Falling In Love With You

Falling In Love With You
Berpamitan


__ADS_3

Hari ini Silvia sedang merapikan barang-barangnya yang berada didalam kamarnya karena hari ini dia harus mengikuti Abraham kembali ke Australia.


Abraham sudah berada disana selama dua minggu dan dia tidak bisa berlama-lama lagi meninggalkan pekerjaannya.


Silvia bisa mengerti dan mengiyakan saat suaminya mengajaknya untuk kembali ke Australia, lagi pula mereka sudah menikah jadi dimana suaminya berada maka disana jugalah dia berada.


Jujur saja hari ini dia merasa sangat berat untuk meninggalkan keluarganya, meninggalkan rumahnya yang dia tempati sejak kecil dimana banyak kenangan terdapat disana dan pergi jauh.


Dia pasti akan merindukan keluarganya saat di Australia, perasaan yang dia rasakan saat ini tidak seperti sewaktu dia hendak pergi jalan-jalan dan dia tidak menyangka jika dia akan meninggalkan keluarganya begitu cepat.


Silvia memasukkan bajunya kedalam sebuah koper yang sudah dia siapkan, tidak semua barang yang dia bawa karena bagaimanapun dia pasti akan kembali lagi sewaktu-waktu kerumah orang tuanya.


"Silvia, apa kau belum selesai?" ibunya masuk kedalam dan bertanya padanya.


"Sebentar lagi mom, kenapa?"


"Tidak, kemarilah sayang." Xiau Yu berjalan kearah ranjang dan duduk disisinya sedangkan Silvia mendekati ibunya.


"Ada apa mom?"


Tanpa menunggu Xiau Yu menarik putrinya dan memeluknya dengan erat, rasanya sangat berat melepaskan putri semata wayangnya untuk pergi jauh.


"Mommy tidak rela melepaskanmu sayang."


"Ya ampun mom."


Silvia langsung memeluk ibunya dan menangis, dia juga berat untuk pergi dari sana tapi dia harus mengikuti suaminya.


Xiau Yu juga menangis dan memeluk putrinya, dia benar-benar merasa berat melepaskan putrinya.


Seharusnya dia tahu, saat putrinya sudah menikah maka pada saat itu putrinya pasti akan dibawa pergi darinya.


"Mom, jangan menangis, aku pasti akan selalu pulang kemari untuk menjenguk mommy."


"Maaf sayang, mommy hanya merasa berat melepaskan kepergianmu." ujar Xiau Yu sambil menghapus air matanya.


Silvia masih memeluki ibunya, dia tidak menyangka akan seberat ini berpisah dengan keluarganya.


"Mom."


"Ya sayang."


"Jangan menangis lagi." Silvia melepaskan pelukannya dan mengusap air mata ibunya dengan lembut, dia juga menciumi wajah ibunya dan berkata:


"Mommy datanglah ke Australia bersama dengan daddy, disana sangat menyenangkan dan kita bisa jalan-jalan bersama-sama disana."


"Tentu saja sayang, mommy akan mengajak daddymu pergi kesana untuk mengunjungimu."


"Aku tunggu mom."


Xiau Yu tersenyum dan mengusap kepala putrinya dengan lembut.


"Kalau begitu segeralah bereskan barang-barangmu dan jangan membuat suami dan ibu mertuamu menunggu terlalu lama."


"Baiklah mom, bisa mommy panggilkan Abraham kemari?aku ingin minta bantuannya."


"Tentu sayang."

__ADS_1


Xiau Yu bangkit berdiri dan berjalan keluar dari kamar putrinya sedangkan Silvia kembali sibuk membereskan barang-barang yang hendak dia bawa.


Tidak lama kemudian Abraham masuk kedalam kamar Silvia dan tersenyum melihat istrinya yang sedang sibuk membereskan barang-barangnya.


Dia segera menghampiri Silvia dan memeluknya dari belakang.


"Apa kau belum selesai sayang?"


"Sedikit lagi Abraham."


"Hei tidak perlu membawa semuanya, aku akan membelikan yang baru untukmu disana."


"Aku tahu." Silvia membalikkan tubuhnya dan memeluk suaminya dengan erat.


"Tapi ini semua barang-barang kesukaanku yang selalu aku pakai, baju, tas, sepatuku."


"Oh my God, kau akan membawa semua itu?"


"Ya, jadi bantu aku ya sayang." Silvia mengedipkan sebelah matanya dengan nakal dan berjalan pergi,dia segera mengambil sepatu hak tingginya dari dalam lemari dan berkata:


"Tangkap!" Silvia melemparkan sepatunya kearah Abraham dan naas bagi Abraham karena dia belum siap hingga sepatu hak tinggi yang dilemparkan oleh istrinya mendarat diwajahnya.


"Oh my God!" ujar Silvia dan Abraham secara bersama-sama.


Abraham memegangi wajahnya sedangkan sepatu Silvia jatuh diatas lantai, Silvia segera menghampiri suaminya dan merasa sangat bersalah,sungguh dia tidak sengaja melakukannya.


