
"Chua, kita mau kemana?"
Tanya Lily saat Chua menyeretnya keluar dan menyuruh untuk kabur bersama.
"Pergi dari sini, ayo ikut jangan kelamaan"
"Ayo Kim, kamu ikut juga"
Ucap Chua dan mengambil kunci motornya.
"Kenapa? Lo tega ninggalin mereka"
Tanya Lily
"Bukannya begitu Ly, kita pergi supaya gak ngebebanin mereka"
Jelas Chau, maksudnya adalah. Apabila mereka gagal dan organisasi mengetahui markas mereka dan Lily sama Chua masih ada disini, itu membuat rencana gagal. Ace dan Kenzo pasti tak mau matenya celaka.
"Ayok jangan kebanyakan nanya"
"Cepet naik, ntar kalo ketauan gimana?"
Chua menepuk bangku jok belakang.
"Yaudah deh, mereka gak marah kan nanti?"
Tanya Lily memastikan, Chua yang mendengar itu jadi malas sendiri.
"Ya enggak dong, tenang aja mereka bisa diandalin, gak bakal ada yang mati kok termasuk Ace"
"Gue sama lo tuh buronan, kalo kita kesana atau tetap disini, bisa-bisa mereka ikutan jadi buronan juga. Soalnya kan mau nyelamatin kita"
"Jadi mending begini langkah terbaiknya"
Jelas Chua gak ngegas kok, cuman ngasih tau dengan nada tinggi sedikit.
"Yaudah gue percaya"
Ujar Lily kemudian naik kemotor Chua. Kim jiga ikut dengan mereka, mana mungkin dia meninggalkan anak kecil itu sendirian di markas.
Chua melajukan motornya dengan sedang karena membonceng Kim dan Lily dibelakangnya. Chua melaju kebukit kesukaannya.
"Hem, kosong"
"Gak ada siapa-siapa"
"Apa aku terlambat datang? Hem tidak beruntung rupanya"
Ujar Lyra ia kemarkas Vaska cs yang dulu pernah dia kunjungi. Lyra melihat kesekeliling memperhatikan baik-baik markas yang dihuni Vaska cs itu.
"Halo Tuan Arnold"
"Maaf saya tidak menemukan mereka dimarkas ini, mungkin perkiraan saya salah"
Ujar Lyra sambil berjalan santai masuk kemarkas lebih dalam
"Tidak apa-apa, mungkin Kenzo sudah membawa mereka"
Ujar Arnold
"Begitukah? Bagus deh"
Lyra
"Kalo begitu kamu cepat-cepat saja kesini"
Suruh Arnold
"Baik pak"
Ucap Lyra patuh. Ia berjalan kearah pintu utama untuk keluar tapi saat melewati sebuah ruangan yang pintunya tak tertutup rapat, Lyra tiba-tiba berhenti.
"Tunggu! Apa ini?"
"Kenapa banyak bau perempuan disini? Bukannya disini cuman ada dua perempuan? Kenapa baunya seakan ada lima? Dengan satu anak-anak, dan satu"
"Manusia?"
Gumam Lyra bingung, setelah masuk keruangan itu untuk memeriksa lebih detail.
"Xhihihi menarik"
"Ternyata perkiraan ku memang benar"
Gumam Lyra bahagia dan mengelus lembut kasur yang masih hangat dan berbau manusia itu. Lyra bukannya memiliki penciuman tajam atau mempunyai hidung ajaib, dia hanya tau saja.
"Hhaaa~ sebenarnya apa rencana kalian? Jangan membuat ku tertarik seperti ini"
Ujar Lyra geram sendiri
_
Shally, Vaska, Ray dan Meta sudah berada dihadapan lord Arnold. Mereka semua tidak ada yang berani berucap. Hanya diam dan membungkuk sopan dihadapan sang lord.
__ADS_1
"Kalian ternyata sudah sebesar ini. Aku sampai tak mengenali kalian"
Basa-basi Arnold memperhatikan teman anaknya yang sudah besar.
"Bapak juga"
Ujar Ray, bacot.
"Hem? Benarkah?"
Tanya Arnold dan terkekeh setelahnya.
"Pst"
Meta melotot ke Ray
"Kenapa? Gak baik kalo gak ngerespon ucapan orang tua, bedosa!"
Alasan Ray, halah. sok asik.
"Ya~, anggap saja aku ingin orang tua kalian"
"Ngomong-ngomong kenapa kalian terlihat ketakutan seperti itu?"
"Kalian jangan khawatir, aku hanya ingin bertanya-tanya sedikit saja"
"Hukuman hanya diberikan kepada orang yang bersalah, dan kalian pasti tidak bersalah"
"Dan ini pertanyaannya. Apa kalian tahu dimana mate Ace berada?"
