
"Vaska nyebelin! Bisa-bisanya lo balapan padahal lagi bonceng cewek. Huh nyesel gue"
Omel Shally menggeplak-geplak kepala Vaska dengan kedua tangannya.
"Hehehe"
"Maap beb"
Kekeh Vaska dengan cengiran khasnya
Ctttttt
"Cepet banget Vas"
Ucap Ray setelah sampai didepan rumah Shally
"Hahaha Shell rambut lo kenapa?"
"Wakakaka kayak gembel"
Ejek Ray tertawa terbahak-bahak
"Loh kenapa rambut gue? Kenapa Vas?"
Tanya Shally yang sudah memasang kuda-kuda untuk menyerang Vaska
"Emm gak tau"
"Udah ya, gue mau kerumah Ace. Bayyy"
Ucap Vaska terburu-buru dan langsung melajukan motornya setelah melihat mata Shally yang melotot
"Eh Vas! Jawab dulu"
Triak Shally tapi sayangnya Vaska sudah pergi menjauh
"Hedeh kepala gue pusing"
"Shell itu rambut lo berantakan. Coba ngaca?"
Setelah selesai menjinakkan sakit kepalanya akhirnya Meta menjawab tanda tanya yang ada didalam kepala Shally.
"Apa!?"
Kaget Shally ternyata perkiraannya benar, padahal ia sudah pakai helm. Shally pun langsung berlari masuk kerumah
"Eh eh kok udah jalan Ray? Itu Shally gak ditungguin?"
Tanya Meta karena Ray dengan terburu-burunya meningalkan Shally tanpa menunggunya terlebih dahulu.
"Gak ah. Ntar dia marah-marahnya ama aku, makanya mending cabut duluan"
Alasan Ray
"Kamu ini bedosa banget"
Ucap Meta dan menjentik tenguk Ray yang ada tahi lalatnya
Masih dirumah Shally~
"Ish rambut gue yang paripurna jadi kusut deh. Gara-gara Vaska sama Ray nih, main balap-balapan segala"
"Gak ngeliat apa, bidadari punya rambut bagus"
"Ujung-ujungnya dirusakin"
Ujar Shally masih saja mendumel
"Eh Metanya kemana? Padahal gue mau minjemin sisir karna rambutnya juga ikutan kusut"
"Yakin gak sih Ray tuh pacarnya hehehe"
"Rambut pacar yang kusutnya udah kayak akar, masa nggak ngeliat"
Ucap Shally berbicara sendiri dan masuk ke mobilnya kemudian.
-
"Hai pren"
"Apa kabar Ace? Kok minggu ini gak ada kabarnya sama sekali sih?"
"Ngapain lu?"
Tanya Vaska basa-basi setelah nyelonong masuk kerumah orang
"Gak ngapa-ngapain"
Jawab Ace
"Lah trus? Kok jarang kemarkas? Btw hari ini kita lagi ngadain party loh,, lo harus ikut"
Ucap Vaska ngelirik-lirik kelaptop yang sedang digunakan Ace.
"Y"
Jawab Ace seadanya
"Cepet siap-siap! Ini udah sore"
Suruh Vaska dengan aba-aba hendak membuka baju Ace
"Kan katanya malam. Masih lama, gue mau tidur dulu"
Ucap Ace yang berdiri dan mencolok mata Vaska yang kelakuan sudah kayak jablay.
"Bantu-bantu bikin makanannya lah, masa lo cuman makan doang"
Ujar Vaska
"Lagi males Vas"
Ace menutup leptopnya dan mendorong tubuh Vaska yang mengahalangi jalannya kekamar.
"Uuu beban"
Ujar Vaska ber-U-U kayak anak esde
"Beban palamu, dahlah pergi sana"
__ADS_1
Ucap Ace kesal, inilah Vaska kalau dekat-dekat dengan Ace makan susah ngelepasnya (dalam artian Vaska saja, Ace mah ogah, dikira gay kali).
"Lo ngusir gue?"
Tanya Vaska dengan tangisan yang hendak pecah
"Iya, pergi sana!"
Ucap Ace mengayun-ayunkan tangannya dan dibantu mata melotot andalannya.
"Hari ini kok orang-orang pada jahatin gue mulu yak? Padahal hari ini gue gak ulang tahun"
"Kenapa sih? Aku tuh gak bisa diginiin"
Ucap Vaska melalui tubuh Ace
"Alay lu mah"
Ucap Ace dan menendang bokong Vaska yang bahenol.
"Yaudah gue duluan ya"
Ucap Vaksa dan berjalan menuju pintu
"Eh? Saha?"
Kaget Vaska saat berpapasan dengan Lily
"Aaccceeee~"
"Ketauan nih yee"
"Ace punya simpenan"
"Pantas aja temennya dicuekin semua. Ada yang lebih hot toh"
Ucap Vaska dengan seringaian yang pertanda kalau dia mendapat bahan gibah baru.
"Ck"
Ace
"Neng kenalan dong. Nama abang Vaska"
Ulur tangan Vaska ke Lily yang sebelumnya sudah ia lap dengan bajunya sendiri, kasian kalo saliman sama cewek cantik tangannya kotor, kata Vaska.
