
Paginya Lily dan yang lain sudah ada didalam mobil sewaan, Vaska menyuruh mereka untuk berangkat pagi-pagi dan tujuan mereka sekarang adalah kota Platinum, kota ke besar no 7 didunia. Kira-kira perjalanannya membutuhkan waktu seharian, makanya mereka singgah dulu kesuper market untuk persediaan makanan.
Lily menunggu mereka yang berbelanja dengan bosan, di mobil ini hanya ada Kim, Lily dan Ace. Lily duduk dibarisan ke dua dengan Kim yang sedang duduk berasuh dipangkuannya, sedangkan Ace sedang tidur lelap di bagasi mobil (ingat! bukan di jok belakang tapi di bagasi) ini merupakan kebiasaan Ace juga, katanya lebih tentram tidurnya apa bila mendengar dengkuran mesin mobil yang sedang berjalan.
Ngomong-ngomong Lily juga kasian sama Kim yang ikut terseret kedalam acara kabur-kaburannya, ya itu semua Kim juga yang menghendaki, lagian dia ingin lebih dekat dengan Lily.
"Kim bisa duduk disini sebentar"
Lily menepuk bangku sebelah agar Kim turun dari pangkuannya, Lily ingin menjenguk Ace dibelakang.
"Okey"
Patuh Kim
"Ace kamu tidur?"
Tanya Lily menengok Ace dari jok belakang.
"Engh"
"Ngak kok aku gak tidur, kenapa mate?"
Ucap Ace ketauan sekali bohongnya. Ace tadi benar-benar tidur lelap tapi Lily membangunkannya.
"Sejak kamu balik dari penjara itu, kamu gak pernah ngajak aku ngobrol"
Ujar Lily
"Hem? Kamu kangen mate?"
Tanya Ace ge'er
"Bukan begitu, aku cuman pengen ngobrol sama kamu. Ada yang mau aku omongin"
Ucap Lily
"Ya mate, kamu mau ngomong apa?"
Tanya Ace, ia berdiri dan duduk disamping Lily.
"Ace"
"Coba kesini dulu"
Bukannya menjawab pertanyaan Ace, perhatian Lily malah tertuju pada luka-luka ditubuh Ace. Lily tadi tak melihatnya karena Ace memakai selimut.
"Apa ini sakit? Kok aku yang liatnya ngilu ya? Udah diobatin belum? Mau aku obatin? ini bekas kamu di siksa di penjara ya? kamu diapan kok lukanya banyak banget? Apa masih ada luka yang lain Ace"
Tanya Lily bertubi-tubi
"Ada sih banyak mate, nih disini, trus disini, sini, sini sampai ke sini"
"Belum diobatin sih, tapi gak diobatin juga gak papa, siram pakai air juga hilang kumannya trus sembuh deh"
Ace mengangkat kaosnya sampai kedada dan terlihatlah ABS Ace yang dihiasi oleh luka-luka yang masih basah dan belum terobati. Duh pucek banget Argus itu! otak, hati, jantung, tangan Lily membatin bersamaan.
"Ish gak gitu Ace, disiram air juga gak cukup. Mau aku obatin? Aku bakal beli barangnya di supermarket"
Lilu berbalik tapi Ace menahan tangannya.
"Stt mate, kenapa pergi? Kau benar-benar tak menghargai tempat ya?"
Ucap Ace menyengir aneh.
"Maksudnya Ace? Gak faham"
Tanya Lily, otaknya masih loding.
"Kita cuman berduaan disini, apa kamu gak mau ngelakuin sesuatu buat aku yang udah berkorban buat kamu? Mate?"
Pinta Ace
"Ngelakuin apa?"
__ADS_1
Tanya Lily, ia memundurkan tubuhnya agar menjauh dari Ace, Lily merasa ada tanda bahaya setelah melihat wajah Ace.
"Tium, dicini ya"
Tunjuk Ace ke bibirnya yang merah dan seksi. Tidur dibagasi tadi membuat bibirnya kering jadi dia pingin bibirnya dibasahi sedikit. Banyak juga gak papa, batin Ace.
"Ih henta! gak mau ah"
Lily mendorong tubuh Ace yang makin lama makin medekat.
"Ayo cepetan, keburu mereka balik. Ayo dong jangan nolak. Aku paksa nih"
Ucap Ace memojokkan Lily agar dia tak bisa bergerak.
"IH ACE AKU GAK MAU!"
Teriak Lily.
"Kakak Ace ngapain? Jangan macam-macam sama pacarnya kakak Kim! Aku aduin nih"
Kim kaget dan menengok kebelakang, ternyata Ace sedang menggoda kakak iparnya.
"Kenapa, siapa kakak kamu. Kok dia jadi pacar Lilyku?"
