Falling In Love With You

Falling In Love With You
Aku belum pernah menikah


__ADS_3

Didalam kamar dimana kelopak bunga berbentuk hati berada diatas ranjang, Silvia masuk kedalam kamar pengantin mereka seorang diri karena Abraham sedang mengantar ibunya untuk beristirahat karena ibunya juga menginap dihotel yang sama dengan mereka.


Setelah mengantar ibunya Abraham segera menuju kamar pengantinnya, satu hal yang mengganjal didalam hatinya dan dia lupa akan hal ini karena terlalu sibuk menyiapkan pernikahan mereka.


Dia ingin menanyakan masalah ini pada istrinya nanti dan rasanya sudah tidak sabar bahkan dia berjalan dengan cepat menuju kamarnya dan membuka pintu kamar pengantin mereka menggunakan kunci cadangan yang dia bawa.


Abraham tersenyum saat melihat Silvia keluar dari kamar mandi menggunakan kimono dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah, sepertinya Silvia baru selesai mandi.


Dia segera mengunci pintu kamar itu dan berjalan mendekati Silvia juga memeluknya dari belakang.


"Sayang."


"Abraham, apa mommy sudah tidur?"


"Ya mommy sudah tidur dan tidak akan mengganggu malam kita." godanya.


"Apa sih, mandi sana!"


"Hei ada yang ingin aku bicarakan."


"Nanti saja sayang, sebaiknya kau mandi dulu."


Abraham menunduk dan menciumi tengkuk Silvia dan berkata:


"Kau sangat wangi."


Silvia memejamkan matanya merasakan geli ditengkuknya, bulu romanya jadi meremang karena sentuhan bibir Abraham.


"Abraham, mandi dulu."


"Hmm!" bibir Abraham masih setia ditengkuknya sedangkan Silvia semakin merasakan geli.


"Nggh!! Abraham!"


"Oh ya ampun, aku sangat ingin menerkammu sekarang." gumam Abraham.


"Kau pria OCD aneh, pergi mandi sana!"


Abraham terkekeh dan menciumi pipi istrinya dari belakang.


"Baik nyonya, aku akan mandi dan setelah ini ada yang ingin aku tanyakan padamu."


"Apa yang ingin kau tanyakan?"


"Aku mandi dulu sayang."


"Baiklah, aku tunggu."


Abraham melepaskan pelukannya dan segera berjalan kearah kamar mandi sedangkan Silvia berjalan kesisi ranjang sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.


Setelah selesai dia segera mengambil ponselnya untuk menanyakan ibunya apa mereka sudah tiba dirumah atau belum?


Pada saat itu Abraham keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk melilit dipinggangnya, Silvia melihat suaminya dan meletakkan ponselnya disisi ranjang.


Silvia menelan ludahnya saat melihat lekukan setiap otot tubuh suaminya yang terlihat seksi dan menggoda.


Tubuh seksi simodel celana dalam yang sudah menjadi suaminya dan sebentar lagi mereka akan segera bergulat diatas ranjang.


"Abraham apa yang ingin kau tanyakan?"


"Ini mengenai kedua anakmu, kita terlalu sibuk sampai aku melupakan hal ini. Selama aku disini kenapa aku tidak melihat kedua anakmu? Apa mereka sedang bersama dengan ayah mereka?" tanyanya penasaran.


Silvia bangkit berdiri dan berjalan menghampiri suaminya, dia lupa mengatakan hal ini pada Abraham bahkan sampai mereka menikah.


Silvia melingkarkan tangannya dipinggang suaminya dengan senyum diwajahnya sedangkan jari-jarinya bermain diotot dada suaminya.


"Maaf aku lupa mengatakannya padamu."


"Tidak apa-apa sayang, aku hanya ingin mengenal kedua anakmu agar aku bisa dekat dengan mereka."


Abraham memeluk pinggang Silvia dan menarik istrinya hingga mendekat padanya.


"Abraham, aku minta maaf."


"Kenapa?"

__ADS_1


Silvia tersenyum dan mengusap wajah tampan suaminya dan kembali berkata:


"Sebenarnya aku belum pernah menikah."