"Abraham, maafkan aku, aku benar-benar tidak sengaja."


Abraham mengusap Wajahnya sedangkan Silvia semakin merasa bersalah saat melihat wajah suaminya yang lecet akibat sepatu hak tingginya.


"Kau! Kenapa kau suka melempar barang kearahku, eh?" Abraham pura-pura kesal.


"Aku, aku minta maaf, aku pikir kau akan menangkapnya."


"Ck, sudahlah lupakan! Kau harus meminta maaf dengan benar saat kita sudah tiba di Australia."


Abraham meraih pinggang Silvia dan menciumi pipi istrinya dengan mesra.


"Aku akan menebusnya jadi maafkan aku, tapi sebagai permintaan maaf?" Silvia segera berjinjit dan menciumi bibir Abraham dengan mesra.


"Maaf."


"Oh kau!" Abraham memegangi tengkuk Silvia, menciumi bibirnya dan me**matnya dengan lembut.


"Kurang." bisiknya.


"Jika begitu kita tunda kepulangan kita dan bawa aku keatas ranjang, jangan lupa kunci pintu rapat-rapat."


Abraham terkekeh dan menciumi bibir Silvia kembali.


"Aku akan menagihnya nanti dirumah kita sayang, disana kita bisa melakukan apapun yang kita mau sedangkan disini? Aku tidak mau semua yang ada diluar sana mendengar jeritanmu!"


"Kau!" Silvia memukuli bahu suaminya sedangkan Abraham tertawa pelan.


"Jika dilanjutkan kau tidak akan selesai dan kita tidak akan kembali ke Australia hari ini. Aku tidak bisa menunda lagi karena aku ada rapat penting beberapa hari ini."


"Wow, kenapa kau tidak katakan padaku?"

__ADS_1


"Nick baru saja mengabariku sayang."


"Oke baiklah, ayo bantu aku."


Silvia melepaskan diri dari pelukan suaminya, dia kembali mengambil barang-barangnya sedangkan Abraham membantu istrinya memasukkan barang-barang yang ingin istrinya bawa kedalam koper.


Setengah jam mereka sibuk merapikan barang akhirnya selesai, semua barang yang ingin dibawa oleh Silvia sudah masuk kedalam koper.


"Sudah semua bukan?" tanya Abraham pada istrinya.


"Ya sepertinya."


"Jangan khawatir sayang, nanti aku akan membelikanmu di Australia."


"Tentu, aku akan menguras isi dompetmu."


"Aku tunggu." jawab Abraham sambil terkekeh.


Mereka keluar dari kamar itu, Abraham menarik koper istrinya keluar dari kamar sedangkan Silvia berjalan dibelakangnya.


Sebelum menutup pintu kamarnya, dia melihat kamarnya sejenak setelah itu barulah dia menutup pintu kamarnya.


Ini hari yang sangat berat baginya karena dia harus meninggalkan tempat itu dan pergi jauh, dia harus berpisah dengan Keluarganya dan pergi yang jauh.


Diluar sana, tampak keluarganya menunggunya, sebelum pamit Silvia memeluki satu persatu dimulai dari ayahnya.


Michael menangis saat harus melepas kepergian putrinya begitu juga dengan Xiau Yu, dia tidak kuasa menahan air matanya.


Setelah memeluki ayahnya, Silvia juga memeluki ibunya dan menangis. Michael berjalan menghampiri istri dan putrinya dan memeluknya, begitu juga dengan Jhon, dia juga mendekati keluarganya dan mereka berempat berpelukan untuk melepas kepergian Silvia.


"Jaga dirimu baik-baik disana sayang." pesan ibunya sambil menghapus air matanya.


"Tentu saja mom, kakak kau harus menjaga daddy dan mommy baik-baik."


"Tentu saja bodoh." jawab kakaknya.


"Hmm..aku...aku sudah harus pergi, aku pasti akan sering-sering pulang untuk menemui kalian."


Mereka melepaskan pelukan mereka, Xiau Yu mengusap air mata putrinya dan menciumi pipinya sambil berkata.


"Jadilah istri yang baik untuk suamimu."


"Tentu saja mom." setelah berkata demikian Silvia berjalan kearah kakak iparnya dan memeluknya.


"Kakak ipar, jaga kakak, mommy dan daddy untukku ya."


"Hei apa tidak salah?"


"Tolong normalkan otak mereka."


"Pasti." jawab Samantha sambil tertawa.


Silvia melepaskan kakak iparnya dan menggendong Jacob, setelah itu dia juga menggendong Edward dan berpamitan padanya, setelah dirasa cukup dia segera menghampiri suami dan ibu mertuanya yang sudah menunggunya.


Silvia keluar dari rumah itu sambil menangis begitu juga dengan ibunya, dia harap Silvia bahagia disana.


Sebelum mobil yang membawa mereka berjalan pergi, Silvia melambaikan tangannya kepada seluruh keluarganya, sekarang dia akan pergi menuju kehidupan barunya dengan orang yang dia cintai.

__ADS_1


__ADS_2