
"Kalo lo keras kepala gini bisa-bisa lo di usir dari kota ini atau lo bakal dihukum mati? Kalau sampai itu terjadi lo gak bisa ketemu sama mate lo lagi"
Bujuk Kenzo agar Ace memberitahukan dimana matenya.
"Kalo gue kasih tau dimana mate gue, apa yang bakal kalian lakuin ke dia?"
Tanya Ace menaikkan satu alisnya.
"Sesuai peraturan yang berlaku"
"Manusia yang sengaja atau enggak sengaja masuk kekota ini bakal dibunuh. Kami semua gak mau ada kejadian kedua kalinya"
"Jadi Ace jangan bikin gue bertanya dua kali. Dimana mate lo berada?"
Kenzo memegang pundak Ace dengan tatapan yang mengintimidasi, Kenzo memang aktor yang hebat.
"Ya!, kalau lama menjawab kami akan memberikan kamu hukumannya juga. Kami akan mencari sendiri dimana mate kamu lalu sama-sama menghukum mati kalian berdua"
"Di tempat dan waktu yang sama"
Ujar Argus menambahi dan menatap rendah Ace yang sedang dirantai.
"Oh iya tuan Kenzo, waktu anda dan dia masih berteman, tempat manakah yang sering dia kunjungi? Mungkin disana ada petunjuk"
Ujar Argus
"Sebentar aku ingat-ingat dahulu, emmm"
Kenzo mengetuk-ngetukan jarinya ke dagu agar terlihat seperti orang yang berfikir.
"?"
"Kau jaga dia, aku ingin keluar"
Ujar Kenzo, bukannya menjawab pertanyaan Argus ia malah keluar meninggalkan mereka.
"Baik sersan Kenzo"
Patuh Argus dan memulai menyiksa Ace karena tak memberi satu petunjuk pun tentang buronan itu.
"Halo kenapa kenapa Ken? Ada masalah?"
Tanya Vaska karena Kenzo menelponnya.
"Em dikit"
Kenzo
"Apa?"
Tanya Vaska
"Gue disuruh bawa kalian semua kesini tapi untungnya itu bisa ditunda dulu"
"Mereka pengen banget nangkap Lily"
"Atau Ace dalam masalah nantinya, Ace keliatan banget lagi ngelindungin matenya itu, jadi mereka tambah curiga kalau ada apa-apa sama matenya"
Ujar kenzo
"Trus gimana dong?"
"Gimana kondisi disana?"
Tanya Vaska, apa mereka bisa menyusul kesana?.
"Kondisinya bagus, Ace ditahan diruang tertutup. Yang jaga juga cuman Argus sama gue"
"Tuan Arnold juga kayaknya ngerahasiain masalah ini dari yang lain, sampai-sampai nyuruh Argus buat nyuap anak buahnya supaya diam"
Ucap Kenzo memberikan informasi tentang keadaan disana.
"Namanya juga bapaknya. Pasti dia malu punya anak kayak Ace yang pengkhianat"
Ucap Vaska nyinyir dikit.
"Yah mungkin"
"Udah ya. Kayaknya Tuan Arnold udah balik lagi"
Ngapain dia kesini?
Ucap Kenzo melihat Arnold yang menuju keruang tahanan Ace.
"Iya bay, tiati ma bapak Ace"
Saran Vaska, ia was-was dengan adik tercintanya itu kalau diapa-apain sama bapak Ace.
-tuttut-
Kenzo memasuki ruangan tahanan yang didalamnya sudah ada Ace, Argus dan lord Arnold.
"Kenzo"
Ujar Arnold melirik Kenzo sedikit yang ada dibelakangnya.
"Iya tuan"
Ucap Kenzo
__ADS_1
"Tolong kamu kumpulan orang-orang yang pernah sekelompok sama dia"
Suruh Arnold untuk kedua kalinya
"Kelompok?"
Beo Kenzo
"Kelompok misi 2 tahun lalu"
Perjelas Arnold lalu berbalik dan menendang Kenzo.
Gawat
"Untuk apa pak?"
Tanya Kenzo
"Aku punya firasat kalau mereka juga bersekongkol dengan anak ini"
"Aku sedikit ingat kalau aku memasukkan Ace kelompok temannya, kalau tak salah kelompok 7 iya tidak? Kau termasuk kedalam sana juga kan?"
"Tapi aku takkan mencurigai mu, aku sudah tahu betul tentang bawahanku yang satu ini. Kau adalah kepercayaan ku, jangan kecewakan aku ya"
"Jadi, bawa mantan teman-teman mu itu kesini"
"Secepatnya!"
Perintah Arnold yang harus di patuhi.
"Siap pak"
"Saya akan mendatangi mereka, saya sudah tak punya kontak mereka lagi"
Ucap Kenzo
"Sepertinya kau memang sudah tak berhubungan dengan mereka lagi"
"Silahkan"
Ucap Arnold, Arnold ini mudah sekali untuk dikibulin.
"Siap saya pergi"
Kenzo berbalik dan bergegas untuk membawa teman-temannya kesini.
"Argus!"
"Iya"
"Kau boleh bermain dengannya sebentar. Aku akan pergi"
Ucap Argus tersenyum bahagia
_
"Gimana nih, gue gak mau kalian dalam bahaya. Mungkin gue bakal pergi kesana"
Ujar Lily tak tega, dari pada semuanya kena masalah. Lebih baik ia menyerahkan dirinya sendiri kepada organisasi dan semuanya tak akan terbebani.
