FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter9_Mate


__ADS_3

"Kakak"


"Iya? Kenapa kim?"


Tanya Kenzo


"Kak Vaska mana?"


Tanya Kimberly


"Dia belum pulang masih ada urusan"


Jawab Kenzo


"Kenapa kim? Oh iya kim belum makan kan? Ayo kakak bikin masak dulu, kamu duduk disini ya"


Ucao kenzo mendudukkan gadis kecilnya dikursi tempat biasanya mereka makan.


"Gak mau! Kim juga pengen bantu kakak masak"


"Gak boleh nanti kalau kamu luka gimana? Kamu duduk aja ya"


"Tapi kakak, Kim pengen bisa masak, kakak Ken ajarin ya"


Mohon Kimberly. Kalau seperti ini Kenzo tak bisa mengelak.


"Iya boleh, tapi hati-hati ya!"


"Iya kaka, Kim kan udah gede jadi gak perlu dikhawatirin lagi, kak Ken lebay ah"


"Iya iya apa sih yang gak buat Kimnya Kenzo"


Ucap Kenzo mengacak-acak rambut gadis kecilnya


"Hihi kakak Ken bisa aja, kakak gak punya pacar ya? Masa Kim mulu yang digodain"


Ucap Kim menggembungkan pipinya


"Ish jangan gitu, ntar kakak cubit nih"


Ucao Kenzo melihat imutnya Kimberly saat menggembungkan pipinya.


"Jawab pertanyaan kim dong!!"


"Pertanyaan apa?"


"Kakak punya pacar"


"Ish ngapain kamu nyaya itu! Cemburu ya"


"Ishh enggak!! Kakak Ken tua! mana mau Kim sama kakak Ken"


"Yahh ditolak"


Ucap Kenzo mengerutkan bibirnya


"Ishh kakak kennnn"


"Jawab dong"


"Kim pengen tau apa kakak Ken punya orang yang kakak suka"


"Buat apa?"


"Buat diajak kesini, Kim bosan sendirian di rumah, Kim pengen punya temen ngobrol"


"Trus kenapa harus pacar kakak?"


"Namanya pacar kan tau segalanya tentang pacarnya, jadi Kim pengen tau apa aja rahasia-rahasia kakak Ken dari pacar kakak"


"Oh maksudnya Kim pengen ngegosip trus gibahin kakak gitu?"


"Iyah"


"Soalnya kakak Ken pelitt ngasih tau cerita tentang kaka"


"Gak kayak kak Vaska, dia ngasih tau tuh kalo dia suka sama kak Shally"


Tidak dikasih tahu pun pasti Kimberly akan tau, karena setiap malam dan setiap hari Vaska selalu memandangi poto Shally yang sedang tersenyum. Bukan cuma satu poto saja, ada puluhan poto yang Vaska stalker dari akun IG pribadi Shally.


"Emang sebenarnya Kim mau tau rahasia apa aja dari kaka?"


"Banyak, tapi kaka bisa ceritain dulu gak tentang pacar kakak"

__ADS_1


"Haha kakak gak punya pacar"


"Oh, kalau gitu yang kakak suka siapa? Ada gak?"


"Ada"


Ucap Kenzo pelan


"Hah? Ada? Cerita dong kak cerita! Plissss"


Ucap Kim menyatukan tangannya.


"Nanti ya kalo udah selesai masak"


Ucap Kenzo mengacak-acak rambut Kimberly sekali lagi.


"Yahhh kak Ken"


Ucap Kimberly mengerutkan bibirnya, Kenzo yang senang mengejek Kim dengan menjulur-julurkan lidahnya.


Setelah itu mereka melakukan aktivitas memasaknya dengan semangat (Kimberly), Kenzo juga kadang hati-hati dengan Kimberly yang memegang pisau dapur yang tajam.


Setelah selesai memasak Kim bertanya lagi tentang siapa yang disukai Kenzo itu, tapi kim harus dituggu dan bersabar kenzo bilang ia akan menceritakannya kalau kim makan dulu. Kimberly memakannya dengan setengah hati, ia sudah sangat kepo pake banget, kenapa harus nanti kalau bisa sekarang?


"Kak cerita dong plis"


"Makan dulu"


"Kaka-"


"Aing pulang, ada yang kangen gak? Gak usah dibilang juga gak papa ko, gue tau kok kalian pada kangen kan sama gue"


Ucap Vaska yang baru datang


"Eh ada kak Vaska, ayo kak makan"


"Kim sama kakak Ken yang masak"


"Yang bener? Hebat ya Kim bisa masak"


Puji Vaska


"Eh kak Vaska bawa cewek ya? Itu siapa? Pacarnya? Kakak Shally kan?"


