Falling In Love With You

Falling In Love With You
Family


__ADS_3

Pesawat pribadi Silvia baru saja mendarat dirumah pribadi keluarganya, selama diperjalanan dia tidak bisa tidur padahal jarak antara Australia ke Amerika memakan waktu yang lama.


Entah apa yang dia pikirkan dia sendiri tidak tahu, seharusnya dia senang kembali ke Amerika berkumpul dengan keluarganya lagi.


Tapi entahlah, mungkin dia merasa berat karena harus meninggalkan para anak panti atau mungkin kunjungannya yang terlalu singkat sampai membuatnya tidak bisa mengunjungi tempat-tempat yang mau dia kunjungi atau ada alasan yang lainnya?


Silvia Segera meraih tasnya saat badan pesawat sudah benar-benar berhenti, dia segera berjalan turun sedangkan barang-barang bawaannya diambil oleh seorang pelayan yang menjaga rumah itu.


Dia merasa sangat mengantuk jadi dia ingin langsung pulang saja untuk tidur, lagi pula kedua orang tuanya pasti sudah menunggunya dirumah.


Silvia segera meminta supir pribadinya untuk langsung pulang kerumah orang tuanya saat barang-barang bawaannya sudah dimasukkan kedalam mobil.


Selama diperjalanan kembali dia diam saja dan berpikir, apa tindakannya sudah benar pergi begitu saja tanpa mendengar penjelasan Abraham?


Dia memang ingin melihat kesungguhan Abraham dan ingin melihat, apa Abraham akan mencarinya ke Amerika?


Tapi jujur saja dia merasa Abraham tidak mungkin menyusulnya apalagi pria itu tidak tahu dari mana dia berasal.


Mungkin saat ini Abraham sedang dirumah neneknya untuk mencarinya, mungkin saja Abraham sedang menanyakan keberadaan dirinya pada Dave, dia yakin Dave pasti tidak akan mengatakan pada Abraham dimana dirinya berada.


Mungkin setelah tidak menemukan dirinya Abraham akan menyerah dan melupakannya, lagi pula mereka berdua tidak memiliki hubungan apa-apa dan hanya orang asing saja.


"Sudahlah Silvia, apa yang kau harapkan? Lupakan semua dan lagi pula dia tidak mungkin datang mencarimu kemari." katanya dalam hati.


Saat mobilnya sudah berhenti dirumah orang tuanya, Silvia segera turun dan berlari masuk kedalam rumah sambil berteriak.


"Mom, i'm home."


Xiau Yu menoleh saat melihat putrinya dan dia tampak begitu senang.


"Akhirnya kau pulang sayang." Xiau Yu mendekati putrinya dan memeluknya dengan erat.


"Bagaimana liburanmu disana sayang?"


"Biasa saja, aku belum pergi kemana-mana tapi aku sudah harus kembali, semua ini gara-gara kartu identitasku yang hilang."


"Sejak kapan kau jadi ceroboh begini?" Michael Smith menghampiri istri dan putrinya.


"Daddy, aku rindu padamu." Silvia melepaskan pelukannya dari ibunya dan menghampiri ayahnya, dia juga memeluk ayahnya dan tampak manja.


"Jangan pura-pura manja, pasti ada sesuatu yang kau inginkan bukan?"


"Hehehe..daddy, kau sudah membeli banyak makanan yang daddy inginkan dan tanganku sangat sakit saat membawanya, apa daddy tidak mau memberiku sesuatu?"


"Kau gadis gampang ditebak!" gerutu ayahnya kesal.


"Kalau tidak mau aku akan buang semua makanan itu!" ancamnya.

__ADS_1


"Sudahlah Silvia jangan menggoda daddymu, dia tidak tahan godaan." sela Xiau yu sambil tertawa.


"Hei..hei..siapa yang tidak tahan godaan?"


"Daddy." jawab Silvia dan pada saat itu dia dan ibunya langsung tertawa.


"Ck, baiklah aku memang tidak tahan godaan!" jawab Michael pasrah.


Xiau Yu dan Silvia kembali tertawa, mereka berjalan kearah ruang keluarga dan duduk disana.


"Silvia, bagaimana keadaan rumah nenek?" tanya ayahnya.


"Daddy tidak perlu khawatir, Dave menjaga rumah itu dengan baik."


"Itu bagus."