Abraham terbelalak kaget, maksudnya?


"Apa maksudmu sayang? Kau tidak perlu mengatakan hal ini untuk menipuku, aku pasti akan menerima kedua anakmu."


"Terima kasih Abraham, tapi waktu itu aku berkata jika aku sudah pernah menikah dan memiliki dua orang anak hanya untuk melihat reaksimu saja dan aku lupa mengatakan kebenarannya padamu sampai sekarang."


"Oh my God, jadi maksudmu kau belum pernah menikah dan tidak punya anak?"


"Sorry, aku hanya menipumu saja waktu itu." Silvia memasang wajah tidak bersalahnya.


"Kau!!" Abraham memejamkan matanya, entah dia harus marah atau senang, disisi lain dia kesal karena Silvia telah menipunya dan disisi lain dia senang jika ternyata Silvia belum menikah dan tidak mempunyai dua orang anak.


Padahal dia sudah siap menerima kedua anak Silvia tapi ternyata!! Pantas saja ayah dan kakak Silvia menertawakannya waktu dia melamar Silvia, ternyata!


"Sorry kau tidak marah bukan?"


"Kau!!"


"Maaf." ujar Silvia lagi.


Abraham menarik nafasnya dengan berat, ya sudahlah, toh ini adalah hal yang sangat bagus untuknya.


"Jadi kau belum pernah menikah?" tanyanya memastikan.


Silvia menjawab dengan sebuah anggukan.


"Jadi kau masih?"


"Yah, ini yang pertama kalinya untukku."


"Oh baiklah, aku memaafkanmu!"


"Benarkah?"


"Benar, lagi pula kau sudah jadi milikku sekarang dan aku sangat senang telah mendapatkan dirimu dan aku akan menjadi pria pertama untukmu, jadi?" Abraham memegangi dagu Silvia dan menciumi bibirnya dengan lembut.


"Waktu untuk kita akan Segera dimulai honey."


Silvia tersenyum dan mengalungkan kedua tangannya dileher Abraham dan berkata:


"Abraham Achilles, aku ingin melihat seberapa hebat dirimu?"


"Kau menantangku nyonya?"


"Ya model celana dalam."


"Oh aku akan menjadi model tanpa busana malam ini!"


Silvia tertawa dan pada saat itu Abraham mengusap wajah istrinya dan menciumi pipinya dengan lembut.


"I love you Silvia."


"Me too."


Mereka mulai dengan sebuah kecupan lembut dan saling memandang satu sama lain, setelah itu mereka kembali berciuman dengan mesra.


Abraham mulai memasukkan lidahnya untuk mengabsen rongga mulut Silvia sedangkan kedua tangannya sudah meremas bokong Silvia yang padat berisi.


Silvia tidak tinggal diam, tangannya mulai menyelusuri otot-otot tubuh suaminya dan membalas permainan lidah Abraham didalam mulutnya.


Dia mulai mengerang dibalik ciuman mereka dan tanpa menunggu lagi Abraham membuka kimono yang dipakai oleh Silvia hingga jatuh dibawah kakinya dan memperlihatkan tubuh polos Silvia yang hanya menggunakan celana dalam saja.


Abraham menggendong istrinya menuju ranjang dan membaringkannya diatas ranjang, dia juga menarik handuk yang dikenakannya hingga terlepas dan memperlihatkan belalainya.


"Sayang, kau sungguh seksi dan menggoda." bisiknya.


"Kau juga."


Abraham kembali menciumi bibir Silvia sedangkan tangannya begerilya bebas, bermain dikedua dada dan memainkan jarinya dipuncak dada Silvia.


"Uhg, Abraham." gumam Silvia dibalik ciuman mereka.

__ADS_1


Abraham melepaskan bibir Silvia dan menciumi leher istrinya, bibirnya terus menyelusuri kulit halus istrinya dan sesekali meninggalkan tanda disana.


Tangannya mulai menarik celana yang dipakai oleh Silvia dan melepaskanya sedangkan Silvia tampak gelisah.


"Oh Abraham." Silvia menggigit bibirnya.


