
Untuk keluar dari dinding pengurung kota cuman ada dua, yaitu stasiun kereta dan gerbang perbatasan sekaligus jalan tol yang bisa dilalui. Tapi karena seringnya mapis yang menyusup dari gerbang perbatasan membuat pengamanan disana tambah ketat belum lagi manusia sudah tahu cara mengetahui seseorang itu mapis atau tidak.
Kalau Chua lewat gerbang itu lalu darahnya dites habislah sudah nasibnya, 11 tahun dia cuman berpura-pura menjadi manusia akan terbongkar.
Dan kalau lewat stasiun kereta, bagaimana ia bisa membawa motornya? Ia butuh motor untuk melalui hutan dan pergi kekota Black Blood. Makanya jalan satu-satunya cuman dinding berlobang yang dulunya dibuat oleh ayahnya, jalan itu rahasia makanya tak ada manusia atau mapis yang mengetahuinya. Lubang itu hampir ada disetiap dinding kota, kecuali kota Diamond atau Shappire yang dindingnya kelewat kuat dan tinggi.
________________+
"Ken lo dah baca belum hasil analisisanya punya Kimberly sama Arza?"
Tanya Vaska
"Hm"
Jawab Kenzo yang artinya iya
"Huhft ternyata presentasi mereka cuman 58-67 doang"
"Mereka seperti kayak kita gitu, generasi ketiga"
"Walau mereka berhasil jadi mapis, tapi lama kelamaan juga mereka bakalan balik lagi jadi manusia"
"Bagus dong, Kim jadi gak banyak dosa"
"Tapi yang gue bingungnya itu, apa virus yang kita revisi bakalan berhasil sempurna?"
"Ntar kalo mereka balik lagi jadi manusia gimana?"
"Tenang aja itu masih lama, butuh waktu puluhan tahun mapis bisa jadi manusia"
"Kita tunggu aja nanti apa benar mereka jadi manusia, dan bukannya ini bagus ya? Mereka jadi manusia lagi, jadi Kita gak perlu lagi nyusup ke-"
"Kakakk"
Triak Kim masuk ke kamar Vaska dan langsung duduk dipangku Kenzo.
"Ada apa?"
Tanya Vaska
"Kak Shally pergi"
"Eh, kok udah pergi? Kaka belum kasih kunci mobilnya"
Tunjuk Vaska ke tangannya dimana kunci mobil Shally masih ada divaska.
"Gak tau, padahal Kim lagi asyik-asyiknya ngobrol"
Ucap Kim
"Oh iya muka kah Shally tadi merah banget"
Bisik Kim lagi
"Emang kamu ngomongin apa aja sama Shally?"
Tanya kenzo
__ADS_1
"Itu loh, kaka Shally nanya kenapa kak Vaska sekarang beda banget kayak dulu"
"Ya Kim bilang deh kalo kak Vaska suka sama kak Shally"
"YA AMPUN GUSTIII, ANAK SAPA INI YAK?"
"ITU PRIVASI! GAK BOLEH DISEBAR-SEBAR, KOK KIM KASIH TAU KE SHALLY SIH?"
"Emangnya kenapa?"
"Kaka malu"
"Jangan malu"
"Au ah, gara-gara Kim nih! Kakak gak bisa suprise ngucapinnya"
"Nanti"
"Hahahaha wleeee"
Ejek Kim menjulurkan lidahnya
"Kira-kira kakak Ken berani gak ucapin cinta sama cewek yang kakak suka itu?"
Tanya Kim ke Kenzo
"Hah? Emang Kenzo suka sama siapa Kim? Kok kamu bisa tau?"
Tanya Vaska, mustahal sekali Kenzo yang Frozen sangat itu punya cewek yang dia taksir
"Kakak Ken sendiri yang bilang, tapi Kim gak tau siapa cewek yang disuka sama kakak Ken, kakak Ken gak kasih tau"
"Cerita dong cerita, siapa sih cewek yang gak beruntung itu?"
"Ba"
"Cot"
Ucap Kenzo dan langsung pergi meninggalkan mereka, entah sejak kapan Kim sekarang sangat menyebalkan. Ngomongin soal cinta mulu, pasti pengaruh buruk dari tayangan unpaedah alias senetron alay yang selalu tersedia pagi siang dan malam.
Kenzo pergi keluar dan mengambil motor gedenya yang dulu dia beli saat berada di kota Diamond, bisa dibilang semua mapis disini kaya-kaya karena pekerjaan yang meraka lakukan semuanya menghasilkan uang yang sangat banyak. Manusia tak tahu kalau semua teknologi yang mereka gunakan merupakan hasil dari kecerdasan mapis, menurut generasi kedua dan pertama tak seru jika musuhnya tak seimbang. Jadilah beberapa diantara mereka menciptakan senjata luar biasa untuk kemiliteran dibeberapa kota besar, seperti kota Diamond, Shappire, Ruby, Emerald, crystal, pearl dan platinum agar keamanan terjaga.
Kenzo dengan kencangnya melajukan motor tanpa menggunakan helm. Ngomong-ngomong kota Black Blood ini sangat sepi, rumah yang besar-besar itu tidak saling merapat dengan yang lainnya melainkan saling berjauhan. Rumah sakit, salon, pasar, warung atau apapun itu tidak ada disini, hanya ada 1 toko kelewat besar yang didalamnya banyak menujual sesuatu dan 1 pon bensin disampin toko itu.
