Falling In Love With You

Falling In Love With You
Aku ingin bertemu dengannya


__ADS_3

Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, Silvia sedang merapikan barang-barangnya kedalam koper.


Tadi siang dia begitu banyak membeli barang, tidak saja membeli mainan untuk Edward dan Jacob, dia juga membeli oleh-oleh untuk keluarganya.


Apalagi ayahnya memintanya membeli begitu banyak makanan membuat kopernya hampir tidak muat.


Padahal dia datang membawa satu koper saja tapi lihatlah sekarang, kopernya bertambah satu dan itu koper super besar khusus untuk makanan dan mainan.


Silvia mendengus melihat koper yang sudah hampir penuh padahal barang-barang yang belum dia masukkan masih banyak, ayahnya benar-benar menyebalkan memintanya membeli begitu banyak makanan.


Tapi dia bisa mengerti, ayahnya tumbuh dan besar disana jadi ayahnya pasti merindukan makanan yang ada dikota itu apalagi ayahnya sudah jarang pulang ke Sydney.


"Oh ya ampun, aku rasa aku harus mengambil koper lagi." gerutunya kesal.


"Apa perlu aku bantu nona?" Dave menghampirinya untuk menawarkan bantuan padanya.


"Oh Dave, apa kau bisa merapikan barang-barang ini? Aku harap semuanya bisa masuk kedalam koper ini sehingga aku tidak perlu membawa banyak koper."


"Tentu nona, aku akan merapikannya dan wah, tuan suka dengan makanan ini sejak dulu." Dave mengambil makanan yang ada didalam koper dan melihatnya.


"Kau benar Dave, bisa kau lihat berapa banyak yang daddy minta, ini benar-benar stok untuk satu tahun!"


Dave tertawa dan segera berjongkok diatas lantai saat Silvia sudah bangkit berdiri, dia mulai membongkar barang-barang yang ada didalam koper untuk menatanya kembali agar semua yang ingin dibawa oleh Silvia bisa muat didalam koper itu.


"Tolong ya Dave, aku mau mandi."


"Baik nona."


Silvia melangkah pergi sedangkan Dave mulai merapikan barang-barang yang ingin dibawa oleh Silvia kedalam koper, dengan serius Dave merapikan barang-barang itu hingga selesai.


Tidak lama kemudian, dia sudah selesai dan Silvia keluar dari dalam kamarnya, dia segera menghampiri Dave dan melihat semua barang-barangnya sudah tertata rapi kedalam koper kecuali dua kotak mainan yang tidak bisa masuk kedalam koper lagi.


"Apa sudah selesai Dave?"


"Yang dua ini tidak muat lagi nona."


"Tidak apa-apa, itu bisa dibawa mengunakan paper bag."


"Nona benar." Dave bangkit berdiri dan berjalan pergi untuk mengambil paper bag sedangkan Silvia menutupi kopernya dan mengangkatnya supaya benda itu berdiri.


"Wow, berat." gumamnya.

__ADS_1


Pada saat itu terdengar suara seseorang mengetuk pintu dari luar sana, Silvia berjalan menghampiri pintu dan sebelum membukanya dia mengintip dari balik jendela.


"Abraham! Buat apa dia datang kemari?" gumamnya dengan pelan.


Ya Abraham berdiri didepan pintu rumahnya saat ini, dia datang kesana karena dia ingin bertemu dengan Silvia dan menjelaskan kesalah pahaman diantara mereka berdua.


Dia harap Silvia ada dirumah dan mau menemuinya, dia juga berharap Silvia mau mendengar penjelasan darinya.


Abraham kembali mengetuk pintu rumah itu sedangkan Silvia mulai melangkah mundur, dia tidak mau bertemu dan berbicara kepada Abraham lagi dan dia tidak mau menemui pria itu.


Dia segera mencari Dave, dia ingin Dave membuka pintu dan mengusir Abraham pergi dari rumahnya.


"Dave ada seseorang didepan pintu dan aku tidak mau bertemu dengannya lagi jadi tolong usir dia pergi dan ingat jangan sampai dia tahu bahwa besok aku akan kembali ke Amerika." pintanya.


"Baik nona."


Silvia duduk dimeja makan sedangkan Dave berjalan kearah pintu, dia segera membuka pintu dan melihat Abraham berdiri diluar sana.


Dengan cepat Dave menutup pintu itu dibelakangnya dan menatap Abraham dengan tajam.