Tanya Ace sinis, tak enak sekali mendengar perkataan Kimberly.
"Kak Vaska dong, kakak Kenzo kan sama kak Chua. Makanya kakak Lily jadi pacarnya kak Vaska aja, dari pada kakak Ace. Kim gak suka!"
Hem ternyata Kim menganggap serius hubungan Lily dan Vaksa. Apa dia sudah lupa kalau Vaska sukanya sama Shally? mungkin Kim lebih nyaman bersama Lily.
"Ih bocah ikut campur"
"Ngomong-ngomong ada apa kamu sama Vaska mate? Kenapa Kim pengen jodohin kamu sama Vaska bau ketek itu?"
Tanya Ace tak terima.
"Enggak kok Ace, gak ada apa-apa. Aku sama Vaska cuman temenan"
Jawab Lily jujur.
"Oh gitu, aku percaya mate. Ayo sini aku peyuk"
Ace merentangkan tangannya hendak memeluk Lily, si cebol tapi imut. Kata Ace bukan gue.
"Ih malu Ace, jangan deket-deket ah"
Lily yang kaget dengan pergerakan cepat Ace langsung memukulnya.
"Ekhh te te te"
Rintih Ace, Lily memukulnya tepat dilukanya.
"Ace! kena lukanya ya? maaf"
Khawatir Lily
"Haha gak papa mate, aku cuman mau lebih dekat aja sama kamu"
Jawab Ace
"Ih kak Ace susah deh dibilangin, jangan deket-deket sama kakak Lily"
Ucap Kim
"Iya Ace jangan deket-deket ih, balik ke bagasi sana"
Lily
"Iya balik ke bagasi. Ntar kak Lily duduk sampingan sama kak Vaska"
Kim
"Apa? Gak bisa dibiarin"
__ADS_1
Ucap Ace tak terima dan memeluk Lily dengan sangat erat.
"Eh? Ace ngapain? Ace ih lepas gak? Gue tempeleng nih?"
Ancam Lily, jantungnya langsung disco saat Ace memeluknya, belum lagi tubuh Ace bau cogan. Duh kalo gak ada bocah di sini pasti dah Lily embat.
"Iya tempeleng aja kak, kakak Ace nyebelin. Dibilang jangan deket-deket, eh malah nambah deket"
Setuju Kim
"Sth diam Kim, Lily tuh punya kak Ace, bukan Vaska"
"Punya kak Vaska!"
"Bukan, punya kak Ace"
"Cuman punya kak Vaska titik!"
"Oh gitu? Yaudah, liat nih"
Umch
"AAAKKHHHHH"
Teriak Lily
"KAKAK ACE!!!"
Teriak Kim
"ACE HENTA!"
"KAMU NYEBELIN!!!"
Teriak Lily lagi, duh mukanya pasti udah merah banget.
"Sttt ya ampun kalian teriak-teriak gitu bikin kuping orang sakit aja"
"Baru juga di cium dipipi, masih belum dia anunya pasti pingsan hahahaha"
Tawa Ace kesenangan, akhirnya dia mendapatkan apa yang selama ini dia incar. UwU gak cuci mulut nih Ace seminggu.
Plakk
"Diem Ace, gue lagi ngambek sama lo. Lo ngambil pertamanya gua"
Jengkel Lily
"Em pertama kali dicium ya? Gak papa sayang, kan aku yang nyium, jadi sah-sah aja. Kamu gak usah takut dosa"
Ucap Ace sok tau tentang dosa.
"Kakak Ace bedosa banget, aku bakal aduin ke kak Vaska. Liat aja nanti"
Ancam Kim dengan mata bulatnya.
"Ayo Kim kita keluar, kita ke supermarket aja. Dari pada di sini ada...... HUH!"
Lily
"Kalo marah tambah kyut deh. Yang pink-pink tuh ngode di emutzs, cini-cini"
Tunjuk Ace dengan bibirnya.
"Ish jijik. Yuk Kim buruan"
Lily dan Kim bergandengan tangan meninggalkan Ace sendiri di dalam mobil. Sepertinya Lily tak perlu bersusah payah mencari kado atau hadiah untuk Ace, soalnya Ace sudah mengklaim hadiah yang dia mau.
"Yah kok ditinggal sih?"
Ucap Ace pura-pura cemberut.
Ace tersenyum melihat punggung matenya yang mulai menjauh. Ia mengambil tas Lily yang ada di jok depan. Ia membuka isinya dan mendapatkan smartphone yang pernah dia berikan kepada Lily waktu itu dan menemukan satu smartphone lagi yang kemungkinan punya Lily. Hem? Ace baru pertama kali melihat HP Lily soalnya Lily tak pernah kelihatan bermain HP yang dilakukannya hanyalah melihat kartun di TV.
__ADS_1