Falling In Love With You

Falling In Love With You
Permintaan


__ADS_3

Silvia terbangun saat merasakan sebuah sentuhan dipipinya, dia segera membuka matanya dan sebuah senyuman menghiasi wajahnya saat melihat Abraham sedang tersenyum dan memandangnya.


Dia segera masuk kedalam pelukan Abraham dan menyembunyikan wajahnya didada bidang suaminya.


"Good morning." ucapnya pelan.


"Good morning sayang."


Abraham mengusap kepala istrinya dengan lembut bahkan menciumi dahinya dengan lembut pula.


Silvia tersenyum dan mengangkat kepalanya untuk menciumi bibir suaminya.


"Morning kiss."


"Oh sayang."


Abraham menciumi bibir istrinya dan ********** degan lembut, setelah itu dia melepaskan bibir Istrinya dan memandangi wajahnya.


"Sayang, apa yang harus kita lakukan hari ini?"


"Entahlah."


"Kapan kau mau ikut aku kembali ke Australia?"


"Abraham." Silvia memeluk suaminya dengan erat.


"Yes my dear."


"Aku akan ikut denganmu kapanpun kau akan kembali ke Australia Karena kita sudah menjadi suami istri sekarang. Tapi satu hal yang aku pinta padamu."


"Apa itu sayang, katakan padaku?"


"Saat aku ingin kembali kesini aku harap kau tidak melarangku Karena keluargaku semuanya ada disini."


Abraham tersenyum dan menciumi dahi istrinya kembali, tentu dia tidak akan melarang istrinya untuk kembali karena dia tidak mau membuat Silvia marah dan meninggalkannya lagi.


"Tentu saja aku tidak akan melarangmu sayang, tapi ingatlah jangan meninggalkanku terlalu lama saat kau kembali karena aku tidak mau berpisah lama-lama denganmu."


"Benarkah?" Silvia mengangkat kepalanya dan menatap suaminya dengan lekat.


"Ya, jadi jangan lupa untuk cepat pulang saat kau kembali kesini."


"Tentu saja." Silvia kembali memeluki suaminya dan tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


Dia akan selalu pulang untuk mengunjungi keluarganya nanti dan dia sangat senang Abraham tidak melarangnya.


Saat itu sebuah ide muncul dikepalanya, mungkin mereka harus membeli rumah disana? Mereka bisa berpindah-pindah nantinya dan sepertinya ini bukanlah ide yang buruk.


"Abraham."


"Hmm?"


"Bagaimana jika kita membeli rumah disini."


"Untuk apa?"


"Yah, kita bisa pulang bersama-sama jadi jika kita punya rumah, kita bisa tinggal disini sewaktu-waktu."

__ADS_1


Abraham tampak berpikir, memang ini bukan ide yang buruk tapi bagaimana dengan ibunya saat mereka kembali dan menetap disini?


"Sayang, jika kita kembali bersama-sama lalu bagaimana dengan mommy? Aku tidak mungkin meninggalkan mommy sendiri apalagi kondisinya juga kurang sehat."


"Oh Abraham, aku tidak bilang sekarang, oke? Mungkin suatu hari nanti, saat kita sudah punya anak kita bisa membeli sebuah rumah disini dan mengajak anak-anak kita untuk menetap disini sewaktu-waktu. Asal kau tahu? Aku tidak terlalu suka dengan cuaca di Autralia."


"Baiklah jika seperti itu, lakukan apa yang kau inginkan dan aku akan mengikutinya."


"Terima kasih sayang." Silvia menciumi bibir Abraham dengan lembut.


"Bisakah berterima kasih dengan cara lain?" goda suaminya.


"Dengan cara apa? Coba katakan padaku?" Silvia balik menggoda.


Jari jemarinya sudah bermain didada suaminya dan dia tersenyum dengan nakal pula untuk menggoda suaminya.


Abraham menangkap tangan istrinya dan mengangkat dagunya,dia juga berkata:


"Dengan cara, hmm?"


Tanpa menunggu lagi dia langsung mel*mat bibir Silvia sedangkan tangannya sudah bermain di tubuh istrinya yang masih polos.


Silvia terus mengerang karena sentuhan tangan suaminya dan diapun tidak mau tinggal diam.


Tangannya sudah bermain diotot-otot perut suaminya dan terus merayap kebawah dimana si belalai beracun berada.


Abraham mulai mengerang saat tangan Silvia memainkan belalainya dan membangunkannya.


Silvia bangun dari tidurnya dan duduk diatas tubuh suaminya, sekarang dia akan berterima kasih dengan caranya.


