FAKE PSYCHO

FAKE PSYCHO
Chapter14_Mencarinya


__ADS_3

Vaska dan Lily sedang dirawat oleh Meta. Mereka masih belum siuman sejak dua jam lalu. Mereka masih bingung dengan apa yang terjadi sebenarnya. Apalagi Chua, bagaimana Lily bisa kenal sama Vaska.


"Gimana mereka gak papakan? Lukanya kayaknya parah banget"


Tanya Chua


"Tenang key, lukanya memang keliatan parah tapi udah gue kasih obag yang manjur kok. Pasti udah gak sakit lagi, pendarahannya juga gak keluar lagi"


Jelas Meta


"Wahh, makasih Met. Untung mereka gak papa"


Ucap Chua lega


"Lo kayaknya deket banget sama dia key, lu bener-bener sahabat yang baik key"


Puji Meta, seingatnya Chua tak seperti ini waktu dahulu.


"Bukan sahabat lagi, tapi kayak saudara. Gue dah nganggap dia sebagai adik"


"Tapi sampe sekarang gue masih bingung, kenapa dia bisa sampai kesini? Sama Vaska lagi"


"Perasaan jalan kekota sini rahasia, cuman mapis yang tau"


"Apa Vaska yang ngebawanya?"


Ucap Chua bertanya-tanya


"Mungkin gue juga gak tau, nanti kita minta penjelasan sama mereka"


Ucap Meta


"Iya"


Chua


"Engghh"


Lenguh Lily


"Hahhhhhh"


Desah Vaska


Abstrub banget bunyinya


"Kalian sudah sadar? Lily!!"


"Kok elo bisa disini?"


Ucap Chua yang langsung melontarkan pertanyaan kepada Lily dan Vaska tanpa menunggu mereka loding dahulu.


"Chua?"


Kaget Lily dan langsung bangkit berduduk


"Yaa~ ini gue, kok lo bisa sampai kesini sih?"


Ucap Chua dengan pertanyaan yang sama, ia tak menyangka Lily juga bisa kesini. Tapi disisi lain Chua merasa bersalah karena dia ingin tinggal disini selama sebulan baru dia pulang, sehingga sahabatnya ini pasti merasa kesepian.


"Nanti ya Chua, gue ceritainnya pala gue pusing banget"


Lily


"Oh iya, maaf"


Chua


"Hai"


Ucap Meta saat Lily melihat kearahnya


"Hai juga, siapa?"


Lily


"Meta, gue yang ngerawat lo"


Meta


"Yang bener? Makasih ya"


Lily


"Santai aja"


Meta


"Yang lain kemana?"


Tanya Vaska yang masih terkapar lemah di kasurnya


"Ada tuh di ruang tengah"


Meta


"Gitu"


Vaska


"Lo butuh sesuatu Vas? Lily?"


Tanya Meta


"Air"

__ADS_1


Pinta Vaska


"Sama, mau air juga"


Lily


"Inih udah Kim bawain"


Kim membuka pintu dan membawakan dua gelas air putih dan kue untuk Vaska dan Lily.


"Ini kak"


"Ini buat kak Vaska"


Kim memberikan gelasnya ke Lily dan Vaska


"Makasih"


Ucap Vaska dan Lily bersamaan


"Ciye ngomonya samaan"


Rayu Kim


"Udah sadar Vas, baik-baik aja kan?"


Shally masuk keruangan dan langsung bertanya keadaan Vaska


"Hm baik"


Jawab Vaska sambil memejamkan matanya


"Gimana? Udah baikan? Gak pusing lagi?"


Tanya Meta


"Udah gak papa sih, berkat kalian. Thanks"


Lily


"Bagus deh"


Meta dan Chua


"Kalo lo Vas? Kok keliatannya lo masih sakit sih?"


Tanya Shally saat melihat Vaska yang tiduran sambil mengerut-ngerutkan keningnya


"Bukannya gue udah bilang kalo gue baik-baik aja, kok nanya lagi sih?"


Jawab Vaska emosi


"Ekhem sorry"


Ucap Shally dan memperhatikan Lily yang sedang asik memandang wajah Vaska.


Panggil Lily


"Kenapa Ly?"


Vaska membuka mata dan melihat Lily yang memandangnya dengan khawatir.


"Apa sakit? Kok lo begitu?"


Tanya Lily


"Cuman pusing dikit, bentar lagi juga sembuh"


"Btw lo baik-baik aja kan? Ini pertama kalinya lo berhadapan sama makhluk buas kan?"


Vaska


"Iya, serem banget. Btw adik gue mana?"


Tanya Lily, ja memang tak bisa jauh-jauh dari adiknya.


