
Abraham segera turun dari mobilnya saat sudah tiba dirumah Silvia, dia segera berlari menuju pintu rumah itu dan mengetuknya dengan cepat.
Dia benar-benar sangat ingin bertemu dengan Silvia dan sesuai dengan niatnya, dia akan menjelaskan semuanya dan langsung melamar Silvia.
Beberapa kali dia mengetuk pintu itu tapi tidak ada yang membukakan pintu itu untuknya, apa tidak ada orang dirumah?
Apa Silvia belum bangun? Tapi ini sudah hampir jam 9 jadi tidak mungkin jika Silvia belum bangun dari tidurnya.
Karena tidak mau berputus asa, Abraham kembali mengetuk pintu rumah itu, dia harap ada seseorang yang membukakan pintu untuknya dan tidak lama kemudian seorang pelayan membukakan pintu itu untuknya.
"Ada apa tuan?"
"Aku ingin bertemu dengan Silvia, apa dia ada?"
"Oh nona sudah pergi dari pagi."
"Hah, kemana?" tanya Abraham tidak dipercaya.
"Maaf tuan, kami tidak tahu." jawab pelayan itu pura-pura.
Silvia telah meminta kepada para pelayan yang ada dirumahnya untuk tidak mengatakan kepada Abraham kemana dia pergi jika Abraham datang mencarinya.
Abraham menarik nafasnya frustasi, sialan! Kemana Silvia pergi sepagi ini? Padahal dia sangat ingin bertemu dengan Silvia.
Dia segera melangkah pergi menuju mobilnya, kemana dia harus mencari Silvia?
Abraham tampak berpikir, apa Silvia pergi kepanti asuhan? Tapi untuk apa dia pergi kesana sepagi ini?
Dia segera masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobilnya, mungkin tidak ada salahnya dia pergi kepanti asuhan, bisa saja Silvia memang ada disana.
Abraham membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia melakukan hal itu supaya dia bisa cepat tiba dipanti asuhan.
Setelah tiba diapun segera turun dari mobilnya dan berlari masuk kedalam tempat itu, tapi lagi-lagi dia harus kecewa karena dia tidak mendapati Silvia dan hanya anak-anak yang menatapnya dengan tatapan tidak suka dan ada juga yang ketakutan melihatnya.
"Wah, tuan Abraham, angin apa yang membawa anda kemari sepagi ini. Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Suster Maria dengan sopan.
"Hmm..tidak ada suster, aku hanya ingin tahu apa Silvia ada datang kemari?"
"Nona Silvia? Mana mungkin dia datang kemari sepagi ini tuan Abraham?"
"Ya, aku hanya mengira, maaf mengganggu suster Maria."
Suster Maria tersenyum dengan ramah, dia melihat sepertinya Abraham sudah sedikit berubah, tatapan matanya terlihat lebih ramah tidak seperti terakhir dia datang kesana.
Walaupun tidak dipungkiri jika anak-anak masih saja takut melihat kedatangannya tapi dilihat bagaimanapun Abraham sudah berubah banyak bahkan dia berbicara dengan sopan padanya.
__ADS_1
"Suster Maria, jika dia ada datang kemari tolong katakan padanya jika aku datang mencarinya." pinta Abraham.
"Oh tentu tuan Abraham, akan aku sampaikan jika nona Silvia datang."
"Terima kasih suster Maria, aku juga ingin minta maaf pada suster dan pada anak-anak yang ada dipanti asuhan ini kerena ingin mengusir kalian,aku minta maaf."
Suster Maria terbelalak kaget, apa dia tidak salah dengar?
"Aku memang akan membongkar tempat ini tapi aku berjanji pada kalian aku akan membangun tempat yang lebih baik dan layak untuk kalian nanti, aku berjanji." ujar Abraham lagi.
Suster Maria tampak senang, walaupun Silvia telah menyediakan tempat untuk mereka tapi dia senang jika Abraham tidak jadi menggusir mereka, tidak hanya itu Abraham bejanji akan membangun tempat yang lebih layak untuk para anak panti itu dan dia rasa ini sangat bagus.
"Terima kasih tuan Abaraham."
