FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter6_Mencarinya


__ADS_3

Esoknya~


"Ehem"


"Kenzoo~"


Panggil Chua manis pake banget. Emang, selama beberapa hari yang lalu Chua berbaikan dengan Kenzo dan yang lain. Chua sadar, walau mereka berbeda pendapat tak seharusnya saling bermusuhan. Chua menyesal telah membenci sahabat-sahabatnya.


"Hm"


Jawab Kenzo seadanya


"Jangan gitu dong jawabnya"


Chua mengerucut bibirnya. Berharap pose yang dianggap imut itu mampu meluluhkan Kenzo.


"Kenapa Chua?"


Tanya Kenzo, dai sedang sibum mengurus proposal keanggotaan organisasi.


"Jalan yuk"


"Bosen dirumah mulu. Kita aja Kim juga"


"Gimana? Mau kan?"


"Mau ya"


"Mau"


"Mau"


"Ya"


"Ya"


Paksa Chua bertubi-tubi


"Brisik Chua"


"Kebelakang rumah aja kalo bosen. Tuh disana banyak pohon buah"


Suruh Kenzo, sejak mereka bermaaf-maafan Chua malah sering mengganggunya dengan berbagai macam alasan. Ya, itu karena dia gabut sih.


"Gak ah. Udah sering aku kesana"


"Ntar aku gendutan loh kalo kebanyakan makan"


"Kamu mau punya bini yang gendut?"


Tanya Chua pede sekali.


"Siapa bini aku Chu?"


Tanya Kenzo bingung, diakan belum menikah, kalau belum menikah bagaimana dia bisa mempunyai istri


"Aku lah!"


Jawab Chua menunjuk dirinya sendiri


"Masa? Gak deh kayaknya"


Ucap Kenzo membuat Chua kesal


"Ishh bohong. Coba jujur dikit dong, biar aku seneng"


"Kamu nih kebanyakan bo'ong"


Chua


"Sttt"


"Chua diam. Aku lagi sibuk"


Kenzo


"Emang kamu sibuk ngapain?"


"Liat dong"


Secara mendadak Chua langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Kenzo


"Eets"


"Jangan! Ayo sini kamu mau kemana?"


Kenzo menjuahkan layar leptopnya dari hadapan Chua. Bisa kacau kalau Chua tahu.


"Kebukit kita Ken. Aku mau kesana"


Jawab Chua. Ia sudah kangen dengan tempat kesukaannya dan Kenzo waktu kecil.


"Kita punya bukit?"


Tanya Kenzo tak paham


"Iya dong. Punya 'kita' "


Jawab Chua


"Iya iya. Jangan lupa pakai jaketnya. Jangan sampai kamu keliatan orang-orang organisasi"


"Bukit sama rumah kamu kan jauh dari ibukota. Mana mungkin ada orang organisasi disini"


"Kamu ini. Kenapa gak ngemprioritasin keselamatan sendiri sih. Kalau ada apa-apa kan orang lain yang susah. Bikin orang repot aja"


Kenzo


"Iya iya ish bawel banget sih"

__ADS_1


Chua


"KIM"


"KIM CEPET"


Triak Chua


"Kenapa manggil-manggil Kim?"


Tanya Kenzo


"Dia ikut juga Ken"


"Kenapa? Pengen berduaan ya?"


Chua menaik turunkan alisnya


"Kalo iya emangnya kenapa. Hm?"


Ucap Kenzo dan mendekatkan wajahnya dan wajah Chua hingga jarak menipis.


"Gak sih. Gak kenapa-kenapa, jauh-jauh sana"


"KIM CEPET KIM"


(Ntar kalo dia khilaf gimana. Aku tuh gak bisa diginiin)


Batin Chua, Kenzo memang tidak bisa diajak bercanda.


"Iya kak. Kim datang nih"


Kim datang terburu-buru, dia baru saja dari kamar mandi.


"Nah ayok kak, udah"


Kim merapikan pakaian dan dirasa cukup ia duluan langsung keluar.


"Yups"


Chua menarik-narik tangan Kenzo menyusul Kimberly.


"Ingat ya! Harus, hati, hati!"


Peringat Kenzo lagi


"Iya iya. Perhatian banget sih. Iya gak Kim"


Chua


"Iya. Perhatian banget"


Kimberly


"Eh eh. Pada mau kemana nih?"


"Kok gak ngajak-ngajak?"


"Eh kak Vaska. Kita semua mau piknik, kak Vaska gak usah ikut"


Ucap Kim


"Loh kenapa?"