"Abraham." dia mulai memainkan jarinya dibibir suaminya dan tersenyum dengan nakal.


"Aku akan berterima kasih dan semoga kau puas."


"Oh tentu saja, kita lihat saja nanti."


Silvia segera menunduk dan menciumi bibir suaminya, mereka berciuman dengan liar sedangkan tangan Abraham terus me**mas bokong istrinya yang padat berisi.


Silvia melepaskan bibir suaminya dan menciumi wajahnya, bibirnya terus turun dan menyelusuri tubuh suaminya, dimulai dari leher, dada, perut dan menuju ketempat si belalai berada.


Abraham mengerang saat Silvia mulai menikmati miliknya, tangannya terus mengusap kepala Silvia dan erangan terus terdengar dari bibirnya.


"Oh Silvia, aku terima ucapan terima kasihmu." ucapnya disela erangannnya.


Silvia tersenyum dan menghentikan aksinya, dia segera merangkak diatas tubuh suaminya dan menciumi wajahnya.


"Bagaimana aksi amatiran ini sayang?"


"Oh kau harus banyak belajar dan sekarang giliranku!"


Abraham segera membalikkan tubuh istrinya dan mulai melakukan apa yang dia mau, dengan bibirnya, dia terus mencicipi tubuh istrinya yang menggoda sampai membuat tubuh Silvia bergetar karena perbuatannya dan erangan demi erangan terus lolos dari bibirnya.


"Oh Abaraham, lakukan! Aku menginginkanmu sekarang." pintanya dengan nafas yang memburu.


Seperti keingin istrinya, Abraham segera menyatukan tubuh mereka dan bergerak dengan cepat.


Silvia memeluk leher suaminya dengan erat dan terus mengerang.

__ADS_1


"Abraham,oh?"


Abraham menciumi bibir Silvia dan mengangkat tubuh Silvia hingga duduk diatas pangkuannya.


"Lakukan sayang." bisiknya.


Silvia mengangguk dan meletakkan tangannya dibahu suaminya, untuk permulaan dia bergerak dengan pelan tapi semakin lama gerakannya semakin cepat dan cepat.


"Faster honey." pinta Abraham sedangkan tangannya berada dipinggang Silvia.


Silvia semakin menggerakan tubuhnya sedangkan nafas mereka semakin memburu.


"Abraham aku..sudah?"


"Yes my dear, kita bersama-sam,oke?"


Silvia mengangguk dan terus bergerak dengan cepat sedangkan Abraham menekan bokong istrinya supaya belalainya bisa menancap lebih dalam didalam sana.


"Abra ...uh?"


Pada saat itu, mereka mengerang bersama-sama saat belalai milik Abraham menyemprotkan bisanya yang lengket kedalam sana.


Silvia memeluk leher suaminya dan terkulai lemas sedangkan Abraham menciumi wajahnya dan berbisik.


"Terima kasih sayang."


"Hei jangan mengucapkan terima kasih."


"Kenapa?"


"Jika tidak aku akan memintamu berterima kasih dengan cara lain."


"Ha...ha...ha..ha..!" Abraham tertawa dan menciumi Wajah istrinya kembali.


"Setelah ini apa yang ingin kita lakukan?"


"Mandi dan makan."


"Lalu?"


"Bagaimana jika nanti kita naik sepeda dipinggir pantai." ajaknya.


"Apa kau bisa naik sepeda?" tanya suaminya.


"Tidak, kau yang memboncengku."


"Oke baiklah jika begitu, kita akan bersepeda dipinggir pantai setelah kita mandi dan makan."


Silvia mengangguk dan turun dari atas pangkuan Abraham sedangkan Abraham turun dari atas ranjang dan Silvia juga melakukan hal yang sama.


Abraham menggendong istrinya menuju kamar mandi dan mereka berdua berendam didalam bathup yang dipenuhi dengan busa sabun.


Silvia memainkan busa yang ada dan bersandar pada bahu suaminya sedangkan Abraham memejamkan matanya, menikmati kebersamaan mereka berdua.


Mereka akan menikmati masa masa indah mereka berdua ditempat itu dan setelah ini mereka berdua akan bersepeda disisi pantai dijalur yang memang sudah disediakan oleh hotel dimana mereka menginap.


Walaupun mereka berada di California tapi Silvia merasa jika mereka sedang terbulan madu dan dia sangat bahagia bersama orang yang dia cintai, mereka akan menghabiskan waktu berharga mereka ditempat itu bersama-sama sebelum kembali ke Australia.

__ADS_1


#Dah ah, lama lama konslet otakku🚶🚶🚶🤭🤭#


__ADS_2