
"Oh iya. Kenzo apa kabar? Belum mati kan dia?"
Tanya Ray yang tak merasakan hawa kebenaran makhluk itu
"Masih belum sih. Soalnya gue liat-liat, dia fine aja tuh ama kerjaannya"
Jawab Vaska yang salah tangkap pertanyaan Ray, Ray bertanya Kenzo dimana bukan masalah pekerjaannya, mungkin ini efek ia masih sangat senang ketika ada orang yang mau menggung beban pekerjaan itu.
"Wah hebat. Gak salah kita milih Kenzo jadi sersan"
Puji Ray yang mengikuti alur pembicaraan Vaska
"Tapi habis ini kita gak ada kerjaan sama-sama lagi dong. Kita dah diposisi masing-masing"
"Iya. Gue golongan sejata. Ray golongan pengintai. Kita semua gak sekelompok lagi"
Ucap Meta bergabung dengan pembicaraan Ray dan Vaska
"Yahh mungkin"
Maaf ya Ray, Met. Tapi ada sesuatu yang kita sembunyiin dari kalian. Andai aja kalian gak nolak waktu itu
Batin Vaska melirik ke arah Shally yang juga melihat kearahnya
"Dah yuk kita semua ke markas. Vaska aja yang jemput Ace, soal Kenzo dia bisa dateng sendiri"
Ajak Shally
"Yuk"
Meta merangkul Shally dan mereka semua kedepan rumah
"Semangat amat yang udah jadian. Ciyee"
Shally
"Haha cumburu lu"
Meta
"Dih cemburu apaan. Dahlah, naik tuh kemotor, pacar lu dah nungguin"
Ucap shally mendorong-dorong tubuh Meta kesal
"Shell. Pakai apa kesini?"
Tanya Vaska yang melihat kalau Shally tak membawa kendaraannya
"Jalan kaki. Kebiasaan hehe"
Kekeh Shally
"Yaudah nebeng aja ama aku"
Vaska
"Iya deh. Dari pada telat"
Shally menaiki motor dan dibantu Vaska
"Gak bisa apa lu beli motor yang agak gampangan dinaikin"
Shally
"Lu aja yang cebol"
Ejek Vaska dan Shally mencubitnya
"Pegangan ya. Gue mau ngebut"
Suruh Vaska yang menarik-narik tangan Shally agar memeluknya
"What?"
"Ray balapan kuy. Sapa duluan sampe rumah Shally itu pemenangnya"
Ajak Vaska
"Weh manteb juga. Ayok"
Ucap Ray setuju tanpa pikir padahal ada Meta dibelakang.
"Eh Vas, Vas, gak jadi deh, gak jadi"
Ucap Shally takut kalau dia kenapa-napa
"Permintaan ditolak"
"Satu"
"Dua"
"Ray, STOP! Mumpung gue masih belum nyesel"
"Tiga"
"### Akhhhh"
Triak Meta dan Shally
"Ini Ar dimakan"
__ADS_1
Lily menyorong sepiring nasi
"Hm"
"Ace mana?"
Tanya Lily ke Arza, tapi karena Arza tak merespon jadi ia sendiri pergi kekamar Ace.
"Yaudah deh"
Tok tok tok
"Ace, masih tidur ya? Ini udah siang"
Panggil Ace didepan pintau
Klek
Ace membuka pintunya dan menampakkan dirinya yang sangat kumal
"Apa?"
Tanya Ace datar
"Makan Ace. Dari pagi kamu belum makan"
Ucap Lily pelan
"Gak usah"
Tolak Ace
"Ta tapi Ace. Nanti kamu sakit kalo cuman makan itu doang. Ayo dong turun, aku udah masak"
Pinta Lily
"Ck. Tungu! Mau mandi dulu"
Ace masuk ke kamarnya lagi dan mandi setelah itu
"Iya"
Penurut juga ternyata
Batin Lily
-
Ace, Lily, Arza makan dalam diam. Lily sekali-kali melirik kearah Ace, menurutnya Ace agak sedikit berbeda hari ini. Diwajahnya terdapat banyak sekali goresan-goresan kecil, habis apa dia?. Matanya juga agak bengkak. Lily jadi khawatir, habis apa Ace malam tadi?.
"Ssthh"
Saat Lily tak sengaja menjatuhkan cangkir kosong kemeja, dan cangkir itu menggelinding ke Ace dan jatuh mengenai pahanya, Ace meringis.
Ucap Lily khawatir
"Maaf ya Ace, lain kali aku hati-hati"
Mohon Lily
"Hm"
Dehem Ace mengiyakan
Lily merasa kalau Ace sedang terluka. Mana mungkin Ace akan merasa kesakitan hanya dengan kejatuhan cangkir yang beratnya tak seberapa.
