FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter15_Mencarinya


__ADS_3

FLASHBACK ON+++


14 lebih tahun yang lalu~~


Cecilia yang sedang hamil muda berlari ke tempat anaknya bersembunyi, ruang bawah tanah.


Dan Cecil bersyukur untunglah tak terjadi apa-apa pada anaknya, Cecil pikir mapis akan menangkap anaknya karena anaknya sempat berteriak meminta tolong.


BRAAAKKKKKK


"Oh ternyata sembunyi disini ya"


Ucap seseorang yang menendang pintu, Ray. Waktu itu Ray masih berumur 13 tahun.


"Mama!"


Lily memeluk ibunya saat Ray melihat mereka dengan tajam


"Kamu mau apa!?"


Tanya Cecilia waspada


"Gue dapat kabar kalo pak berlond punya orang yang pas buat dijadiin eks kami"


"Ibu mau ikut? Itung-itung nambah pahala. Gak lama kok cuman sebentar aja"


Ucap Ray


"Gak jangan ambil mama Lily, kamu siapa? Kamu jahat. Mau ambil mama Lily"


Ucap Lily yang masih berada di pelukan ibunya.


"Eh ada adek kecil, selamat ya dek kamu udah punya adik sekarang. Tapi kakak pengen pinjam adiknya boleh?"


Tanya Ray manis


"Adek? Lily punya adek?"


Lily


"Lily gak paham kakak itu ngomong apa, kenapa mau pinjam adek Lily, mana adek Lily? Lily gak punya adek"


"Mama? Lily takut, kakaknya aneh"


Ujar Lily mempererat pelukannya.


"Kakak gak aneh, kamu punya adek kok. Tuh disana"


"Diperut mama kamu, makanya kakak minjam mama kamu biar bisa minjam adeknya juga"


Jelas Ray


Huft susah banget, andai aja Vaska kasih virus sama om berlond yang lagi jalan-jalan, pasti gak sesusah ini. Gue kan gak bisa pakai kekerasan sama ibu hamil


Ntar-ntar keguguran, kami juga yang rugi


Batin Ray


Ray berjalan keluar menjauhi Lily dan ibunya karena dia sedang mendapat telepon.


"Halo, kenapa nelpon-nelpon?"


Tanya Ray


"Gua cuman ngasih tau, kalo gue sama Meta udah berhasil nancapin virus itu ke 17 orang, ternyata banyak yang hamil, tapi kebanyakan ibu muda sih. Apa dia kuat nanggung janin yang kena virus?"


Ucap Shally


"Gue gak tau sih"


"Btw hebat kalian bisi sampai 17 begitu, satu aja belum gue. Nih ada sih didepan mata tapi susah banget, soalnya dia bawa anaknya"


"Kita kan gak disuruh ngebunuh orang, tapi kalo anaknya liat aksi gue gimana? Dia curiga ntar. Mana obat pelupanya gue bawa satu cuman buat emaknya"


jelas Ray mengutarakan kegelisahannya.


"Bikin aja anaknya pingsan. Kan gampang?"


Shally


"Gimana sih cara bikin orang pingsan. Salah-salah entar mati lagi"


Ucap Ray, Lily kan masih kecil Ray yang kuat kalau dipukulnya bisa-bisa Lily mati.


"Au, serah lu. Kenapa nanya gue"


"Jangan lama-lama deh. Nih si Vaska, Kenzo sama Ace gak ada kabarnya kayaknya bolos gak ngerjain tugasnya"


Shally


"Key mana? Kalian ciwi-ciwi aja deh yang nyebarin virusnya. Kan gampang, ibu-ibu hamil yang ngeliat muka manis kalian pasti ketipu. Pakai muka Key yang kelewat imut tuh"


"Mereka gak takut. Gak kayak gue Kenzo Vaska sama Ace liat muka kita sedikit aja takut. Padahal kita-kita ganteng whyy??"


Pikir Ray


"Iya ganteng tapi muka kalian pada dater. Senyum dikit napa, kayak kita-kita"

__ADS_1


Jawab Shally


"Sory ya, mapis cowok harus cool"


Ray


"Btw key gak ikut gue ma Meta. Gue gak tau Key ada dimana, tapi waktu terakhir kali ngeliat sih dia ama bapaknya"


"Biasaaa dia kan masih kecil. Dia ikut kita kan cuman buat belajar, bukan ikut buat eksperimen"


Shally


"Iya juga ya"


Ray


"Jan lupa tuh yang ibu-ibu sama lo kasih virusnya, itung-itung ngurangin beban"


Shally


"Iya gue kasih kok ntar"


Ray


Oke, pertama-tama ngalihin perhatian anaknya dulu, supaya gak tau kalo gue bakal nyuntikkin virus ini ke-emaknya


"Ekhem. Maaf tadi ada urusan sebentar"


Ray


"Nak. Kamu baikkan? Tolong lepasin kami, kami ada salah apa?"


