
"Pinter juga, gue gak nyangka kalo li masih ingat sama kejadian belasan tahun lalu dan sekarang lo tahun banyak rupanya"
Rya
"Ya, semua yang lo balang itu benar dan tepat sasaran"
"Kami semua ngerjain misi atas suruhan pemimpin kami. Kami secara berkelompok melakukan eksperimen kesemua manusia agar mereka bisa menjadi seperti kami"
"Dan berkat usaha kami bertahun-tahun kami berhasil"
"Revolusi udah ditetapin. Tahun-tahun terakhir jumlah mapis udah mencapai dua kali lipat dari sebelumnya"
"Dan manusia gak tau kalau sebenarnya ada mapis yang berkeliaran dikotanya sampai ada mapis juga yang tinggal disana. Angka kriminal melesat tinggi"
"Dan semua itu gara-gara kami"
"Emangnya kenapa? Lo mau marah Ly? Silahkan. Lo gak berada ditempat yang aman"
Ancam Ray
"Dan Ly, coba jawab jujur. Siapa orang yang mau nangkap lo itu? Apa mereka dari organisasi hm?"
Tanya Vaska
"I iya"
Jawab Lily
"Trus kenapa sama Ace? Kenapa lo bilang dalam bahaya"
Tanya Vaska lagi
"Bentar dulu Vas, jangan nanyain tentang itu dulu. Coba lu denger apa yang dia bilang tadi, dia tahu rahasia terbesar kita. Organisasi bakal marah kalau tahu ini"
"Lo ngomong apa aja sama dia? Jadi dia tahu sampe segininya?"
Ucap Ray memotong perkataan Vaska.
"Keceplosan Rey, gak sengaja. Tapi andai aja lo gak ceroboh waktu itu, dia gak bakalan tahu kayak gini"
"Manusia juga punya otak, dia juga bisa berpikir"
Ucap Vaska
"Iya, kan udah gue bilang waktu itu, bikin dia pingsan. Gue gak nyangka kalo lu gak ngakuin itu"
"Lo ngurus satu orang aja gak becus"
"Gue ama Meta aja gak apa-apa, ck!"
Shally
"I iy maaf"
Ray
"Iya gue juga minta maaf, gara-gara kami berdua nih. Eh ralat, bertiga"
"Ini semua gara-gara Ace"
Ujar Vaska
"Iya kah? Dia yang bawa lo kesini?"
Tanya Meta ke Lily
"Iya, Ace yang bawa"
Jawab Lily
"Ralat!"
"Berempat, gue juga salah"
"Gue pernah basa-basi soal adiknya yang ada disini"
"Dia sayang banget ama adiknya, dia kesini karena ada niatan buat nyari adiknya. Tapi dia gak sengaja tahu rahasia kita. Iya gak Ly"
Ucap Chua juga
__ADS_1
"Iya Chua, gw kesini gara-gara pengen ketemu sama adik gue dan mau bawa pulang dia"
Ucap Lily
"Adiknya itu yang pernah dibawa Ace pulang iya gak?"
Tanya Ray
"Iya bener, kalo gak salah namanya Arza"
Jawab Shally
"Tapi tunggu dulu. Chua kok elo kayaknya deket banget sama mereka?"
Tanya Lily ke Chua
"Itu karena~"
Chua
"Gue sama Key dari kecil udah temenan, bukan cuman gue aja, Kenzo Vaska sama Ace juga temennya Key"
Jawab Shally
"Key saha?"
Tanya Lily
"Lo gak tau? Nama aslinya dia Key, Keyla. Nama Chua tuh, khusus sebutan dari Kenzo"
"Coba liat, Kenzo dari tadi natap lo tajam. Dia gak suka ada orang lain yang manggil Key pake nama Chua"
Tunjuk Shally ke Kenzo dan Lily kaget ternyata ada orang yang menatapnya setajam ini dari tadi.
"Gue gak tau. Dari awal ketemu yang gue tau namanya Chua"
Ucap Lily
"Oh iya Chu eh maksudnya Key, lo temenan ama mereka udah dari kecil. Mereka mapis, berarti lo juga ma-"
Lily tak menyangka ternyata temannya berbohong selama ini. Orang sebaik Chua adalah mapis? Yang benar saja!.