Abraham terus memainkan lidahnya didada Silvia sadangkan jarinya terus bermain dibawah sana dengan cepat sampai membuat tubuh Silvia bergetar hebat.


"Abra...oh!"


Abraham tersenyum dan menciumi bibir Silvia kembali, dia juga berkata:


"Apa kau sudah tidak tahan?"


"Tidak, bisa lebih dari pada ini?"


"Oh ya ampun, jangan menyesal nanti!"


"Tidak akan, jadi buat tubuhku ini panas dan bergetar hebat karena permainanmu Abraham."


"Wow, apa kau pernah melakukan hal ini sebelumnya?"


"Tentu saja tidak dan ini pertama kalinya untukku jadi beri aku kesan yang bagus hingga aku tidak bisa melupakan malam pertamaku."


"Baiklah, seperti keinginanmu sayang."


Abraham kembali menciumi bibir Silvia sedangkan tangannya kembali begerilya, Abraham melepaskan ciuman mereka dan mulai menciumi leher istrinya kembali.


Dia terus dengan aksinya dan menciumi dada istrinya, meninggalkan beberapa tanda Kembali dan meng**sap ujung dada yang terlihat menantang.


Silvia meremas rambut suaminya sedangkan erangan terus terdengar dari bibirnya, Abraham menciumi perut rata Silvia dan membuka kakinya.


Seperti permintaan Silvia, dia akan memberikan malam pertama yang tidak akan dilupakan oleh Silvia.


Silvia menahan nafasnya saat Abraham menciumi pahanya, tidak hanya itu, dia langsung menutup mulutnya saat Abraham mulai mencicipi miliknya yang telah, ehem😁.


"Nggh!" Silvia meremas rambut Abraham saat suaminya sedang memainkan lidahnya dengan lincah disana.


"Abra....ham..Uhhh..aku?" gumamnya sedangkan Abraham terus melakukan apapun yang dia mau.


"Abraham, sekarang, please." pinta Silvia dibalik nafasnya yang sudah memburu.


Abraham menyeka bibirnya dan tersenyum puas, sebelum melanjutkan aksinya dia menciumi bibir istrinya dan berbisik:


"Kau sungguh nikmat sayang."


"Nggh...sekarang Abraham tapi pelan-pelan."


"Tentu saja sayangku."


Setelah berkata demikian Abaraham membuka kedua kaki Silvia, belalainya begitu menantang dan sudah siap masuk kedalam sana.


Perlu perjuangan karena ini yang pertama kali untuk Silvia jadi ini tidaklah mudah, setelah beberapa kali mencoba, akhirnya si bebelai bisa masuk melewati pintu yang sempit saat Abraham mendorongnya dengan kuat.


Silvia menjerit, sakit! Abraham menghentikan aksinya dan menciumi bibirnya istrinya.


"Maafkan aku sayang, apa sangat sakit?" tanyanya sambil mengusap air mata Silvia yang mengalir dari kedua matanya.


"Tidak...tidak apa-apa."


"Kau yakin?"


"Ya, jadi mari kita lanjutkan."


"Seperti keinginanmu sayang."


Abraham menciumi bibir Silvia kembali dan kemudian dia mulai menggerakkan tubuhnya, semula dia melakukan dengan perlahan supaya Silvia merasa nyaman tapi semakin lama dia bergerak Semakin cepat dan cepat hingga Silvia mengerang dibawahnya.


"Lebih cepat Abraham." pinta Silvia disela nafasnya yang memburu.


Seperti keinginan Silvia, Abraham semakin memacu tubuhnya dengan cepat dan semakin cepat. Erangan mereka terus terdengar memenuhi kamar pengantin mereka.


Mereka berdua mengerang hebat saat mencapai puncak kenikmatan bersama-sama.


Setelah selesai mereka mengatur nafas mereka berdua sedangkan kepuasan terpancar dari wajah mereka berdua.

__ADS_1


#Kabur πŸƒπŸƒπŸƒ jangan minta tanggung jawab ya πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ autor mau berendam diempangπŸ˜‚πŸ˜‚#


__ADS_2