
Saat itu Abraham sedang bersiap-siap didalam kamar hotelnya, ini sudah jam 10 jadi dia ingin pergi menemui Silvia dirumahnya.
Dia tidak akan takut dan gentar untuk menghadapi siapapun nanti, dia pasti akan mengutarakan niatnya untuk melamar Silvia didepan seluruh keluarganya.
Walaupun ini terlihat sangat mendadak tapi dia tidak mau menunda dan tidak mau berpacaran lagi, dia ingin langsung mengikat Silvia dan menjadikan Silvia miliknya.
Setelah selesai Abraham segera keluar dari kamarnya, dia tidak mengabari Silvia lagi jika dia akan datang, lebih baik dia langsung mendatangi Silvia secara mendadak.
Sementara itu dikediaman keluarga Smith, Edward sedang menangis dan berlari keluar dari kamar Silvia.
Bagaimana tidak, saat itu Edward sedang memakai sebuah gaun berwarna merah sedangkan sebuah jepit rambut berada diatas kepalanya.
Itu semua ulah Silvia, gaun itu dia beli saat dia membeli mainan di Australia, dia melihat gaun itu sangat cantik dan entah kenapa dia jadi ingin melihat Edward memakai gaun itu.
"Mommy, daddy, aunty Silvia jahat!" Teriak Edward sambil menangis.
Dia melarikan diri dari kejaran Silvia yang masih belum selesai mendandaninya.
"Edward sayang, ayo sini, aunty belum selesai. Setelah ini aunty akan memberikan mainan pesawat yang kau inginkan."
"Tidak mau! Daddy tolong."
Edward berlari kearah ayahnya dan bersembunyi dibawah kakinya sambil menangis.
"Daddy, aunty Silvia jahat! Edward tidak mau jadi anak perempuan!"
"Ya ampun Silvia, kenapa kau begitu kurang kerjaan hah?"
Jhon tampak kesal melihat keisengan adiknya.
"Ck kakak jangan ganggu!"
"Kau benar-benar!" Jhon kehabisan kata-kata sedangkan Edward masih merengek dibawah kakinya.
"Edward ayo ikut aunty." Silvia mendekati Edward tapi Edward langsung menggeleng.
"Ayolah, kita ganti baju lagi okey? Setelah ini aunty akan memberikan mainan pesawat untukmu."
"Aunty janji tidak akan memakaikan baju anak perempuan lagi pada Edward?"
"Aunty janji jadi ayo."
Edward melepaskan kaki ayahnya dan mengikuti langkah Silvia masuk menuju kamarnya, Jhon menggeleng saat kepergian adiknya dan putranya, dia ingin mencari Samantha yang berada didalam kamar yang sedang memberikan susu kepada Jacob tapi pada saat itu seorang penjaga menghampirinya dan berkata:
__ADS_1
"Bos, pria semalam kembali lagi dan berkata ingin bertemu dengan nona muda."
Pria semalam? Berani sekali kembali lagi untuk menemui adiknya! Oke baiklah, dia ingin lihat sampai sejauh mana kesungguhan Abraham Achilles dan apa tujuannya datang kerumahnya.
"Suruh masuk!" perintahnya.
Niatnya untuk masuk kedalam kamar untuk mencari Samantha dia urungkan dan berjalan menuju ruang tamu, Jhon juga mengajak ayahnya untuk menemui pria yang berani datang mencari adiknya.
Seorang penjaga membawa Abraham menuju ruang tamu, disana Jhon dan ayahnya sudah menunggu kedatangannya dan menatapnya dengan tajam.
Abraham cuek saja, bagaimanapun ini bukan daerah kekuasannya dan dia akan bersikap sopan.
"Selamat siang tuan Smith aku Abraham, maaf jika mengganggu waktu kalian." sapanya dengan sopan.
"Duduk!" perintah Jhon dengan dingin.
"Terima kasih." Abraham segera duduk didepan Jhon dan ayahnya.
"Jelaskan pada kami apa tujuanmu datang kemari!" tanya Jhon tanpa basa basi.
"Aku ingin menemui Silvia?"
"Untuk apa? Kau datang jauh-jauh dari Australia hanya untuk menemuinya? Apa tidak ada alasan yang lain?"
"Tidak sebelum kau mengatakan pada kami hal penting apa yang ingin kau bicarakan dengannya!"
"Oh ayolah, bisakah beri kami sedikit privasi untuk menyelesaikan permasalahan diantara kami berdua?"Abraham sudah tampak kesal.
"Tdak!"tolak Jhon lagi.