"Eh? Kamu tau nama aku?"


Tanya Shally ke Kim


"Iya dong, kak Vaska sering cerita tentang kakak ke aku, kak Vaska jiga sering liat pot-"


Belum sempat Kimberly menyelesaikan kata-katanya, Vaska sudah lebih dahulu menyekap mulutnya.


"Hahaha jangan percaya Shell dia suka bo'ong, gue aja sering dikibulin ama dia"


Bohong Vaska


"Ngenggn"


Gumam kim seakan ada sesuatu yang ingin diucapkannya.


"Woy Vaska lepsin tangan kotor lo itu, ntar kuman masuk kemulutnya"


Kenzo memukul mukul tangan Vaska dengan centong nasi, gadis kecilnya pasti kebauan dengan tangan Vaska yang habis dari luar.


"Haha aduh maaf ya Kimnya vavas gak kesakitan kan?"


"Sakit b€&∆"


Bukan Kimberly yang menjawab, tapi Kenzo.


"Gak kok, tapi kim gak bisa nafas tadi"


"Aduh kak vavas minta maaf ya"


"Iya kak gak papa ko"


"Namanya siapa vas? Kim?"


Tanya Shally, biasanya ia cuman memanggilnya dengan sebutan eksperimen 2, yang pertama Arza karena Arza lebih unggul dari Kimberly.


"Iya namanya Kimberly tapi dipanggil Kim"


"Oh salam kenal ya Kim"

__ADS_1


Ucap shally


"Dan ada yang mau Kaka omongin juga sma kamu"


Bisik Shally menunduk, ia pikir anak kecil tak pernah bohong, sifat Vaska juga akhir-akhir ini berbeda, Shally kelewat kepo dengan Vaska.


"Iya kak sip"


Bisik Kimberly juga sambil mengacungkan jempolnya.


"Eh itu bisik-bisik kenapa?"


Tanya Vaska


"Ada deh"


Jawab Shally dengan senyuman misterius.


|


"Huft"


"Kayaknya bener deh yang gue pikirin ini"


"Pasti mereka!!, waktunya juga tepat"


"24 Januari mereka semua nyerang kota Cooper"


"11 September Arza lahir"


"Jadi umur 11 tahun Arza kabur dati rumah"


"Dia kabur ngelewatin dinding pembatas sebelah Barat, sebelah Barat ada kota Black Blood"


"Aaaaaa"


"100% pasti Arza itu hasil dari eksperimen mereka"


"Gak nyangka orang yang mereka tuju adik dari sahabat gue"


"Gue kira kalian ngerti kenapa gue ninggalin kalian"


"Cara kalian salah! Ini malah memperburuk, jadi higher-ups bukan penentu keberhasilan rencana kalian"


"Gue gak ngerti"


Ucap Chua, ia sedang memikirkan masalah hilangnya Arza sambil duduk dikamar sendirian. Chua yakin semua masalah ini ulah mereka.


"Huft seperti biasa, kalian memang keras kepala"


Chua berdiri dan mengambil beberapa barang lalu ia letakkan di tasnya.


"Haha kayaknya gue bakal balik kesana lagi deh"


"Arza yang gak salah apa-apa jangan Kalian jadiin tumbal buat kesuksesan kalian"


"Liat aja Ly! Sahabat lo yang paling cantik ini bakalan bawa pulang adik lo"


Chua mengambil kunci motornya dan bergegas keluar rumah Lily, tapi sebelumnya ia sudah meletakan surat dimeja rias Lily.


"Aaaa"


"Apa gue bener-bener berani"


"Saking beraninya tangan gue jadi gemetaran"


"Belum lagi jantung gue orkesan"


Ucap Chua memperhatikan tangannya dan jantungnya yang berdegup kencang.


"Semoga aja gue gak ketauan sama organisasi"


"Mati gue kalo ketauan"


Ucap Chua agak gemetaran, ia tak kuasa membayangkan hukuman apa yang ia dapat Karena sudah meninggalkan kelompoknya juga hidup sebagai manusia normal tanpa punya keinginan untuk menjadi seorang mapis lagi.


"Mutilasi deh Kayaknya"


Pikir Chua, ia tak tahu hukuman apa yang biasanya diberikan buat orang yang meninggalkan koloninya karena Cualah mapis pertama yang melakukan itu.


Chua pun melajukan motornya dengan kencang, ia tak bisa melewati gerbang perbatasan kota karena pengawasan sangat ketat tak seperti stasiun yang pengawasan kurang karena banyaknya manusia disana, jadi satu-satunya jalan yang aman cuman-.


"Lubang didinding selatan"

__ADS_1


Ucap Chua


__ADS_2