FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter23_Mencarinya 'SELESAI'


__ADS_3

Ace menghidupkan HP itu dan mulai mengotak atik isinya. Layaknya manusia normal Ace terlebih dahulu membuka galeri. Dan Ace sangat senang saat menemukan beberapa poto yang kemungkinan itu adalah Lily. Ace menemukan sebuah poto yang berisi seseorang yang masih kecil dan imut, Ace memperhatikan mata yang bulat dan memiliki tatapan teduh itu Ace yakin kalau ini adalah benar poto Lily waktu kecil. Ace sangat menyayangkan poto itu karena potonya agak buram, mungkin ini adalah hasil jepretan dari sebuah gambar lama, pikir Ace.


Ace terkekeh-kekeh melihat galeri Lily yang penuh dengan poto Lily. Lily berpoto dengan banyak gaya dan ekspresi, walau wajah Lily cantik tapi hasil dari jepretannya malah sebaliknya, di gambar itu Lily seperti sedang membuat meme dari wajahnya. Apa dia tak tahu cara mengambil angel yang tepat untuk memotret?.


"Wkhahahahaha hahahaha ape nih? Ngakak banget. Wahahaha parah si"


Tawa Ace semakin keras saat melihat poto yang yang sedang menangis. Mungkin Lily melakukan itu sebagai perwujudan untuk mengekspresikan suasana hatinya sekaligus mengenang masa-masa pedihnya.


Biasanya~ baru punya hape. Makanya agak udik waktu pertama kali makai.


Ace mengecek semua album lalu ada album yang berjudul keluarga, Ace membukanya dan terdapatlah sebuah poto keluarga yang berisikan tiga orang. Ace memperhatikan wajah dari kepala keluarga tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah Johan. Ace merasa pernah melihat wajah Johan tapi entah dimana dan kapan, mungkin hanya mirip, pikir Ace.


Di album itu terdapat sepuluh poto, satu poto pernikahan Johan dan Cecilia, satu poto bayi perempuan yaitu Lily, satu poto Cecilia masih muda (mirip Lily, pikir Ace), satu poto Johan (hm poto KTP ya?), Satu poto Lily berumur lima tahun, satu poto keluarga yang hanya berisi Cecilia Lily dan Arza masih bayi, satu poto Arza umur tiga tahunan, dan sisanya ada tiga poto Lily dengan Chua. Ace tersenyum melihat album ini, ia merasa kehidupan keluarga Lily sangatlah bahagia berbanding terbalik dengan Ace. Pantas saja Lily sangat sedih dan fustrasi ketika keluarganya satu persatu meninggalkannya. Lily sangat mencintai keluarganya, pikir Ace. Dan Ace agak tersinggung mengingat keluarganya masih lengkap tapi semuanya malah memilih untuk berpisah dan menganggap tidak ada hubungan apa-apa diantaranya.


Entahlah lagipula Ace sendiri juga tak perduli dengan keluarganya.


"Oy ngapain main hape gue? Sini balikin"


Lily tiba-tiba datang dan merebut handphonenya dari tangan Ace.


"Ish, buka apa?"


Tanya Lily, dia ngapain aja? batin Lily.


"Cuman galeri"


Jawab Ace


"Apa galeri? Ace ih"


Kesal Lily tak terima, galeri kan salah satu gudang aibnya.


"Kamu beli apa mate?"


Tanya Ace melirik-lirik ke kantong belanjaan Lily.


"Obat, sini aku obatin"


Jawab Lily dan masuk kedalam mobil.


"Ciye masih peduli rupanya"


Goda Ace


Lily mengobati luka-luka ditubuh Ace mulai dari dibersihkan sampai diperban, Lily melakukannya dengan hati-hati dan teliti.


"Ciye romantis amat mentang-mentang berduaan, duduknya dibelakang lagi sekalian gak dibagasi aja?"


Ucap Chua yang ternyata sudah ada didalam mobil, Lily yang mendengarnya jadi kaget setengah mati, sejak kapan ada Chua disini?.


"Lama amat Chu belanjanya, itu makanan banyak banget buat sebulan ya?"


Tanya Lily.


"Suka-suka gue dong peduli amat, awas aja kalo lo mau minta"


Ujar Chua mengeluarkan semua isi dalam kresek itu.


"Ish bukan begitu, gw cuman nanya"


Ucap Ace dan merebut satu bungkus keripik goreng.