Kenzo masuk ke toko itu, sepi seperti biasa. Dia membeli beberapa minuman dan cemilan untuk ia bawa ketempat kesukaannya. Saat melewati toko kalung antik, ia ada melihat 1 kalung yang menurutnya tak asing, kalung dengan kristal langka berwarna hijau jambrut. Kenzo merasakan amarah yang sangat amat panas di dadanya, Kenzo mengambil kalung itu dari kotak kaca yang melindunginya.
"Mau beli itu?"
Kenzo kaget saat tiba-tiba saja muncul kakek-kakek 80 tahunan ada didepannya, generasi pertama.
"Iya boleh"
Ucap Kenzo, kalau perempuan itu tak mau memakainya baiklah, Kenzo saja yang menyimpannya.
"Setelah bertahun-tahun akhirnya ada yang mau membelinya padahal kalung ini bagus, kalung ini aku dapatkan setelah berjalan-jalan disekitaran bukit sebelah Utara"
Ucap kekek mengoceh
__ADS_1
"Oh"
Balas Kenzo
"Berapa?"
Kenzo
"Tak perlu, ambillah ini gratis, sepertinya ini punya mu, tak baik mengambil keuntungan dari barang yang cuman kita temui, aplagi mengambil keuntungan dari pemilik barangnya"
Ucap kakek
"Ini bukan punyaku"
Jawab Kenzo
"Begitukah? Sepertinya aku salah sangka terhadap ekspresi mu saat melihat kalung ini"
Ujar kakek
"Tapi walau begitu ambil saja, aku tak membutuhkannya"
"Trimakasih"
Ucap Kenzo. Ia pun langsung keluar dari toko itu dan menjalankan motornya melewati kota mati ini. Tujuannya sekarang adalah bukit kesukaannya dan kesukaan dia.
Kenzo memarkirkan motornya dibawah pohon yang rindang. Kenzo mendaki keatas bukit dan nampaklah matahari yang gagah bersinar diatasnya, Kenzo duduk dibawah pohon yang tumbuh dipuncak bukit itu. Pohon itu tertulis nama kenzo dan namanya, Mereka sendiri yang membuat itu.
Dan seperti biasanya, Kenzo bersandar dipihin lalu mengeluarkan cemilan yang dia beli tadi dan memakannya dengan santai sambil memejamkan mata, rileks.
Namun ia terbangun dengan adanya bunyi nyaring seperti ada yang sedang bertabrakan. Kenzo tidak peduli tapi saat membuka mata dan menemukan banyak api serta asap yang mengepul Kenzo memutuskan untuk menelitinya.
Kenzo berlari pelan-pelan karena ia menuruni bukit yang lumayan tinggi, saat Kenzo mendekat kearah dimana api berasal ternyata itu adalah motor yang habis bertabrakan keras dengan batu, hal itu dilihat dari betapa hancurnya body motor itu. Saking kerasnya, sehingga bahan bakar yang ada didalam keluar dan mengakibatkan api menyambar dengan deras.
"Dimana orangnya? Kok gak ada?"
Bingung Kenzo yang masih merayapi motor itu dari jauh
Agak khawatir, Kenzo berjalan pelan kearah motor terbakar itu, ia ingin melihat yang ada dibalik batu, batu yang batu saja ditabrak. Batunya cukup besar, sehingga Kenzo mengira kalau pengemudinya terpelanting ke arah batu besar itu.
Jalan yang masih curam membuat Kenzo harus ekstra hati-hati.
"Akhh"
Triak Kenzo. saat ia berpegangan pada batu disampingnya, kenzo tergelincir dan membuat tangannya terluka.
"Akhh to tolong"
Suara sangat kecil meminta tolong dibalik batu
"Aaa ternyata bener ada orang dibalik batunya"
"Heh tunggu gue kesana sebentar"
Triak kenzo keorang disana. Dan kenzopun berjalan lebih cepat agar orang yang baru saja mengalami kecelakaan itu bisa terselamatkan. Dilihat dari posisi motornya, sepertinya pengemudi itu menjalankan motornya dipinggir bukit dan saat melewati tanjakan, bukitnya agar sedikit curam dan jalan pinggiran bukitpun agak rapuh. Dan menurut perkiraan kenzo, orang itu oleng saat mengemudi dan malah terjatuh kebawah kaki bukit. Walau hanya bukit dan curam tak terlalu tinggi, seperti ini masih bisa merenggut nyawa seseorang, apalagi terhempas kebatu besar.
Kenzo sudah berada dekat didepan batu itu, kenzo pun meloncat keatas batu itu, belakang badannya panas karena ada api yang membara. Selagi masih belum meledak kenzo harus buru-buru menyelamatkan dirinya dan orang itu, entah habis makan obat apa kenzo ini sehingga ia bermurah hati menyelamatkan orang lain, padahal kalau motor itu meledak bisa saja tubuh kenzo mengalami cacat.
__ADS_1
Kenzo meringis saat melihat orang itu, badan seakan kaku tak mau bergerak padahal api dibelakangnya sudah sampai melalap sedikit jaketnya. Kenzo meloncat kebawah dan jatuh tersungkur karena badannya tak seimbang dan bergetar.