"Lily"
Jawab Lily menyambut uluran tangan Vaksa
"Udah berapa lama tinggal disini? Ace gak ngapa-ngapain lo kan?"
Tanya Vaska mendekat-dekatkan wajahnya ke Lily
"Engg gak kok"
Jawab Lily gugup, apa maksudnya coba, pikir Lily.
"Eh ngadi-ngadi lu Vas. Enak aja gue dituduh begitu"
"Dahlah pergi sana, sebelum badmood gue tambah parah"
"Ciyeah, pake badmood segala"
"Yaudah gue pergi. Misi neng cantek"
Ucap Vaska cengengesan dan mencolek pipi Lily, habis itu langsung kabur, takut kalau Ace ngamuk karna sudah sembarangan colek punya orang.
"Ly, pakai baju rapi banget. Pulangnya hari ini ya?"
Tanya Ace saat melihat penampilan Lily
"Iya Ace. Maaf ya, Tapi aku janji"
"Aku bakal pelan-pelan belajar cintain kamu"
"Makasih, tapi gak usah dipaksa"
"Bisa aja kamu sukanya sama yang lain"
"Eh? Maksud kamu apa ngomong gitu?"
"Aku boleh pacaran sama orang lain?"
"Hem? Kamu salah tangkap maksud aku"
"Tapi gak papa"
"Coba aja pacaran sama orang lain kalo kamu berani"
"Gini-gini juga aku bisa cemburu"
Ucap Ace tersenyum manis
"Eh hehehe gak kok Ace, cuman nanya"
Ya ngak dong Ace. Seumur hidup mana ada cowok yang seperpek kamu, kamu aja yang gak pas datangnya. Makanya aku masih belum bisa ngenerima kamu
Batin Lily
"Ouh kirain"
"Tapi janji ya. Disana jangan lupain aku"
Ucap Ace menatap Lily intens
"Iya Ace janji. Ace gak marah lagi kan sama aku?"
Angguk Lily dan tersenyum ria
"Gak dong, mana bisa aku marah sama kamu"
Ucap Ace mengelus pipi Lily yang habis dicolek Vaska tadi.
"Masaa? Tadi pagi apa?"
Tanya Lily nyinyir dengan muka yang ngode pengen di gampar.
"Itumah cuman ngetes doang"
__ADS_1
Ucap Ace ngeles
"Hehe syukur deh kita bisa baikan lagi. Aku seneng banget bisa kenal sama Ace"
"O iya Ace aku pengen jujur"
"Apa?"
"Sebenarnya diam-diam aku dulu pernah benci sama kamu, karena kamu mapis"
"Aku benci banget sama mapis Karena dia udah bikin papa aku meningal"
"Tapi tapi"
"Aku udah buang jauh-jauh semua pemikiran itu"
"Ace baik kok. Banget malah"
"Aku beruntung, ternyata mate aku orangnya perhatian dan sayang sama aku. Makasih Ace"
"Bukan sayang lagi. C-I-N-T-A, cinta!"
Ucap Ace menekan setiap kata yang dia ucapkan
"Hehe tapi aku masih tahap sayang, Ace"
"Gak papa, seneng kok aku kalo Mate aku ternyata udah sayang sama aku"
BRAKKK
"Hai, Ace!"
Traik seseorang yang sepertinya marah
"Elo? Lagi?"
"Ngapain kesini? Belum kapok ya gue pukulin lo sampai ******?"
Ucap Ace memasang wajah datarnya seperti semula.
"Cih"
"Semua masuk!"
Ucap orang yang semalam menahan Lily.
"Siap bos Ricko"
Ucap sang anak buah
"Ricko? Anak buah Jhonson kan?"
Tabak Ace. Ternyata nama asli Dany adalah Ricko
"Gue bukan anak buahnya! Gue tangan kanan Jhonson"
Elak Ricko tak ingin disamakan dengan anak buah yang lemah
"Sama aja"
"Aelah"
Ucap Ace malas sambil memutar bola mata
"Lo jangan main-main sama gue"
"Gue kalah waktu itu, karena fokus gue kemanusia itu"
"Dan sekarang, gue udah siap buat ngabisin lo"
Tantang Ricko percaya diri
"Dengan senang hati gue terima tantangan lo"
Ucap Ace siap untuk bermain-main sebentar
"Ace! Jangan!"
Cegah Lily menarik kaos Ace
"Kenapa?"
Bisik Ace
"Nanti kamu kenapa-napa gimana?"
Khawatir Lily
"Tenang aja"
Ucap Ace
"Satu lawan satu"
Lanjut Ace lagi
"Iya satu lawan satu kok. Gak usah cemas kalo anak-anak buah gue bakal ngekroyok lo"
"Tapi syaratnya"
"Kalo lo kalah, serahin cewek lo"
Ucap Ricko memandang Ace remeh
"Kalo ngak gimana? Menang, kalah gue gak bakal jadiin cewek gue taruhan"
"Kalo lo maksa, mending balik aja deh"
Ucap Ace enggan, ia tak mau membuat Lily terseret kedalam masalahnya juga.
"Cih, lo pikir gue bakal nurut? Tujuan gue kesini cuman buat cewek itu"
"Jadi, mau gak mau gue bakal seret cewek lu ketempat gue"
Paksa Ricko
"?"
Bhukk
__ADS_1