FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter1_Mencarinya


__ADS_3

Chua terbangun dari tidurnya yang panjang, saat membuka mata yang berat itu. Silau menghadang sampai Chua harus menutup matanya lagi.


Ketika matanya terbuka untuk kedua kalinya. Yang dilihatnya pertama kali adalah seorang laki-laki berhodie hitam.


Chua tak mengenali lelaki itu, ia masih asing dengan wajah itu. Chua mencoba mengingatnya tapi kepalanya merasa sakit.


"Akhh"


Rintih Chua memegang kepalanya. Ia lupa kenapa tubuhnya bisa sakit semua.


"Nih"


Sondor air putih ke Chua dari seseorang berhodie tadi. Chua pun meminum air itu dengan sedikit batuan orang tadi.


Chua bingung, sedari tadi Chua memperhatikan orang yang didepannya ini. Orang ini sangat perhatian, saking perhatiannya pergerakan Chua pun juga di pantaunya.


"Siapa?"


Tanya Chua. Kepalanya masih pusing dan dia masih belum mengetahui kenapa dia bisa berada disebuah kamar,,,, laki-laki? Bau kamarnya sangat manly, tak terlalu banyak barang juga, tapi Chua masih ragu ini kamar seorang pria karena ini sangat rapi dan bersih.


"Kamu lupa?"


Tanya orang itu balik dan menambah Chua bingung saja. Kenapa gak sebut nama aja sih? Sapa tau Chua ingat.


"Lupa? Emang kita pernah kenalan?"


Tanya Lily. Hahh percakapan ini hanya ada kalimat pertanyaan.


Kenzo merasakan hatinya teremas sakit. Bukannya alay atau lebay, tapi kenyataannya memang begitu.


"Gak kok bukan siapa-siapa, kita belum pernah kenal atau apa"


"Aku cuma nanya gitu karena aku mikir. Apa kamu lupa sama orang yang udah nyelamatin kamu?"


Ucap kenzo akhirnya menjawab pertanyaan tapi dengan sedikit kebohangan. Entahlah, untuk apa dia bohong, yang pasti Kenzo adalah seseorang yang tidak mudah ditebak.


"Nyelamatin? Maksudnya apa? Apa gue habis kecelakaan?"


"Iya kecelakaan, dekat tebing bukit"


Jawab Kenzo. Chua menutup matanya mencoba mengingat.


"Jangan dipaksain, kecelakaan kamu memang parah, apalagi kamu baru bangun dari koma seminggu"


"Jangan dipikirin! Nanti juga ingat lagi"


Ucap Kenzo disertai senyuman manis.


Chua merona, walau masih linglung dan pusing, mata Chua masih jelas memandang wajah ganteng Kenzo. Dipuji cogan itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa belum lagi tatapan yang meyakinkan itu, intens dan lembut menjadi satu.


Chua pun tidur kembali, hanya sebentar untuk menunggu Kenzo yang sedang memasakan untuk Chua. Menjadi babu dari Vaska selama bertahun-tahun membuat Kenzo bisa memasak dan beberes rumah. Lagi pula itu gampang.


Chua memperhatikan Kenzo yang mendekatinya dengan setengah sadar dan setengah tidur.


"Ini makan"


Suruh Kenzo. Chua pun memakannya lahap, enak pluss lapar.


"He hum nyum"


"Hehe enak ya? Kalah gue sama lo yang bikin nagor aja keasinan"


Kekeh Chua disela mulutnya yang masih penuh dengan makanan. Kenzo tak merespon dan hanya memasang wajah datar. Chua sangat imut sehingga Kenzo bingung ingin memasang ekspresi wajah seperti apa. Dan akhirnya Kenzo hanya mengangguk kecil dan pergi lagi mengambil air.


Setelah makan begitu banyak, rasa pusing Chua mulai berkurang. Ia juga ingat dia ini sedang dimana, Black Blood.

__ADS_1


-


Chua dari tadi menunggu kepulangan Kenzo. Sebelumnya, Kenzo pamit keluar katanya ada urusan dan sore baru pulang. Padahal banyak pertanyaan yang ingin disampaikan Chua ke Kenzo tapi kenzonya malah pergi.


Chua memperhatikan kamar yang ternyata punya Kenzo. Satu lemari pakaian, satu set meja belajar untuk dia meletakkan komputer dan satu ranjang yang sedang ditiduri Chua. Kamar Kenzo sangat luas, Chua jadi kepo dengan isi rumahnya, apa Kenzo kaya?.


