
Dorrr
Dorrr
Groooowwworr
Ngaung harimau terkapar karena ada seseorang yang menembaknya dengan pistol
"Vaska!"
Triak Lily, ternyata orang menyelamatkan adiknya adalah Vaska
"Iya pangeran Vaska disini"
Ucap Vaska berjalan kearah Lily dengan elegan layaknya slow motion.
Grrrrr
Erang harimau mundur dari tubuh Arza
"Vaska tolong Arza terluka"
Tunjuk Lily kearah Arza yang terkapar lemah dibawah pohon
"Hmm. Ternyata masih disini lu ya bocil? Gua kira lu udah mengembara lagi"
Ucap Vaska basa-basi dan direspon Arza dengan lirikan
"Kenal Arza?"
Tanya Lily
"Iya, kenal dong masa engak. Dia kan hasil eksperimen yang kami buat tahun-tahun lalu"
Ucap Vaska bangga. Ia selalu mengatakan ini kesetiap mapis yang ditemuinya, dan semua mapis itu selalu memuji Vaska atas kehebatannya yang berhasil melakukan revolusi.
"Eksperimen? Maksudnya?"
Tanya Lily bingung
"Lah? Bukannya organisasi udah besar-besaran kasih tau kesemua mapis kalau kita bisa ngubah manusia jadi mapis"
"Dan itu berkaat usaha gue, Ace dan temen gua yang lainnya. Yang berhasil melakukan revolusioner dan memperbanyak jumlah mapis"
Ucap Vaska memperjelas, kenapa mapis ini? Dia sama sekali tak update.
"Gu gue gak paham. Tapi ada satu pertanyaan yang pengen gua sampaiin"
Ucap Lily, kayaknya dia sedikit faham kenapa adiknya jadi seperti sekarang.
"Iya apa"
Vaska
"Apa Arza,, maksudnya adik gue. Apa dia berubah jadi mapis itu gara-gara kalian termasuk Ace?"
Tanya Lily dan dia berharap jawabannya tidak, ia sudah senang mendapat teman baru yang baik seperti Ace dan Vaska.
"Adik? ADIK?!!!"
"Elo manusia?"
Tanya Vaska balik bertanya. Oh astaga, Vaska dalam masalah. Mungkin gorokan leher yang pantas menjadi hukumnya.
"Kalo iya kenapa"
Jawab Lily
Sial Ace kok gak kasih tau kalo dia manusia
Dan dia tahu rahasia terbesar mapis sekarang
"Enggak becanda kok. Lupain!"
"Lupain aja yang gue bilang tadi"
Ngeles Vaska gugup, sial ia berucap sebelum berpikir terlebih dahulu.
"Lupa? Gimana gue bisa lupa, kalo ada orang yang udah ngehancurin masa depan adik gue"
"Gue gak nyangka ternyata kalian sejahat ini"
Ucap Lily dan memandang Vaska tajam
"Hahahahaha"
"Gue yang salah. Mapiskan semuanya sama saja"
"Gak bisa dipercaya, ada aja kelakuannya yang bikin orang benci mereka"
__ADS_1
Lily tak menyangka, hatinya seperti teriris dan terasa sangat sakit membayangkan orang yang ingin dia cintai ternyata mengkhianatinya.
"Jadi Vas, tolong jujur"
"Apa bisa lo balikin Arza seperti semula?"
Tanya Lily dengan sangat lembut
"Gak bisa Ly"
Jawab Vaska
"Aku benci kalian! Belum cukup kalian ngerenggut papa gue, kalian ambil juga adik gue?"
Triak Lily marah, sangat. Dan juga, secara tidak langsung mereka telah membunuh ibunya juga.
"Cukup kak!"
Triak Arza
"Apa Arza? Kamu mau terima gitu aja, kalau mereka jadiin kamu mapis? Mereka udah ngancurin masa depan kamu sebagai manusia biasa"
"Dan sekarang hidup kamu gak tenang dan selalu merasa kalau hidup kamu gak berarti apa-apa. Semua itu gara-gara mereka"
Ucap Lily yang sesungguhnya adalah benar
"Ly tolong diam dulu, gue janji bakal jelasin, ini semua ada maksudnya"
"Gue memang jahat, dan gue setuju sama itu. Tapi tolong, dibalik ini juga ada sesuatu yang pastinya lo bakal ngiyain"
Mohon Vaska
"Apa?!!"
"Jelasin Vas, gue mau denger"
Lily menatap Vaska sangat memohon
"Gak ada waktu buat berdebat, harimaunya bangkit lagi"
Arza berteriak, ada apa dengan kakaknya? ia tak kenal tempat dan waktu untuk berdebat.
"Hah?"