"Daddy, kenapa tidak menjual rumah itu? Padahal kita tidak mungkin tinggal disana bukan?"


"Aku berencana tinggal disana saat sudah tua."


"Hei aku tidak mau ya." sela Xiau Yu dengan cepat.


Memang sejak mereka punya dua orang anak, Michael mengajak istrinya untuk tinggal di Australia tapi entah kenapa Xiau Yu tidak mau tinggal disana.


Michael sempat memberinya dua pilihan, mau tinggal di Australia atau di Amerika tapi Xiau Yu lebih memilih Amerika dan pada akhirnya mereka menetap di Amerika hingga sekarang.


Karena perusahaan yang dibangun oleh Michael tambah maju di Amerika jadi dia memutuskan mengikuti permintaan istrinya dan menutup perusahaan yang dia bangun di China, alasannya karena dia malas pulang pergi antara china dan Amerika.


"Entahlah, sepertinya dia sedang sibuk. Kenapa?"


"Tidak apa-apa, aku hanya kangen Edward dan Jacob."


"Kau hubungi saja kakak iparmu dan suruh dia datang."


"Baiklah." Sillvia bangkit berdiri.


"Mau kemana?"


"Aku lelah mom, mau mandi dan tidur karena aku tidak tidur selama diperjalanan."


"Apa kau sudah makan sayang?"


"Tentu saja, dan ah, daddy, makanan yang kau inginkan ada dikoper."


Setelah mengatakan demikian Silvia segera berlari masuk kedalam kamarnya, dia ingin segera mandi dan ingin secepatnya tidur.


Dia kira dia akan Segera tidur tapi ternyata dia salah, dia hanya membolak balikkan tubuhnya diatas ranjang dan tampak gelisah.

__ADS_1


Silvia menggerutu kesal dan duduk diatas ranjang, lebih baik dia menghubungi kakak iparnya saja dan memintanya untuk datang membawa Edward dan Jacob.


Dia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi kakak iparnya.


"Kakal ipar, apa kau sedang sibuk?"


"Tidak, kenapa?" tanya Samantha dari sebrang sana.


"Tidak, apa kakak ipar bisa datang membawa Edward dan Jacob? Aku sangat merindukan mereka berdua."


"Hei bukankah kau sedang ada di Sydney?"


"Aku baru saja kembali jadi apakah kakak ipar bisa membawa mereka datang nanti, aku juga punya Oleh-oleh untuk kalian."


"Aku tidak janji, jika Jhon bisa pulang lebih cepat maka aku akan pergi jika tidak maka besok saat Edward pulang sekolah aku akan mampir kesana."


"Ck kakak ipar, jangan menunggu kakak, kakak ipar datang saja sendiri."


"Hei Silvia, kau kira gampang bawa dua anak saat bepergian."


"Hehehe..kakak ipar, aku tidak tahu."


"Ck karena itu cepatlah menikah supaya kau bisa cepat punya anak dan merasakan saat menjadi seorang ibu!"


"Wow, apa kakak ipar mau mengenalkan aku dengan seorang pria tampan?"


"Tidak, sana cari pacar sendiri." jawab Samantha dari sebrang sana.


"Tidak ada yang mau denganku kakak ipar."dustanya.


"Oh ya, jika begitu aku akan katakan pada kakakmu untuk mencarikan seorang suami untukmu."


"Wow, tidak mau!"


"Yakin?"


"Ya, aku tidak mau!"


"Jadi?"


"Ck, aku mau tidur saja, kakak ipar harus datang ya nanti."


"Iya, aku akan kesana."


"Oke, bye kakak ipar."


Setelah mematikan ponselnya, Silvia meletakkan ponselnya dan merebahkan dirinya diatas ranjang.

__ADS_1


Dia hanya menatap langit-langit kamarnya, tanpa terasa jarinya mulai menyentuh bibirnya karena dia kembali teringat dengan ciuman yang dia lakukan dengan Abraham.


Silvia membalikkan tubuhnya,lebih baik dia tidur saja dan melupakan semuanya. Lagi pula dia dan Abraham tidak akan pernah bertemu lagi karena Abraham tidak mungkin menemukan dimana dirinya berada tapi dia tidak tahu Abraham sedang berada didalam pesawat pribadinya dan sebentar lagi akan tiba di Amerika.


__ADS_2