"Oh Tuhan,ini sangat mengesalkan!rasanya ingin aku pukul tapi jangan sampai aku mati disini."ujar Abraham dalam hati.
Sepertinya mau tidak mau dia harus mengutarakan niatnya didepan kedua pria yang masih menatapnya dengan tatapan tajam mereka.
"Aku datang kemari karena aku ingin melamar Silvia!"
Saat mendengarnya Jhon dan ayahnya terbelakak kaget, melamar Silvia? Berani sekali!
"Kau sangat berani, Memangnya apa yang kau punya hingga kau berani melamar putriku?" tanya Michael Smith.
Ini sangat mendadak dan dia tidak menyangka putrinya akan dilamar dengan cepat, tapi dia tidak akan menyerahkan putrinya dengan mudah.
Abraham belum menjawab, dia masih memikirkan jawaban apa yang ingin didengar oleh ayah Silvia, jangan sampai dia salah menjawab sehingga membuat keinginannya ditolak.
__ADS_1
"Kenapa diam saja?" Tanya Jhon kesal.
"Oh aku minta maaf, mungkin aku tidak punya apa-apa yang bisa aku banggakan. Dilihat bagaimanapun kalian lebih berkuasa dan banyak uang, aku berkata seperti ini bukan untuk merendahkan diriku didepan kalian supaya kalian merestui hubunganku dengan Silvia, tidak!"
"Aku hanya ingin mengatakan pada kalian, uang siapapun punya dan bisa dicari jika kita bekerja dengan giat, tapi aku mencintai Silvia dan menyayanginya, aku ingin hidup bersamanya dan aku ingin selalu menjaga dan mencintainya sampai kapapun juga." ujar Abraham panjang lebar.
Jhon dan ayahnya saling pandang, baiklah, ini jawaban yang bagus! Jika Abraham menjawab dia punya banyak uang untuk membahagiakan Silvia maka akan mereka tendang Abraham dari tempat itu juga.
"Aku berjanji pada kalian akan selalu membahagiakan Silvia dan mencintai kedua anaknya dan aku tidak akan meninggalkannya seperti yang dilakukan oleh suaminya dulu!"
"Ha..ha..ha..ha..ha..!!" Jhon dan ayahnya langsung tertawa terbahak-bahak, Silvia punya dua anak? Pernah ditinggalkan oleh suaminya?
Sepertinya Silvia menipu pria itu tapi ini malah menjadi hal yang sangat bagus, dengan ini Abraham menunjukan jika dia sangat bersungguh-sungguh dengan Silvia.
Mereka tidak bisa menahan tawa mereka sampai membuat Abraham heran, ada apa? Apa dia sudah salah bicara?
"Oke baiklah, aku akui kau memang serius terhadap adikku. Asal kau tahu saja jika kau menjawab kau punya banyak uang untuk membahagiakannya maka aku tidak akan segan-segan menendangmu keluar dan membunuhmu! Tanpa menikah denganmupun dia bisa menikmati hidupnya dan pergi kemanapun yang dia mau."
Abraham tampak lega, untung dia tidak salah menjawab.
"Jadi bolehkah aku bertemu dengan Silvia?" pintanya.
"Oke baiklah, tunggu disini aku akan memanggilnya dan selesaikan permasalah diantara kalian berdua."
Jhon bangkit berdiri begitu juga dengan ayahnya, mereka sudah selesai mengintrogasi pria itu dan hasilnya sangat memuaskan. Mereka segera melangkah pergi sedangkan Jhon berjalan kearah kamar Silvia untuk memanggil adiknya.
"Hei Silvia,ada yang mencarimu."
"Siapa kak?" Silvia tampak heran, siapa lagi yang datang?
"Calon suamimu." jawab Jhon asal.
"Hah?" Silvia tampak ling lung, siapa calon suaminya?
"Sana temui dia, dia sedang menunggumu diruang tamu."
"Ck, siapa lagi sih!" gerutu Silvia kesal. Tapi walau begitu dia bangkit berdiri dan meninggalkan Edward yang sedang memainkan pesawat yang baru saja didapatkannya.
Silvia berjalan menuju ruang tamu dan melihat seorang pria sedang menunggunya, si model celana dalam!
Tapi kenapa kakaknya berkata pria itu calon suaminya? Apa kakaknya sudah gila!
Silvia segera menghampiri Abraham dan pada saat melihat kedatangan Silvia, Abraham segera bangkit berdiri dan tersenyum dengan menawan sampai membuat jantungnya berdetak tidak karuan.
__ADS_1
Wow...wow....ada apa ini? Jangan-jangan dia ketularan kakaknya yang gila!