"Itu saha? Cuman kalian berdua aja yang datang kesini"


Jelas Meta


"Lah? Vas? Kemana Arza?"


Tanya Lily khawatir


"Dia emang gak ada disini, tapi dia baik-baik aja kok. Tenang ya"


Jawab Vaska sok yakin


"Owh gitu. Oke deh, awas klo boong dan dia gak baik-baik aja"


Tunjuk Lily ke jidat Vaska


"Dahlah jangan mikirin dia, pikirin diri lo sendiri yang lukanya paling parah"


Tunjuk Vaska ke luka di badan Lily


"Gua gak papa tuh, Meta kayaknya hebat banget soal yang beginian"


Puji Lily, memang benar ia tak merasakan perih lagi di lukanya palingan hanya pusing sedikit.


"Oh iya dong"


"Btw nama lo Lily kan? Ini ceritanya gimana sih, kok kalian bisa kayak gini"


Tanya Meta mengulang pertanyaan yang sama.

__ADS_1


"Oke gue ceritain tapi yang singkat aja"


"Jadi gini, waktu gue dan adik gue dihutan tiba-tiba aja ada harimau yang nyerang kita. Tapi untungnya da Vaska yang nyelamatin, soalnya sebelumnya gue dah telpon dia"


"Tapi karena harimaunya kuat, kita-kita gak bisa selamat tanpa luka"


Jelas Lily


"Owh begitu"


Meta dan Chua ber oh ria


"Ngomong-ngomong kalian saling kenal ya?"


Tanya Chua ke Vaska dan Lily


"Iya, sebelumnya kami udah kenalan"


Jawab Vaska masih tiduran dan menutup mata.


"Owh pantesan"


Ucap Kimberly


"Pantesan apa cantik?"


Tanya Lily gemas, Kim dari tadi memperhatikan dia tanpa berkedip.


"Kakak Vaska sama kakak Lily kayak deket banget"


Jawab Kim


"Masa sih kayak gitu? Gak deh kayaknya"


Jelas Lily, hey mate-nya itu Ace, kalau Ace mendengar ini pasti dia ngamuk.


"Iya deket banget, saking deketnya mereka gak sadar kalo lagi pegangan tangan"


Sindir Chua, dari tadi mereka sengaja diam dan hanya memperhatikan, apalagi Shally dia yang paling diam. naon neng?.


"What"


"Gu gue gak tau, tangan gue diperban makanya gak ngerasa kalo ada yang megang tangan gue"


Jawab Lily gugup tapi jujur.


"Vaskanya pura-pura tidur tuh, gak mau digodain ya? Hahaha"


Ejej Meta


"Pstt pstt Ly"


"Lu disini udah berapa lama?"


Bisik Chua


"Sekitar seminggu"


Jawab Lily


"Yang bener, lama juga. Berarti udah seminggu dong lu kenal sama Vaska. Ceritain dong, gimana asmara kalian"


"Yah yah yah"


Bujuk Chua


"Paan sih ngak ah, gue sama Vaska gak ada apa-apa"


Jelas Lily


"Ekhem seru banget bisik-bisiknya"


"Ajak gue dong"


Ucap Shally setelah berdehem


"Hehehe gak kok ngak apa-apa"


Kekeh Lily merasa canggung dengan Shally, lagian Shally dari tadi menatapnya dengan aneh.


Cemburu deh kayaknya. Asek, gue kerjain ah, temen-temen juga pada ngedukung


Thanks friends gue gak bakal lupain jasa kalian


Batin Vaska senang, ia memang sengaja memegang tangan Lily dan berucap lembut juga, itu semua karena dia ingin memanas-manasi Shally si gak pengen jomblo tapi gak peka.


"Ouh kirain"


Shally dengan senyum canggung tapi Lily yang paling canggung, ada ape nih?


Vaska melirik Shally dengan sebelah matanya, xixixi Shally sedang kesal, Vaska tau itu. Ia sengaja berbicara jutek dan teman serta Kim mengerti dengan cepat apa yang harus mereka lakukan.


"Woy gue kambek"


"Kok ngajak-ngajak. Bro lo udah siuman? Gw kira mati"


Ray datang


"Paan sih, ngadi-ngadi lu masa gw disumpahin mati"


Vaska


Itu~~


Batin Lily memperhatikan wajah Ray

__ADS_1


"Eh? Inikan yang namanya Lily? Kenalin gw Ray pacarnya Meta"


Ray mengulurkan tangannya untuk bisa berjabat tapi langsung ditepis Lily, orang ini, mapis ini, Lily tak akan pernah melupakan wajahnya.


__ADS_2