"Kayaknya peluru itu gak sampai ke organ vitalnya sampai-sampai dia masih bisa bertahan"
Ucap Vaska khawatir
"Apa maksudnya Vas?"
Tanya Lily
"gue cuman bawa tiga peluru, 2 nya sudah gue pakai"
Jawab Vaska
"Jadi cuman sisa satu?"
Tanya Lily khawatir, apa mereka bertiga akan selamat?.
"Iya, kesempatan kita cuman ada satu. Gue harus nembak tapat di jantungnya"
"Apalagi dia gerak-gerak mungkin bakal susah"
Grrrrrr
Rooouurrrr
Tanpa disadari, saat Vaska dan Lily bernegosiasi harimau itu malah menyerang terlebih dahulu membuat semuanya kaget.
"Akhrr, sial cepet banget"
Uhh tangan gue
"Vaska! Gak papa"
Tanya Lily lalu ingin menghampiri Vaska
"Jangan kesini! Dia lagi ngincar lo, liat!"
Cegah Vaska, walau harimaunya sudah menjauh tapi kalau mereka bergerombol pasti sangat mudah harimau itu menyerang, mereka harus terpisah-pisah
Bagus dong
Lily melirik kearah Vaska dan mengisyaratkan kalau dia akan mengalihkan perhatian harimau ini dan saat yang tepat Vaska akan menebaknya.
Ide bagus tapi agak bahaya
Hati-hati Ly
__ADS_1
Batin Vaska dan mengisyaratkan Lily agar berhati-hati
Rourrr
Dengan kecepatan penuh harimau itu mengejar Lily yang sedang berlari, tapi karena harimaunya lebih cepat, harimau lah yang menang dan berhasil membuat sobekan-sobekan di daging Lily.
"Akhhhhhh"
"Aw sakittt"
Lily merasakan darah yang mengalir deras ditangan dan pundaknya, dia juga masih bergelut dengan harimau itu karena harimaunya tak mau menjauh dari Lily. Mungkin harimaunya merasakan kalau daging Lily ini enak dan akan ia santap setelah acara ini selesai.
Sial, harimaunya gerak-gerak mulu
Fakus Vas fokus
DDOOORRRR
"Kena!!!"
Sorak Vaska senang, bidikannya berhasil.
Grrrr
Harimau yang linglung menjauhi tubuh Lily dan sedikit agak ketakutan melawan mereka lagi
"Lily!"
Vaska berteriak
"Kakak!"
Teriak Arza juga
"Gawat lukanya parah"
Ucap Vaska melihat luka ditubuh Lily yang lebih banyak dari pada yang lain.
Grrrrrr
Harimau yang sudah terkapar dan ingin kabur, memilih untuk melawan lagi, Harimau itu juga sudah berdiri tegap dan mulai mengintai mangsanya dengan sebelah mata.
"Apa apaan nih? Harimaunya bangkit lagi"
Tanya Vaska bingung, Harimaunya sangat tangguh dan sekarang Vaska sadar harimau ini yang dilepas organisasi ke hutan, tapi sebelum dilepas harimaunya suda di beri obat ntah apalah itu, organisasi kebanyakan rahasia.
Sretttt
Harimau berlari kearah Vaska dan menggoreskan kuku tajamnya ke tubuh Vaska
"Akhh"
Teriak Vaksa kesakitan
Sreettt
Bunyi kuku lagi
"Akhhh"
Teriak Vaska lagi, harimau itu menyerang dadanya
"Vaska!"
Arza yang merasa kasian memilih membantu
"Jangan kesini, lindungin kakak kamu"
Perintah Vaska
Buk buk buk
"Kenapa gak mati sih? Bukannya udah gue tembak di jantung"
Vaska menendang-nendang perut harimau yang berada diatasnya dengan sisa tenaga yang dia punya.
BHUKKKK
Serangan terakhir Vaska lebih kencang menendangnya dan harimau tak berani menyerangnya lagi.
GRRR
Harimau itu mundur ketika Vaska menendangnya dengan keras. Agak sempoyongan, harimau itu berlari dan menggigit bahu Arza yang masih lemas, lalu membawanya pergi menjauh. Vaska dan Lily yang sedang terluka, tidak bisa mengejar harimau itu.
Vaska berjalan tertitih-titih ke arah Lily yang sudah pingsan, lukanya sangat parah, banyak cakaran yang ada di tangan dan bahunya. Vaska menggendong Lily dengan sisa tenaganya dan membawanya ke tempat dimana motornya diparkir.
Vaska merasa tak perlu khawatir pada Arza karena dia seorang mapis yang tangguh, belum lagi harimau itu sudah lelah dan terluka. Arza pasti selamat.
FLASHBACK OFF
__ADS_1