"Ini gak banyak Ly, ini bungkusnya aja yang gede, makanya kelihatan rada banyak padahal kagak"


Jelas Chua yang direspon Lily dengan anggukan saja.


"Hai kakak Kim datang. Eh kakak Ace! Kim udah aduin ke kak Vavas loh tentang masalah yang tadi, awas aja kalo di ulang"


Ancam Kim yang dibalas Ace dengan ledekkan.


"Emang ada apa Kim?"


Tanya Chua

__ADS_1


"Gak papa"


Jawab Kim dan duduk di samping Chua.


"Eh Lily, kenapa duduknya disitu ayo duduk disamping gue supaya kita makin deket"


Vaska masuk dan duduk di kursi pengemudi, ia mendongak kebelakang dan menyuruh Lily agar duduk disampingnya. Mayan, disini gak ada Kenzo jadi gak ada yang dibuat becandain, tapi kalau ada Ace yang lagi bucin-bucinnya sama matenya, goda dikit gak papalah.


"Apa Vas? Bilang ini becanda biar lo masih punya kesempatan hidup"


Ujar Ace dengan senyuman manis kayak gula jawa. Duh, ternyata Ace lebih serem dari Kenzo, gak bisa di ajak becanda nih entar-entar ada bendera kuning didepan rumah.


"Iya Ly, gak usah duduk disini, gua udah pw, posisi wenak"


Ucap Ray yang dari tadi sudah duduk di samping Vaska.


"Sakit ih badan gue, Ray lo aja yang nyetir gue mo bobo"


Suruh Vaska


"Gak denger ya? Gue udah pw kok disuruh pindah-pindah mulu? Ogah ah"


Tolak Ray


"Gue bilang ih, cepet"


Vaska menarik tangan Ray secara paksa, ukh tenguknya masih sakit.


"Aww"


Ray akhirnya menuruti perkataan Vaska dan melajukan mobilnya ke kota Platinum, saat di perjalanan mereka tak akan singgah ke kota-kota lain, mereka akan tetap melaju di jalan tol, nonstop!.


"Akhhh Kim gak kuat, Kim mau turun, Kim mual banget turunin Kim biar Kim jalan kaki aja"


Setelah tiga jam perjalanan, Kim sangat tidak sanggup lagi untuk menahan diri agar tetap dimobil ini.


"Sama mual banget, berapa lama lagi kita bakal sampai?"


Tanya Lily ke Vaska.


Jawab Vaska dan membuat semua orang yang didalam mobil kaget, kecuali Ace.


"APA? Kim bakal pingsan kalo kelamaan di mobil ini"


Ucap Kim tak terima.


"Ututu kacian banget dedeknya Vavas, ini minyak angin telon biar gak mual"


Ucap Vaska mengeluarkan barang favoritnya pas lagi mewek.


"Ini kok ada bau kentut? Saha yang kentut disini? Wa parah gue mau pingsan"


Ucap Ray yang terganggu dengan bau kematian tersebut.


"Jangan bacot ih, pala gue pusing"


Ucap Chua dengan mata terpejam, ia tak bisa membuka matanya saking pusingnya.


Mereka semua diam dan memfokuskan kepala mereka agar tidak terlalu pening sampai sembilan jam berlalu dan mereka langsung terkapar di ranjang hotel yang sudah mereka sewa.


DISISI LAIN~


"APA? KABUR? BAGAIMANA BISA?. ARGUS, KENZO JELASKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI, BAGAIMANA BISA SEPERTI INI?"


Teriak Arnold marah.


"Maaf pak, ternyata Ace dan temannya bersekongkol. Saya dan tuan Kenzo sudah berusaha menghentikan, tapi dengan mudahnya mereka mengalahkan kami. Maaf pak, ini karena saya lalai, saya lengah dan tak mengetahui ternyata ada orang yang mengintai dan akhirnya memukul saya. Pak Kenzo yang mendengar saya berteriak, menjadi lengah juga dan akhirnya kami yang kalah. Sekali lagi maaf Tuan"


Jelas Argus


"Siapa mereka? Siapa teman Ace yang membantunya untuk kabur"


Tanya Arnold

__ADS_1


"Higer Vaska dan Ray. Mereka berdua yang melakukannya"


Ucap Argus


"Apa? Bukannya mereka bilang kalau mereka sudah tak berteman dengan Ace? Mereka juga kelihatan tak perduli"


Ucap Arnold tak percaya, baru kali ini ada orang yang berani membohonginya.