"Baiklah suster, aku harus pergi dan tolong sampaikan pada Silvia jika dia datang bahwa aku sedang mencarinya."
"Tentu saja, pasti aku akan menyampaikan hal ini padanya tapi maaf karena aku rasa dia tidak akan kembali kemari dalam waktu dekat."
"Maksud suster?" Abraham menatap suster Maria dengan tatapan penuh tanda tanya.
Suster Maria langsung menutup mulutnya dan berkata dalam hati:
"Oh my God, aku kelepasan!"
"Suster Maria, bisa kau beri tahu aku apa maksud dari perkataan suster?" tanya Abraham lagi.
"Oh ayolah suster, katakan padaku kemana Silvia pergi?"
"Maafkan aku." suster Maria masih dengan pendiriannya.
"Suster Maria please, ini sangat penting. Tolong katakan padaku kemana dia hingga dia tidak bisa kembali kemari dalam waktu dekat?"
Suster Maria menghembuskan nafasnya dengan berat, dia benar-benar jadi tidak enak hati pada Silvia karena telah telah kelepasan bicara.
Tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan dari Abraham karena dia berkewajiban membantu orang yang sedang kesulitan.
"Suster Maria, please." mohon Abraham lagi.
Dia sangat yakin jika suster Maria tahu dimana Silvia berada saat ini dan dia berharap suster Maria mau mengatakan padanya keberadaan Silvia.
Suster Maria hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat dan meminta maaf pada Silvia didalam hatinya.
"Baiklah, nona Silvia bilang dia akan pulang hari ini." katanya dengan berat hati.
"Pulang? Pulang kemana? Apa Silvia bukan orang Australia?" tanya Abraham dalam hati.
__ADS_1
"Boleh aku tahu dia pulang kemana?"
"Kalau itu aku minta maaf tuan Abraham, aku tidak bisa mengatakannya."
"Suster."
"Maaf tuan dan tolong jangan paksa aku."
Abraham tampak frustasi tapi dia juga tidak bisa memaksa suster Maria, sepertinya dia harus mencari tahu sendiri, dari mana Silvia berasal?
"Baiklah, terima kasih suster telah memberi tahuku dan maaf karena aku sudah memaksa suster Maria."
"Tidak apa-apa, jika tidak ada keperluan lagi maka aku akan pergi karena aku banyak pekerjaan."
"Baiklah,terima kasih suster, aku juga harus pergi, permisi."
Abraham segera melangkah pergi tetapi dalam otaknya sedang memikirkan dimana tempat tinggal Silvia sebenarnya, seandainya ada sedikit petunjuk mungkin dia akan mengetahui dari mana Silvia berasal?
Apa dia harus kembali kerumah Silvia dan menanyakan perihal ini pada pelayannya yang tua? Tapi dia sangat yakin jika pelayan itu tidak akan mau mengatakan padanya dimana Silvia berada saat ini.
Dengan berat hati Abraham pulang kerumahnya dan dia tampak begitu lesu sampai membuat ibunya sangat heran, apa putranya ditolak oleh Silvia?
"Hei boy, apa dia menolakmu?" tanya Monica.
"Tidak mom, tapi dia sudah pulang." jawabnya putus ada.
"Pulang, kemana?"
"Aku tidak tahu mom."
"Oh astaga, apa selama ini kau tidak menanyakan dimana dia berasal?"
"Tidak!"
"Ck, dasar bodoh!"
"Memangnya mommy tahu?"
"Tidak, mommy memang tahu dulu mereka tinggal di China tapi sekarang entahlah."
Abraham menarik nafasnya dan berjalan melewati ibunya, dia segera duduk diatas sofa dan berpikir, apa ada yang bisa memberinya petunjuk?
Pada saat itu juga dia langsung bangkit berdiri, dia jadi teringat dengan benda yang dia ambil dari tas Silvia waktu itu dan dia tendang hingga dibawah sofa.
Dia segera berlari masuk kedalam kamarnya dan dia berharap benda itu masih ada disana, Abraham mendorong sofa dan memungut sebuah kartu dari sana.
__ADS_1
Abraham melihat kartu identitas milik Silvia dan membacanya, Silvia Smtih, Los Angles, California!
Wow, sepertinya dia harus segera pergi kesana.