Falling In Love With You

Falling In Love With You
Apakah mereka sudah saling jatuh cinta?


__ADS_3

Malam semakin larut sedangkan sebotol anggur berada diatas meja dengan isi yang telah berkurang dan dua gelas berada disampingnya.


Silvia masih duduk sendiri diluar sana sambil memandangi langit malam yang indah, setelah mereka berciuman mereka berdua duduk disana, menikmati anggur yang Abraham bawa.


Mereka duduk bersebelahan sambil menikmati langit malam yang indah dengan anggur kualitas terbaik.


Abraham memeluk pinggang Silvia dengan erat sedangkan Silvia bersandar pada bahunya, mereka seperti itu untuk beberapa saat sambil menikmati anggur yang berada didalam gelas.


Karena malam semakin larut jadi Silvia meminta Abraham untuk pergi, dia juga sudah lelah dan ingin beristirahat.


Sebenarnya Abraham enggan pulang tapi Silvia tidak mau ada seorang pria yang menginap dirumahnya, jangan sampai keluarganya tahu jika dia mengijinkan seorang pria menginap disana.


Setelah memberikan ciuman selamat malam, dengan berat hati Abraham pulang kerumahnya. Silvia pikir setelah Abraham pergi dia akan langsung masuk kedalam kamarnya untuk beristrirahat tapi dia lebih memilih duduk ditaman belakang dan menikmati malam itu sendiri.


Silvia menghembuskan Nafasnya dan memandangi langit malam diatas sana, tanpa sadar jarinya mulai menyentuh bibirnya dan dia kembali mengingat kejadian tadi.


Dia masih menggingat bagaimana ciuman Abraham tadi dan dia juga bertanya pada dirinya sendiri, kenapa dia mau membalas dan membiarkan Abraham menciumi bibirnya?


Itu memang bukan ciuman pertamanya tapi kenapa dia membiarkan hal itu terjadi? Jangan katakan jika itu terjadi karena dia terbawa suasana diantara mereka.


Mungkin sebaiknya dia menghindari Abraham terlebih dahulu untuk mencari jawaban didalam hatinya, dia juga ingin tahu sespesial apa dirinya dimata Abraham?


Jangan sampai pria itu hanya mempermainkan dirinya saja kalau sampai hal itu terjadi maka dia akan meminta kakaknya mengirim seseorang untuk melenyapkan Abraham Achilles.


Saat itu Dave menghampiri Silvia dengan sebuah pakaian hangat ditangannya, dia segera memakaikan pakaian hangat yang dia bawa kebahu Silvia dan berkata:


"Nona, kenapa tidak masuk kedalam? Diluar dingin nanti kau bisa masuk angin."


Silvia memandangi Dave dan tersenyum.


"Terima kasih Dave, aku hanya merasa ingin berada disini untuk sebentar."


"Nona maaf jika aku kurang sopan, apa kau memiliki hubungan dengan Abraham Achilles?" tanya Dave penasaran.


Yang dia tahu mereka berdua adalah musuh tapi sekarang mereka terlihat begitu dekat, dia hanya ingin tahu saja apa kedua orang itu memiliki perasaan satu sama lain?


Jangan sampai Abraham mempermainkan perasaan nona mudanya karena dia tidak akan terima jika hal itu terjadi, walaupun dia hanya seorang pelayan yang telah lama melayani keluarga Smith, tapi dia menganggap Silvia seperti putrinya sendiri dan akan dia jaga dan tidak akan dia biarkan seseorang mempermainkan Silvia selama Silvia berada di Sydney.


"Entahlah Dave, aku juga tidak tahu." jawabnya.


"Nona jika dia berani mempermainkanmu maka katakan padaku, aku akan langsung menghabisinya."

__ADS_1


"Terima kasih Dave."


Silvia bangkit berdiri tapi Dave kembali berkata sebelum Silvia masuk kedalam.


"Nona, Jimy bilang besok dia akan datang untuk menemuimu dan ada hal penting yang ingin dia bicarakan padamu."


"Jimy? Oh Tuhan aku lupa dengannya." ujar Silvia.


Dia benar-benar lupa dengan keberadaan Jimy disana dan sekarang dia merasa sangat tidak enak hati, padahal dia yang mengundang Jimy untuk datang tapi malah dia abaikan. Besok saat bertemu dengan Jimy dia harus meminta maaf kepadanya karena telah mengabaikkannya.