"Itu berarti mereka bersandiwara. Maaf sebelumnya tak memberi tahukan, saya sebenarnya sudah mencurigai mereka tapi saya tak punya bukti untuk menjelaskannya makanya saya diam. Ini semua hanya pemikiran saya saja"


Lyra menambahkan


"Lyra~ kenapa kau tak memberi tahu, bukanya pemikiran mu itu tak pernah salah? Coba jelaskan, apa yang kau pikirkan"


Suruh Arnold


"Maaf soalnya saya kurang yakin. Tak ada mapis yang berani langsung terang-terangan berbohong kepada lord. Sulit di percaya"


"Saya cuman mempunyai pirasat tak enak saja, saya curiga waktu mereka berbohong kalau mereka tak berteman lagi, tapi waktu itu saya pernah melihat mereka berkumpul ria dan kelihatan sangat akrab"


Jelas Lyra.


"Hmm Vaska? Ray? Mereka berkhianat dan menampakkan itu semua di hadapan Argus dan Kenzo?"


"Dan sekarang kau bilang mereka bertiga sudah kabur?"


"Luar biasa, aku tak percaya kalau anak generasi sekarang sudah mulai memberontak"


"Dan anakku malah ikut-ikutan?"


"Mereka sudah bersekongkol dengan manusia dan sekarang mereka kabur? Hmm~ liat saja, apa yang akan mereka lakukan nanti"


"Sepertinya kita harus menjalankan rencana yang sudah ku buat tahun-tahun sebelumnya. Kenzo ayo kita rapat sekarang"


"Argus! Panggilkan sersan yang lain"


"Lyra, siapkan dokumen yang sudah aku buat dengan prof.Marx"


Perintah Arnold


"Siap pak"


Jawab Kenzo, Lyra, dan Argus serentak. Dan mereka bertiga langsung keluar meninggalkan Arnold sendiri diruang kerjanya.


"Seharusnya aku tak menerima kehadiran manusia disini. Walau hanya satu orang"


"VASKA!"


"Jika kau bukan anak dari seorang yang ku hormati, pasti dari dulu kau sudah tak bernyawa"


"Sahabat ku~ saudaraku~ kau sepertinya salah menilai tentang anak angkat mu itu. Lihatlah sekarang dia menjadi apa? Kau bilang dia akan memberikan kebahagiaan kepada semua orang. Tapi sekarang malah kebalikannya"


"Manusia itu sama saja. Besar kecil kaya atau miskin kita semua tak tahu jalan pikiran manusia yang licik itu"


"Dan buktinya adalah Vaska"


"Aku yakin kalau Ace tak mempunyai seorang mate. Itu hanya bualannya saja supaya aku berkecil hati. Padahal itu temannya Vaska si manusia penghianat itu"


"Dan mereka berdua menghasut anakku dan higherku untuk memberontak dan berkhianat"


"Tapi tahun-tahun terakhir mereka manjadi higher kan? Untuk apa?"


"Mereka sangat telaten mengerjakan tugasnya"


Arnold diam dan berpikir sejenak, 'klik' Arnold menjentikkan jarinya, ia tahu apa maksud Vaska sebenarnya. Kenapa dia ingin menjadi higer dan kemudian secara tiba-tiba langsung menjadi penghianat.


"HAHAHAHAHA TIDAK MUNGKIN TIDAK MUNGKIN"


"KAMI PARA PETINGGI ORGANISASI TAK AKAN MEMBIARKAN INFORMASI SEDIKIT APAPUN AKAN BOCOR BEGITU SAJA. ANAK-ANAK KU~ PERJALANAN KALIAN PASTI AKAN SULIT"


"HAHAHAHA"


Tawa Arnold seperi orang kesurupan.

__ADS_1


Arnold mengambil handphonenya dan menelepon mata-mata andalannya untuk mencari Vaska CS dan kemudian menelepon anak buah Argus untuk menjemput sisa teman-teman Ace yaitu Meta dan Shally. Lyra bilang mereka juga berteman sangat dekat dengan Ace, siapa tahu mereka juga pengkhianat. Mending ditangkap dan di interogasi dulu sebelum mereka juga ikutan kabur. Arnold takkan membiarkan dua wanita itu berbohong lagi.


__ADS_2