"Mau apa tuan Abraham datang kamari?" tanya Dave dengan dingin.


"Aku tidak ada urusan denganmu dan aku ingin bertemu dengan Silvia." Abraham menjawab dengan dingin pula.


Padahal dia ingin menjelaskan kesalahan pahaman diantara mereka tapi kenapa Silvia malah mematikan ponselnya?


Semua gara-gara Nick dan hampir saja Nick dia pecat dan menjadi pelampiasan dari amarahnya, jika dia tidak memikirkan bahwa Nick sudah bekerja lama dengannya mungkin saja pria itu sudah dia pecat.


"Maaf nona Silvia sudah tidur." jawab Dave.


"Jangan bohong, ini belum jam 7 mana mungkin dia sudah tidur." Abraham tidak percaya dengan ucapan Dave.


"Memangnya saat mau tidur kita harus melihat jam terlebih dahulu? Nona sangat lelah jadi dia tidur lebih awal."


"Biarkan aku masuk, aku ingin bertemu dengannya!" Abraham hendak menerobos masuk tapi langsung Dave tahan.


"Jangan berlaku tidak sopan dirumah orang lain, aku sudah katakan jika nona sudah tidur jadi silakan kembali besok lagi."


"Aku tidak percaya jadi biarkan aku melihatnya!"


"Tuan Abraham, sangat tidak sopan melihat seorang wanita sedang tidur."

__ADS_1


"Jangan banyak bicara, aku sudah melihatnya tidur, aku sudah tidur dengannya dan memeluknya ditempat tidur!" teriak Abraham marah.


Dave terbelalak kaget begitu juga dengan Silvia, saat itu dia sedang berdiri dibelakang pintu untuk mendengar pembicaran Dave dan Abraham.


Dia tidak menyangka jika Abraham akan mengatakan hal itu didepan Dave, bagaimana jika sampai Dave salah paham? Oh ini sungguh sangat memalukan!


Tapi dia tidak akan mau keluar dan menemui Abraham, dia ingin tahu sampai sejauh mana tindakan Abraham.


Abraham kembali ingin menerobos masuk melewati Dave tapi lagi-lagi Dave menghalanginya.


Hal itu benar-benar membuat Abraham sangat kesal, jika saja Dave bukan pelayan Silvia mungkin sudah dia pukul sedari tadi.


Dave tetap tidak akan membiarkan Abraham lewat, dia tidak akan membiarkan Abraham masuk kedalam sana karena Silvia tidak mau menemui pria itu.


"Oh ayolah, aku hanya ingin bertemu dengannya dan berbicara dengannya." pinta Abraham frustasi.


"Tuan Abraham sebaiknya kau kembali lagi besok untuk menemui nona."


"Apa besok dia ada dirumah?"


"Tentu saja, besok nona ada dirumah seharian dan tidak akan pergi kemana-mana." dusta Dave.


Abraham menghembuskan nafasnya dengan berat, sepertinya dia tidak punya pilihan lain selain kembali lagi besok.


Dia tidak mau membuat Silvia semakin membencinya jika dia berbuat keributan disana.


"Baiklah, besok aku akan kembali dan katakan padanya jika aku ingin bertemu dengannya untuk menjelaskan jika dia hanya salah paham saja."


Dave mangganguk dan sebelum meninggalkan tempat itu Abraham melihat kearah pintu, dia tahu Silvia ada didalam sana dan dia yakin Silvia sedang tidak ingin bertemu dengannya karena marah, jadi besok dia akan kembali lagi dan dia harap Silvia mau bertemu dengannya.


Setelah kepergian Abraham, Dave segera masuk kedalam, dia begitu kaget saat melihat Silvia berdiri dibalik pintu.


"Nona apa kau tidak ingin menemuinya?"


"Tidak Dave."


"Tapi sepertinya dia sangat ingin menemui nona dan berbicara dengan nona."


Silvia diam saja dan mengintip dari jendela melihat kepergian mobil Abraham.


"Biarkan saja Dave, jika dia memang serius denganku maka dia harus mencariku di Amerika."

__ADS_1


Saat Dave mendengarnya dia menggangguk dan tersenyum, Silvia segera melangkah kearah kamarnya sedangkan Abraham pulang kerumahnya dengan perasaan kesal, yang pasti malam ini dia akan sangat merindukan Silvia dan dia tidak tahu jika besok Silvia sudah kembali ke Amerika.


__ADS_2