"Tidak perlu khawatir nona, aku sudah menjelaskan padanya tadi."


"Hah?" Silvia menatap Dave dengan heran, apa yang Dave jelaskan pada Jimy tadi?


Tapi dia tidak mau memikirkannya dan lebih baik dia segera tidur karena ini sudah sangat malam.


"Terima kasih Dave, besok aku akan meminta maaf padanya. Aku mau masuk dulu dan kau segeralah beristirahat."


"Baik nona."


Silvia masuk kedalam dan berjalan menuju kamarnya, setelah mencuci wajahnya dan mengganti pakaiannya dia segera naik keatas ranjang.


Hal itu tidak beda jauh dengan Abraham, dia juga sulit untuk tidur dan hanya memandangi langit-langit kamarnya.


Dia masih mengingat kejadian tadi saat Silvia membalas ciuman darinya, sekarang dia bertanya dalam hari, apa Silvia memiki perasaan untuknya?


Pertanyaan itu terus berputar dikepalanya dan dia sangat benci akan hal itu, apalagi hal itu membuatnya tidak bisa tidur, ini benar-benar menyebalkan!


Dia jadi ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Silvia saat ini? Apa Silvia sudah tidur atau jangan-jangan sama sepertinya yang tidak bisa tidur.


Abraham segera bangun dari tidurnya, lebih baik dia menelephone Silvia saja dari pada dia uring-uringan tidak jelas seperti ini.


Dia mengira Silvia tidak akan menjawab telephonenya tapi siapa yang menyangka jika Silvia menjawab panggilan darinya.


"Ada apa?" tanya Silvia dari seberang sana.


"Tidak, aku kira kau sudah tidur." jawab Abraham.


"Tidak, aku tidak bisa tidur."


"Kenapa? Apa kau sedang memikirkan aku?" goda Abraham.

__ADS_1


"Ck, untuk apa aku memikirkan model celana dalam sepertimu."


Abraham terkekeh mendengarnya, entah kenapa dia sudah tidak marah dan kesal lagi saat mendengar Silvia memanggilnya model celana dalam.


"Ayolah sayang, mengaku saja." godanya lagi.


"Hei, siapa sayangmu! Ingat aku bukan pacarmu jadi jangan memanggilku sayang."


"Kalau begitu bagaimana jika kau jadi pacarku saja?"


Saat mendengarnya Silvia diam saja, apa Abraham sadar apa yang sedang dia ucapkan? Apa Abraham serius atau hanya bercanda saja?


"Hei kenapa kau tidak menjawab?"


"Sudahlah aku mau tidur." jawab Silvia beralasan.


"Baiklah, tapi bisakah besok siang kau datang kekantor? Kita makan siang bersama."


"Makan siang?"


"Ya, aku akan mengajakmu ketempat yang bagus dan makan siang disana."


Silvia berpikir sejenak, sepertinya tidak buruk, lagi pula selama dia berada disana dia belum sempat mengunjungi tempat yang bagus, mungkin ini kesempatan untuknya.


"Baiklah, aku akan datang kekantormu besok siang."


"Oke aku tunggu." jawab Abraham senang.


"Hmm..baiklah good night."


"Good night sayang." goda Abraham lagi.


"Ck menyebalkan!" gerutu Silvia saat mematikan ponselnya sedangkan Abraham terkekeh karena dia dapat mendengarnya


Dia tampak tersenyum dan melemparkan ponselnya, rasanya dia sudah tidak sabar agar hari esok cepat tiba dan yang pastinya dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Silvia.


Sedangkan didalam kamarnya Silvia menutupi wajahnya menggunakan bantal, dia sedang memikirkan perkataan Abraham barusan. Apa Abraham serius dengan ucapannya atau hanya menggodanya saja?


Sebaiknya dia mencari tahu bagaimana perasaan Abraham padanya dan bagaimana perasaannya terhadap Abraham.


Dimalam yang indah dimana dua orang sedang memikirkan perasaan mereka dan mereka berusaha mencari jawaban dalam hati, apakah mereka sudah saling jatuh cinta?

__ADS_1


__ADS_2