Mohon Cecilia berkaca-kaca


Aduh hati gue, baru juga mo mulai emaknya udah bikin gue mewek.


Tolong ya buk, aku ini orangnya baik banget, gak bisa diginiin.


Batin Ray


"Yaudah kalo tetap gak mau terpaksa kakak ini akan memakai kekerasan"


"Ayo dek, sini sama kakak dulu"


Ray menarik tangan Lily, ia menggunakan tangan kanannya untuk menutup mata dan mengunci pergerakan Lily.


"Tunggu kamu mau ngapain anak saya? JANGAN! pergi sana!!"


Usir Cecil


Desis Ray dan menyuntikan virusnya ke Cecilia.


Stt


"MAMA!!!"


Teriak Lily, ia tak tahu ibunya sedang diapa karena matanya yang ditutup.


"DEGG!"


"DEG DEG DEG DEG DEG DEG DEG DEG"


Jantung Cecilia berdebar dengan cepat ia merasakan ada sesuatu yang berjalan ke perutnya sampai Cecilia benar-benar pingsan.


"HAHHHHH"


Ucap Cecil ketika kesadarannya mulai direnggut.


"AKHH MAMA, MAMA. LEPAS JANGAN TUTUP MATA LILY. MAMA MANA"


Lily


"Shtt diem anak kecil"


Ray


Oke sekarang suntikin obat pelupanya


Bruukk


Setelah selesai melakukan semua itu, Ray langsung berlari keluar.


"Awww sakit"


Lily


"MAMA!! MAMA KENAPA?"


"Mama kakaknya udah pergi, ayo bangun"


Lily


"Mama pingsan ya? Kenapa gak bangun"


"Mama dipukul kakak itu ya? Mama!!. Jahat, kakak itu jahat, Lily gak bakal lupain kelakuan dia sama mama"


"Mama pingsan pasti gara-gara dia. Dia mukul mama. Lily BENCI!!"

__ADS_1


Tangis Lily mengguncang-guncangkan tubuh ibunya.


Cih, gara-gara mau cepat gue harus make cara itu. Mudahan aja anaknya mikir kalo gue cuman mukul mamanya dan langsung pergi ninggalin mereka.


Mudahan aja dia gak liat virus sama obat itu


"Hiks mama"


"Enkhh"


"Lily~"


Ucap Cecilia pelan setelah berjam-jam pingsan.


"Mama! Mama bangun? Untung mama bangunannya cepet. Mama Lily takut"


Lily


"Lily, kenapa takut sayang, ada mama kok disini"


Cecil


"Mah, mama tadi dipukul sama kakak itu ya? Sakit gak, Lily khawatir sama mama"


Lily


"Kakak siapa Lily? Mama gak tau. Udah ya sayang, jangan mikir yang aneh-aneh"


"Kamu juga gak usah takut lagi, sini mama peluk"


Cecil


"Mama beneran gak kenapa-kenapa?"


Tanya Lily memastikan. Kenapa ibunya bisa lupa begini?.


"Iya gak kenapa-napa kok, cuman kaki mama aja yang luka, soalnya habis lari-lari dari puskesmas kesini"


Cecil


"Owh gitu, syukur deh Lily khawatir"


"Mama yang harusnya khawatir sama kamu, kamu gak kenapa-napa kan lama nunggu disini?"


"Hm? Mama kok nanya itu lagi?"


Bingung Lily


"Eh? Mama udah nanya begitu? Masa sih? Dahlah lupain aja"


"Sini Lily, peluk mama"


Cecilia


"Iya ma"


Lily


FLASHBACK OFF~~


"Kenapa ly? Kok lo gitu sama Ray?"


Tanya Chua


"Kenapa diam? Teme gue ada salah apa ama lo Ly?"


Tanya Vaska


"Tunggu, jangan bilang lo yang waktu itu?"


"Lily"


"Lo orang yang sama waktu itu ya?"


Kaget Ray, akhirnya dia menyadari kalau Lily yang ini sama dengan Lily yang itu.


"Iya, dan gue gak bakalan pernah lupa, wajah lo itu"


Jawab Lily tajam.


"Lo gak usah takut ama gue, gua kan gak ngapa-ngapain kalian?"


Ngeles Ray


"Jangan bohong! Gue ngerti sekarang"


"Vaska bilang kalo adik gue hasil eksperimen dia sama teman-temannya"


"Dan lo waktu itu pernah bilang, kalo lo mau minjem adik gue"


"Buat apa?"


"Buat eksperimen kalian kan? Pantesan aja mama gue pernah pingsan dan lupa ingatan waktu lo nyuntikkin cairan dalam botol itu ke mama gue. Gue sih mulanya gak faham waktu ada bekas botol sama suntikan didekat mama gue, tapi sekarang gue sadar kalo itu ulah lo Dan kalian katanya sudah berhasil ngelakuin revolusi untuk memperbanyak mapis"


"Iya kan? Ayo jawab jujur"


Tegas Lily, ia mengutarakan isi pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2