Father For My Son

Father For My Son
BAB 11


__ADS_3

Ke esokan harinya...


Hari ini Karin berniat pergi ke Rumah sakit internasional karena ingin check up, Karin merasa badan nya terasa sakit dan kulit nya bercak merah-merah di seluruh kaki. dan di antar oleh Tristan.


" Bagaimana Dok hasil pemeriksaan nya? apakah sakit saya semakin buruk? apakah saya bisa sembuh? apakah ada obat yang lebih mujarab? saya akan membeli nya berapa pun itu." Pertanyaan-pertanyaan yang bertubi-tubi Karin lontarkan pada dokter yang menangani nya selama sakit.


" Hasil nya bisa di lihat di sini, karena kekebalan sudah menyerang sel-sel jadi kami usulkan agar ibu bisa menjaga Dayan tahan tubuh, jangan terlalu capek dan setres. untuk sembuh hanya mukjizat Tuhan, yang mengidap Autoimun sampai saat ini belum ada obat nya selain kita berusaha dan jaga pola makan. " ucap dokter Shindy yang menangani Karin selama ini.


Karin menghela napas panjang dengan raut wajah yang kecewa. Tristan mencoba mengusap punggung tangan Karin untung menenangkan.


" Apakah tidak ada cara lain dok untuk saya sembuh? " Karin bertanya kembali dia benar-benar kecewa dengan dirinya.


" Sekarang yang bisa di lakukan hanya rutin minum obat untuk mencegah dan selalu menjaga pikiran agar tidak setres, karena setres juga bisa jadi pemicu utama."


" Baiklah, kalo begitu saya pamit dok." Keluar dari ruang check up dengan badan yang lesu, pikiran yang kacau. Karin memandangi hasil pemeriksaan nya di situ tertera jika hasil nya buruk.


" Kar jangan sedih, yakin lah kamu akan sembuh."


Melirik sekilas Karin kembali memandangi hasil pemeriksaan nya. " Aku tidak yakin Tris kamu kan tau sendiri jika penyakit ku belum ada obat nya."


" Jangan berbicara begitu, sudah mending kita pulang dan kamu istirahat biar aku saja yang kerja." Akhirnya Tristan mengantar Karin ke kost an nya dan mengabari pada Anita jika hari ini Karin tidak datang ke rumah untuk bermain dengan Karen.


*

__ADS_1


*


*


Di sebuah taman kota, Karin sedang mengajak anak nya bermain, namun Tampa di sangka dari kejauhan Aditya terus memandangi.


" Anak ku_" Gumam nya, Ya! Aditya yakin jika itu anaknya. makanya selama beberapa bulan ini Aditya selalu mengikuti Karin kemana pun pergi dengan Karen. Aditya mengakui jika dirinya bersalah karena tidak bertanggung jawab, dan sekarang dia ingin menebus kesalahannya namun Karin selalu teguh dengan pendirian nya, jika itu bukan anak Aditya tapi anaknya.


" Karen semakin hari sikap nya semakin pendiam Kar." Tristan membuka suara setelah kedua nya lama duduk dan diam.


" Hmmm.. menurut ku juga begitu, padahal aku tidak mengajarkan nya." Karin terus memperhatikan Karen dan tidak lengah sedikitpun.


" Mungkin dia mengikuti sifat mu yang cuek."


" Aku janji akan menjaga dia dan menyayangi dia seperti anakku, tapi kau jangan berbicara seperti itu."


" Hal yang sering aku takutkan bukan takut karena kehilangan harta, tapi aku takut meninggalkan anakku ketika dia masih butuh aku."


Aditya berusaha mendekat ingin mendengar pembicaraan Kedua orang yang duduk di taman itu. Aditya tidak menyangka jika selama ini Karin mengidap penyakit parah. sungguh membuat hati Aditya sakit karena wanita yang kini masih dia cintai harus menanggung beban seberat ini.


" Dan jika nanti aku yang pergi lebih dulu, Tolong jaga ibuku kar dan satu hal aku sangat menyayangimu." Ucap Tristan dengan perasaan sedih, dia tau betul jika selama ini Karin menyembunyikan sakit nya dan hanya dia yang tau.


*

__ADS_1


*


2 Tahun kemudian...


" Hari ini Kantor serta toko kita resmi di buka, selamat atas kerja keras kalian dan terimakasih sudah bekerja dan mau belajar bersama saya." Ya Karin kini mempunyai Kantor yang besar dan beberapa lapak toko serta 50 Karyawan yang akan mempacking pesanan tiga ribu dalam perhari.


Semua karyawan bersorak gembira ikut merasakan kebahagiaan, bagaimana tidak bahagia selama ini Karin selalu memberikan bonus kepada semua karyawannya.


" Dan kalian juga harus tau kalo Kenzi dan Oliv akan saya angkat sebagai admin utama dan Tristan di sini sebagai Ketua kalian." Ucap Karin setelah mengumumkan posisi mereka bertiga.


Perjuangan nya tidak sia-sia Karin merasa bangga karena mampu berada di titik sekarang, itu semua berkat anak nya yang selalu dia sebut dalam kerjaan nya.


Peresmian pembukaan kantir serta toko baru akhirnya Karin memilih pulang kerumah Anita. setelah menempuh perjalanan 30 menitan akhirnya sampai.


" Tante, Tan? " Ternyata Anita ada di dapur sedang membuat kue kesukaan Karin.


" Anak mama lagi apa? "


" Mama aku lagi bikin kue buat mama."


" Eh ada kamu Kar. maaf Tante tadi lagi fokus bikin kue jadi tidak tau kalian datang." Anita dari arah dapur sambil membawa kue brownies kesukaan Karin.


.

__ADS_1


.


__ADS_2