"Iya gue mapis, maaf gue dah bohongin lo Ly"
"Gue gak nyangka"
"Kepala gue bener-bener pusing. Gue harap hari ini gak pernah terjadi. Terlalu banyak fakta yang gue ketahui dan gua gak sangka"
Ucap Lily lemah
"Gini aja, gue punya usul"
"Lily lo pulang aja, dan kami bakal nyuntikkin obat pelupa yang unggul. Semua hal yang lo ketahui Minggu ini, lo bakal lupain"
"Shally juga bisa manipulasi ingatan"
"Lo bakalan lupa tentang adik lo yang mapis. Dan lo bakal lupa tentang sahabat lo, Keyla atau Chua"
"Gimana lo mau kan?"
Usul Ray
"Chua? Arza?"
"Chua lo setuju?"
Tanya Lily ke Chua, ia benar-benar tak terima usul yang diberikan Ray.
"Gue gak setuju"
"Ray, gak ada cara yang lain ya?"
Tanya Chua
"Kalo gue makai obat itu. Bangunya gue bakal jadi orang yang sendirian dong, mama sama papa gue udah tiada. Cuman ada Chua dan Arza dihidup gue"
"Kalo sampai gue ngelupain mereka dan mereka gak sama aku lagi-"
Lily menggigit bibir bawahnya keras, sekarang kepalanya menjadi sangat pusing.
__ADS_1
"Ly!!"
Chua menyadarkan Lily.
"Kalian jahat, KALIAN JAHAT"
"GUE BENCI KALIAN"
Teriak Lily membuat semua orang kaget.
GRPP
"Akhhh"
Ray mencekik leher Lily. manusia ini~.
"Gak ada pilihan lain, lo bisa cari teman lagi atau laki-laki yang bakal lo jadiin suami kalo lo mau nerima obat itu"
"Atau lo mau mati?"
"Organisasi sedang nyari lo sekarang. Kami bisa aja nyerahin Lo keorganisasi, tapi enggak. Key sama Ace kayaknya ada hubungan spesial sama lo jadi gue berbaik hati dan gak mau ngebunuh lo"
"Tapi"
"Kalo lo mau egois dan gak nerima obat itu, maka terpaksa. Lo harus mati. Manusia gak boleh tau tentang mapis sedikit pun, termasuk orang yang dipercayai kayak lo"
Ucap Ray geram. Ia sudah emosi sejak Lily memandangnya dengan tajam.
"RAY!!! Lepas! Lo bikin dia gak bisa nafas"
Teriak Chua memegang tangan Ray yang masih mencekik Lily. Sedangkan yang lainn diam tak tau apa yang harus dilakukan.
"Diam Key! Elo itu penghianat, lo pergi ninggalin kita disini gara-gara ego lu yang sama kerasnya juga sama dia"
Ucap Ray lantang ke arah Chua.
"RAY!! Jangan lo pernah ninggiin suara dihadapan mate gua. Atau lo bakal gue habisin"
Ucap Kenzo menepis tangan Ray yang sangat berani mununjuk-nunjuk wajah Chua.
"CUKUP!"
"Kalian kebanyakan ngomong, coba dengerin gue dulu"
Tegas Vaska mengintrupsi.
"Apa kalian gak ngerasa kalo ada yang kurang disini? Ace!! Lily bilang dia dalam bahaya. Kita harus nyelamatin Ace dulu, hal kayak gini disingkirkan dulu"
"Kita sama Key udah baikan"
"Soal Lily, gue yakin dia bakal jaga rahasia. Gue bisa liat dari matanya. Dia cuman adiknya, gak lebih"
"Dan Ray!! Jangan motong-motong ucapan gue lagi!"
"NGERTI!!!"
Vaska
"Iya"
Jawab semuanya
"Ly, coba jelasin kenapa lo bilang Ace dalam bahaya?"
Tanya Vaska pelan, karena melihat Lily yang agak ketakutan dengan Ray. andaikan saja ada Ace disini pasti Ray sudah tak bernyawa.
"Jadi gini"
"Gue pernah pernah hampir dibunuh sama mapis tapi untungnya ada Ace yang nyelamatin, Ace beri pelajaran ama orang itu sampai babak belur"
"Dan hari ini, mapis yang mau bunuh gue balik lagi. Dia datang kerumah Ace mau balas dendam"
"Dia ngajak Ace buat gelut ama dia, tapi karena Ace yang lebih unggul. Si mapis yang namanya Ricko itu kalah"
"Tapi saat detik-detik terakhir dia bilang dia udah nghubungin organisasi, dia ngejebak gua dan ngefinah kalo gue adalah mata-mata. Yah~ walau sekarang ini benar"
"Jadinya Ace yang pasang bada buat gue. Dia ngehadapin orang-orang organisasi sendiri"
Jelas Lily panjang
__ADS_1
"Wah gawat, organisasi tuh gak pandang bulu"
Ujar Shally