Ucap Arnold setelah berbasa-basi
"Gak tau om"
"Lagian Ace punya mate ya? Wah baru tau"
Ujar Vaska dengan ekspresi wajah yang sangat kaget dan tak percaya. Apah? Ace punya mate?.
"Oh"
Arnold
"Yaudah kalo gitu, kalian boleh pulang"
Arnold
"Eh? Gitu aja?"
Ray
Vaska
"Eh engak engak, kita mau pulang kok"
Ray
"Ekehm kulihat kalian sepertinya sangat berteman baik satu sama lain ya?"
Ujar Arnold
"Ah masa sih pak? Enggak deh kayaknya"
"Saya temanan ama Meta aja udah males apalagi sama dua cowok ini, ish gak banget"
Alasan Shally, mereka sudah diperingatkan oleh Kenzo untuk tidak saling mengenal satu sama lain.
"Begitu kah? Akh sayang sekali aku tak bisa mengawasi kalian, perkejaan ku sangat banyak. Aku jadi tak tau tentang anakku dan teman-temannya"
Arnold
"Haha gitulah pak, udah lama kami gak ngumpul kayak sekarang, btw kok kayak ada yang kurang ya?"
"Hem siapa?"
Bingung Ray
"Ace!"
Vaska
"Oh iya Ace, aduh bisa-bisanya lupa"
"Padahal tadi lagi balas dia ya? duh otakku suka mendadak lupa"
Ujar Ray bacot lagi.
"Kenzo tak memberi tahu kah? Bukannya kalian dipanggil kesini gara-gara Ace?"
Ucap Arnold melirik ke Kenzo, Kenzo yang dilirik malas untuk menjelaskan.
"Emangnya ada apa dengan Ace, Tuan?"
Tanya Shally
__ADS_1
"Hm? Dia sedang dipenjara, apa kalian benar-benar tidak tahu? Terlihat aneh sekali"
Ujar Arnold
"Yah namanya juga gak peduli Pak"
Jawab Ray
"Owh, baiklah aku tak ingin memperbesar masalah, kalian boleh pergi"
Suruh Arnold toh anak buahnya juga bisa mencari satu manusia saja, tak perlu bertanya pada anak-anak yang susah di ajak serius ini.
"Terimakasih Lord, saya pamit"
Ucap Meta yang sedari tadi diam.
"Saya juga"
Shally
"Yah, kalau saya pengen lihat Ace sebentar boleh gak om?"
Tanya Vaska
"Em saya juga"
Ray
"Sebenarnya tahanan tidak boleh dikunjungi"
Ucap Arnold
"Lah?"
Ujar Ray padahal lord Arnold belum selesai berbicara.
"Tapi kalau satu orang boleh juga, tapi harus ada pengawasan orang lain dan Kenzo dengan Argus yang akan mengawasi"
"Yaudah deh, saya gak usah. Vaska aja kalau begitu"
Ucap Ray dan langsung berjalan keluar menyusul Meta, ia punya rencana.
"Baiklah Vaska saja ya, silahkan Vaska kamu boleh mengunjungi Ace"
"Dan Vaska, bujuk-bujuklah dia agar mau membocorkan lokasi matenya yang manusia itu"
Arnold
"Baik Pak"
Vaska
"Hm"
Vaska dan Kenzo berjalan beriringan kebelakang gedung organisasi, yaitu tempat penjara. Terowongan panjang dan gelap mereka lalui sampai pada satu pintu didepan mereka akhirnya berhenti. Kenzo membuka pintu itu dan muncullah tangga yang mengarah kebawah, gelap, bau dan lembab.
"Ruang bawah tanah ya?"
Tanya Vaska ke Kenzo.
"Hm"
Jawab Kenzo
Mereka berdua menuruni tangga yang panjang dan gelap itu, sehingga Vaska mengeratkan cengkramannya dengan tangan Kenzo.
"Ck! Jangan pegang-pegang"
Kenzo menghentakkan tangan kakaknya sampai terlepas.
"Takut"
Cicit Vaska ketakutan
"Geli Vas, andai aja lo itu adik gue pasti najisnya terminimalisir, lah ini! Lo jadi abang kok letoy amat"
Kenzo mendorong-dorong tubuh Vaska dengan kesal.
"Canda Ken! Gak bisa banget dicandain"
Ujar Vaska ngeles padahal emang pengen nyentuh Kenzo tadi. Efek jomblo.
"Gw gak suka becanda!"
Kenzo
"Makanya jadi adik tuh manjaan dikit. Gw becandain lu supaya hubungan kita tambah hijau aja, soalnya lo dingin banget"
Ujar Vaska
"St! Udah hampir sampai"
Kenzo menyuruh Vaska agar diam, mereka sudah sampai didepan pintu ruangan dimana Ace ditahan.
__ADS_1
Klek
Kenzo membuka pintu dan nampaklah Ace yang terlilit rantai besar