Tanya Vaska. Jahad betol ucap budak ni


"Ngaca"


Lanjut Kim


"Hahaha"


"Bay kak Vaska"


Kim menertawakan Vaska yang cemberut dengan perkataannya.


(Idih mentang-mentang udah punya rumah tangga. Gue sekarang malah dianggap pembantu)


(Tega. Kemana dirimu yang dulu mas?)


Batin Vaska meratapi kepergian Kenzo dan anak bininya.


-


"Hah sepi, bosen, gabut haaaaaahhhh"


"Apa gue susul aja mereka ya? Tapi memangnya mereka kemana"


Gumam Vaska sambil berpikir


Tok


Tok


Tok


"Yuhuu~"


Ucap seseorang yang mengetuk pintu rumah


"Masok. Gak dikunci ko"


Triak Vaska. Ia tahu siapa yang datang, pas sekali.


"Otw"


Jawab orang itu berteriak juga


"Eh ada Shally"

__ADS_1


(Pas bener datangnya. Mana rumah sepi lagi)


"Kenapa Shell?"


Tanya Vaska


"Key mana?"


Key yang dimaksud Shally adalah Chua


"Cabut dia tadi. Bareng Kim sama Ken"


Jawab Vaska


"Eh. Gak papa tuh?"


Tanya Shally khawatir. Nama Chua kan sudah terdaftar di catatan buronan.


"Gak papa lah. Kan bareng Kenzo"


Jawab Vaska lagi


"Yahhh~ gak ada yang nemenin deh. padahal gue kesini gara-gara gabut"


Ucap Shally. Akhir-akhir ini Shally sering sekali mampir kerumah Vaska, sekedar mengajak Chua mengobrol.


"Sama dong Shell, gue juga gabut"


"Ngomong-ngomong mo nemenin apa?"


Tanya Vaska, mau kemana? Bukannya tiap hari mereka hanya menghibah orang didalam kamar.


"Ada deh. Mau tau aja rahasia cewek"


Jawab Shally


(Hu dasar cewek)


"Sini Shell"


"Temenin gue mabar"


Vaska mengayun-ayunkan tangannya agar Shally mendekat.


"Gak ah. Gue gak bisa main game"


Tolak Shally


"Tenang aja gamenya gampang kok. Tinggal nyelesain semua tugas"


"Trus beres deh"


"Oh iya satu lagi. Kamu harus cari tau siapa pembunuh diantara pemain"


Jelas Vaska


"Wahhh kedengerannya kok susah ya. Dah lah Vas, gue gak tau cara main game"


Tolak Shally sekali lagi. Seumur-umur dia belum pernah bermain game online di smartphone.


"Stttt jangan bilang gak bisa kalo belum nyoba. Ayok sini"


Vaska menarik tangan Shally mendekat dan mendudukan Shally disebelahnya.


"Akh"


Triak Shally merasa kesakitan tangannya ditarik-tarik.


"Dibilangin juga"


"Makanya nurut. Nih liat baik-baik, aku bakal ajarin kamu sampai bisa"


Vaska menyodorkan HPnya agak dekat ke Shally agar dia lebih mengerti uang dia jelaskan.


"Iya iya. Maksa banget"


Ucap Shally dan memperhatikan apa yang dijelaskan Vaska tentang peraturan game itu.


2 jam kemudian~


"Vas vas tolong vas. Impostornya ngejar-ngejar terus. Vas tolong keburu mati ini"


Triak Shally ketakutan dan dengan bar-barnya dia memukul-mukul tangan Vaska agar lebih cepat.


"Iya ini udah hampir sampai ke loby kok"


Ucap Vaska juga ikut panik.


Entahlah Vaska sepertinya agak menyesal mengajak Shally agar bermain game yang sedang viral ini.


Drrrtttttt


Discus


"Wah Vas. Untung belum dibunuh, ayo kita vote dia Vas"


Ucap Shally akhirnya dia aman dari pemain yang ingin membunuhnya tadi.


"Vote hijau Vas"


Suruh Shally sambil memukul Vaska seakan ia sedang mengancam musuhnya.


"Iya iya, ini udah ngevote hijau kok"


Ucap Vaska agak jengkel. Dan memvote permain yang berwarna hijau alias orang yang mengikuti Chua dari tadi, agar dia tereleminasi dan kalau dia seorang Impostor, mereka akan menang.


"Bilang kelain juga"


Suruh Shally lagi. Setelah Shally bisa bermain dan faham tentang game ini, Sepanjang permainan berlangsung Shally selalu menyuruh-nyuruh Vaska kesana kesitu tapi akhirnya tetap saja mereka kalah.

__ADS_1


"Iya"


Ucap Vaska patuh


__ADS_2