Is is is Chua lo mikir apa? Gak mungkin lo suka sama cowok yang ganteng dan kaya doang. Plis jaga harga diri lo yang pernah bilang ke Lily kalo lo cuman cari cowok yang setia doang


Jangan sampai kegoyah sama cowok yang ganteng sama kaya doang. Lemah banget lo Chu


Sapa tau ntar dikibulin doang dan cuman manfaatin lo


Batin Chua yang menghentikan fantasinya tentang Kenzo yang gantengnya naujibilah.


Tapii~


Kok dia perhatian banget ya? Padahal keliatannya orangnya dingin


Aw dingin? Jadi pengen godain


Batin Chua dan sekali lagi berfantasi tentang Kenzo.


"Makan aja deh"


"Jangan sampai jadi orgil, gara-gara mikirin cowok doang"


Chua mengambil cemilan yang dibuat Kenzo tadi di samping ranjang.


"Enak banget"


"Rasanya seperti anda menjadi bininya"


Gumam Chua berserta kekehan kecil. Mungkin sedikit berfantasi lagi tidak apa.


Ceklek


"Hayy"


Ucap seorang gadis kecil


"Hay juga"


Jawab Chua seadanya, masih bingung.


"Haha kakak dah sadar banget kan? Gak pusing-pusing lagi kan?"


Tanya Kim


"Iya"


Jawab Chua


"Bagus deh"


Ucap Kim bersyukur. Entahlah, apa yang ada dipikiran anak itu


"Emang kenapa?"


Tanya Chua


"Itu loh, kak Ken gak ngijinin Kim jenguk kakak, soalnya kata kak Ken, kalo kakak butuh ketenangan dulu, gitu"


"Padahal dari tadi pagi Kim nungguin kakak"


Ucap Kim dengan nada sedih, Chua menanggapinya dengan tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya!! Hehe"


"Lupa kalo kita belum kenalan"


Ucap Kimberly menepuk kepalanya


"Kenalin kak, aku Kimberly"


Ucap KIM dan menjabatkan tangannya


"OH! Kenalin nama kaka Chua"


Ucap Chua juga dan membalas uluran tangan Kimberly.


"Emmmm dek"


"Iya kak?"


Tanya Kim dengan senyuman manis.


"Gak jadi deh"


Niatnya sih Chua ingin bertanya dengan Kimberly siapa orang yang menyelamatkan Chua tadi. Tapi rupanya harus ditunda dulu karena kalau bertanya dengan Kim otomatis nanti Chua tahu, dan itu dapat menghilangkan kesempatan Chua untuk berbincang-bincang dengan lelaki itu.


Mending bertanya langsung dengan orangnya, sapa tau bisa pedekate.


"Yah kok gak jadi kak?"


"Mo nanya apa? Kim jawab kok"


Ucap Kim antusias. Mengobrol dengan Vaska atau Kenzo itu tidak nyambung, Kim mati bosan dirumah yang besar ini, apalagi Kim dilarang keluar dari rumah, ck seperti tahanan, Kim tak suka. Hanya Shally saja orang yang pertama kali membuat Kim senang, karena bisa mengobrol bersama.


"Emmmm"


Pikir Chua ingin bertanya apa. Sepertinya gadis ini sangat ingin bisa dekat dengannya.


"Kamu kenapa nungguin kaka dari pagi?"


Tanya Chua. Pertanyaan bagus, Chua juga kepo dengan gadis ini.


"Ituu karena"


"Kim gak punya teman"


Jawab Kim jujur. Karena Vaska dan Kenzo itu seperti ayah yang posesif sekali.


"Yaudah kita temenan yuk"


"Kakak juga bosan dikamar ini sendirian"


"Ayokk!"


Triak Kim bahagia


"Upss"


"Maaf kak, Kim teriak padahal kaka Chua lagi sakit"


"Kakak gak papa kan?"


Tanya Kim polos


"Hahaha kakak gak bakalan kenapa-kenapa kok kalau kamu cuman teriak"


"Sini ayo duduk disini, jangan diri disana aja"

__ADS_1


Ajak Chua supaya Kim duduk disampingnya. Memang, Chua sebenarnya dari tadi jengah dengan kelakuan Kim yang seakan menjaga jarak darinya. Entah ancaman apa yang orang itu berikan ke Kim sehingga Kim harus menjaga jarak dari Chua supaya tak kenapa-kenapa.


__ADS_2