Setelah selesai makan dan Lily duduk berdua dengan Arza. Ia masih bingung dengan Arza yang sepertinya sudah tinggal lama disini, ada hubungan apa dia dengan Ace?.
"Arza jawab dong"
Paksa Lily meminta penjelasan
"Jadi gini. Waktu itu aku pergi kesini, tapi cuman sebentar, palingan 2 hari"
"Trus habis itu aku ke kota Ruby. Disana aku jadi pembunuh bayaran, tiap bulan aku kedatangan klayen yang minta aku buat ngebunuh orang"
Jelas Arza
"Dan kamu mau? Kenapa?"
Tanya Lily
"Karna aku ngerasa"
Arza menggigit bibir bawahnya, ia bingung bagaimana mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata saat waktu pertama kali membunuh orang.
"Rasanya tenang"
"Setiap hari rasanya kepala aku tuh pusing, aku juga gak tau kenapa"
"Perasaanku gelisah, serasa ada yang kurang. Tapi gak tau apa itu"
"Tapi"
"Saat pertama kalinya aku gak sengaja ngebunuh dia"
"Rasanya tuh"
"Rasanya bagian dalam hidup aku jadi lengkap kembali"
"Persamaan aku juga tenang gak kayak sebelum-sebelumnya"
__ADS_1
"Dan saat itu aku sadar"
"Kalo kita sekarang orang yang berbeda"
"Aku yang bedosa ini gak pantas hidup berdampingan sama kakak"
"Kakak ngerti dong, kakak masih punya mami disana. Chua juga"
Mohon Arza agar dia tak dipaksa lagi untuk pulang. Ia ingin hidup bebas tanpa ada yang tersakiti.
"Mama udah meninggal. Dia tertekan Ar gara-gara kamu pergi"
"Kamu gak ngerti! Perasaan ibu saat anaknya ninggalin dia"
"Padahal sebelumnya dia udah ditinggal suaminya"
"Seharusnya kamu jangan pergi!"
"Seburuk-buruknya seseorang tapi kalau itu keluarganya sendiri, masih ada yang peduli"
"Apalagi kamu Ar. Kamu adik kakak satu-satunya. Anak laki-laki mama satu-satunya"
"Mana rela kalau kami ditinggal sama orang yang kami sayang"
"Dan sekarang kakak cuman sendirian"
"Mama udah gak ada"
"Cuman kamu satu-satunya yang tersisa. Jadi ayok kita tinggal sama-sama lagi"
"Masih ada Chua kak. Jadi stop ngajak aku balik lagi! Aku bakal jadi orang yang hidupnya berpindah-pindah dan jadi pembunuh bayaran"
"Aku butuh itu. Gak butuh kakak"
"Chua gak bisa disamain sama mama papa atau kamu Ar"
"Dia orang yang berbeda"
"Dan apa tadi?"
"Kamu gak butuh kakak? Kamu serius?"
"Iya! Dan kayaknya aku gak perlu pura-pura lagi deh"
"Aku benci orang yang pemaksa"
"Jadi stop maksa-maksa aku, kalau kamu gak mau dibenci sama adik sendiri"
"Hah?"
Gumam Lily tak percaya
"Aku bakal pergi dari sini"
"Kakak juga mending pergi dari sini"
-
"Ace. Pakai obatnya biar cepet sembuh"
"Aku tau kalo kamu lagi sakit"
"Ace jangan diem terus dong. Beda banget kayak yang pertama kali ketemu"
"Oh iya Ace, aku pengen pergi dari sini"
"Aku pengen pulang"
"Hm"
"Maaf Ace. Kita temenan aja"
"Kamu orang baik Ace. Tapi saat ini waktunya gak menguntungkan banget buat aku jatuh cinta sama kamu, Ace"
"Aku ditinggal keluarga aku sendiri"
"Rasanya sakit Ace"
"Hika"
"Sakit Ace"
"Lily"
"Lily kamu-"
"Hhaaa"
"Aaaaaaaaaa"
"Hikss"
"Sakit Ace"
"Aku gak tau salah aku dimana? Kenapa"
"Kenapa mereka bisa sejahat itu? Kenapa? Salah aku apa?"
"Yang sabar Ly"
"Kamu harus kuat. Kalo butuh sesuatu bilang aja sama aku, aku bakal bantu dan dukung kamu selalu"
__ADS_1
"Ace"
Ace kenapa kamu baik banget? Aku jadi gak tega