"Jangan Ly, lo ngebuat perjuangan Ace sia-sia"
"Bisa jadi kalian berdua yang dibunuh, atau bisa jadi lo aja yang dibunuh, tapi sebagai gantinya Ace bakalan sengsara karena Mate-nya sudah gak ada"
"Jadi, mau pilih apa? Mending diam aja disini"
Hm, Lily menyerahkan diri bukan berarti Ace akan selamat juga. Pikir Meta.
"Kenzo tadi ngomong kalau kita disuruh kesana. Apa kita perlu kesana? Yang jagakan cuman lord Arnold sama Argus. Kita bisa ngalihin perhatian lord Arnold dan Argus bisa kita habisin pakai tangan kita sendiri"
"Gimana?"
Rencana Vaska
"Guds, gue pilih rencana itu aja"
Ucap Ray menyetujui
"Jadi setuju kan kalau kita yang otw kesana?"
Tanya Vaska ke yang lain
"Okey"
Ray, Meta dan Shally kompak
"Lily, Key sama Kim diam di sini aja"
"Biar kita berempat yang atasin"
Ucap Vaska percaya diri
"Uwow keren"
"Tapi, emang lo bisa Vas? Elo kan habis siuman, belum lagi ini udah tengah malam. Gak mau istirahat dulu apa?"
Khawatir Shally
"Justru tengah malam waktu yang pas buat bebasin Ace, kalo pagi keburu mati orangnya"
__ADS_1
Jawab Vaska
"Yaudah deh, gue bantu doa aja"
"Jantung-jantung ya"
Ucap Chua melambai tangan.
"Hati keles. Masa jantung"
Ucap Lily memandang Chua dengan wajah yang ngode di tampol.
"Iya, maksudnya hati-hati"
Ujar Chua memperbaiki ucapannya.
"Iya hati-hati kok, adek ipar perhatian banget. Gw restuin deh, tapi kawinnya nunggu gue dulu ya"
Ucap Vaska menepuk-nepuk jidat Chua.
"Idih lama dong. Kan ciwinya gak peka"
Nyinyir Chu entah kesiapa
"Bukan masalah ciwinya Key, itu mah salah jantannya juga kalik, masa sampe sekarang masih belum dor dor sih"
Ray menambah-nambahi
"Hiya hiya hiyak"
Meta
"Wkwkwkwk"
Lily
Shally yang dari tadi dijulidin hanya diam, huh sebenarnya Shally lah yang paling peka di kelompok ini. Shally juga jengkel saat Vaska memanas-manasinya tentang Lily, tapi Shally mengikuti alur saja biar Vaska berhenti mengejarnya.
"Dah ya, ayo semuanya kita berangkat"
Ucap Shally
"Yokkk"
Semuanya berjalan menuju pintu. semangat 45.
TOK TOK TOK
Pintu markas berbunyi dan membuat eemua orang menghentikan langkahnya.
_
"Malam tuan"
Ucap Lyra di depan pintu.
"Lyra? Kenapa masih disini? Bukannya pulang dahulu"
Arnold
"Saya tidak bisa pulang, kalau tuan belum pulang malam ini. Kenapa tuan bergadang selarut ini dikantor? Apa ada masalah?"
Ucap Lyra berjalan mendekati kedudukan Arnold.
"Yah sedikit. Ini perihal anakku"
Arnold
"Ada apa dengan anak tuan?"
Lyra
"Anakku, dia melanggar peraturan. Dia membawa manusia yang merupakan Mate-nya ke kota ini. Sepertinya dia ingin tinggal disini bersama mate-nya"
"Tapi untunglah ada anak bauh Jhonson yang memberitahukan perihal seperti ini"
Ucap Arnold menjelaskan ke Lyra.
"Bagaimana, apa manusia itu sudah tertangkap?"
Tanya Lyra.
"Belum, Ace menyembunyikannya. Aku sudah menyuruh Kenzo untuk membawa teman-teman Ace kesini. Aku yakin temannya pasti tahu"
Arnold
"Bukannya Kenzo itu teman Ace juga?"
Lyra
"Dia sudah tak berteman lagi, ia sudah memutuskan hubungan keluarga dan pertemanan sejak bergabung keorganisasi ini. Aku yakin itu benar, sikapnya sudah mencerminkan kehidupannya"
Arnold
"Begitu kah? Bukannya mereka sudah berteman sejak kecil, sayang sekali ternyata Kenzo hanya menginginkan jabatan tinggi dan meninggalkan teman sekelompoknya"
Hem, ada apa dengan anak itu. Aku masih ingat kalu minggu-minggu kemarin dia masih bersama dan berkumpul bersama temannya dimarkas. Apa dia sedang berbohong? untuk apa? tenang saja Kenzo, aku berada di pihak mu. Aku tak akan memberi tahu siapapun, aku hanya menjadi penonton. Sepertinya akan terjadi sesuatu yang sangat menarik hihi
Batin Lyra menebak-nebak apa yang akan terjadi kedepannya, walau dia anak buah Arnold. Lyra ada seseorang yang berkeadilan abu-abu.
__ADS_1