ada apa-apa"


Jawab Ace


"Jangan bohong!"


"Gue gak bohong!"


"Fyuhh. Oke kalau begitu, biar Argus saja yang mengurus mu"


"ARGUS! CEPAT MASUK KEDALAM!"

__ADS_1


Teriak Arnold menyuruh Argus yang menjaga pintu depan, agar masuk dan mau memberi anak ini pelajaran.


"SIAP PAK"


Balas Argus memasuki ruang tahanan Ace.


"URUS DIA"


Perintah Arnold


"Baik"


Patuh Argus


Tok tok tok


"Permisi"


Kenzo masuk tanpa disuruh


"Sersan 5? Ada apa?"


Tanya Arnold


"Saya cuman mau ngeliat mantan kelompok saya lagi diapain"


Ucap Kenzo, sedikit melirik Ace


"Apa maksudnya mantan? Bukannya kalian berteman baik, kenapa harus menyebutnya mantan anggota, bukan teman atau sahabat"


Tanya Arnold, anak jaman sekarang makin aneh saja.


"Hemm"


"Udah dua tahun saya tak berhubungan sama dia. Sejak saya menjadi higher sampai menjadi sersan sekarang saya tak pernah bertemu dengan dia lagi"


"Saya kaget mendengar mantan anggota saya ini melanggar peraturan pemerintah kita, padahal dia sendiri adalah seorang higher yang cukup disegani"


Ucap Kenzo yang mendadak lupa dengan sahabatnya, ia sengaja berbohong agar dirinya tidak terseret kedalam masalah Ace.


"Ya sersan, anak itu telah hilang kendali"


"Bisa-bisanya dia membawa manusia laknat itu kesini"


Arnold


"Jangan panggil dia begitu, dia itu mate ku!"


Ucap Ace tak terima


"Mate? Kau mempunyai mate seorang manusia? Lelucon macam apa itu?"


Arnold


"Gua gak becanda dan gue jujur soal mate yang kau sebut manusia hina itu"


Ace


"Oh begitu rupanya"


"Kelian berdua urus dia, jangan sampai yang lain tau. Suap anak buah mu Argus agar dia merahasiakan ini juga"


Arnold


"Siap pak"


Argus


"Dan kau sersan, tolong selidiki siapa saja teman dan matenya itu. Secepatnya dibawa kesini"


Suruh Arnold ke Kenzo


"Siap"


Ucap Kenzo agak terkejut dengan perintah itu.


"Hai Ace"


Sapa Kenzo


"Cih, jangan sok baik lo sama gue"


Ujar Ace, ia hanya mengikuti permainan yang Kenzo buat. Yaitu, mendadak lupa.


"Mau lo apa sih? Coba jawab jujur dimana mate lo itu"


Ucap Kenzo pura-pura tak tahu, disini masih ada Argus jadi ia harus tetap bersandiwara.


"Dia udah pergi ketempat asalnya dan gue gak bakalan kasih tau dia dimana"


Ucap Ace tegas

__ADS_1


__ADS_2