Father For My Son

Father For My Son
BAB 12


__ADS_3

Mencicipi kue buatan Anita membuat Karin lupa tujuan nya datang untuk berbicara apa. membuat Tristan geleng-geleng kepala karena Karin sudah menghabiskan satu piring brownies buatan Anita.


" Kar, stop bukan kah ada yang kau bicarakan dengan Tante." Tristan menyenggol lengan Karin.


" Oh ya aku sampai lupa." Karin beranjak dari sofa dan menuju dapur untuk memanggil Anita. " Tan.. Tan aku mau bicara sebentar, sama uncle juga."


Dan Anita pun ikut menyusul Karin keruang TV, kini mereka duduk berempat sambil mengawasi Karen yang sedang bermain boneka.


" Ada apa Kar, ko tumben bicara serius seperti ini." Ucap Anita.


" Iya ada apa nih apa ada kabar bahagia." Sela Hans dengan senyum-senyum.


" Ah tidak, begini Tante, Uncle Aku rencana akan membeli rumah yang lebih besar dari ini jadi nanti kita akan tinggal bersama-sama."


" Rumah? Kar harga rumah itu sangat mahal apakah uang mu cukup? dan biaya nya juga gak murah." Keluh Anita.


" Justru karena aku rasa uang ku cukup jadi aku ingin membeli rumah agar Tante dan uncle merasakan hasil kerja keras ku, biar nanti Tristan yang urus, iya kan Tris? " Karin melirik pada Tristan meminta jawaban.


" Iya Tan benar nanti biar saya yang urus, Tante dan uncle tenang aja nanti tinggal menikmati." Ucap Tristan untuk meyakinkan.


" Kalo Tante dan uncle terserah gimana baik nya aja Kar kami ikut bahagia, selama ini perjuangan mu membuahkan hasil yang istimewa."


Dan kini setelah mereka berempat ngobrol, akhirnya Karin pamit untuk mengecek Toko yang baru di buka nya. Menempuh perjalanan dari rumah Anita, kini Karin sudah di sambut ramah oleh karyawan nya, karena selama dua tahun ini Karin selalu memperlakukan karyawan nya dengan baik dan tidak menuntut.


" Halo semua nya.." Sapa Karin dengan muka datar, Ya karena Karin akan bersifat seperti kutub es jika bersama orang lain. dan akan bersikap hangat ketika bersama anaknya.


" Halo juga Bu." Semua karyawan menyapa Karin kembali.


" Bagaimana omset kita hari ini? "


” Omset kita sangat luar biasa banyak barang sold out terus." Ucap Kenzi untuk mewakili para karyawan.

__ADS_1


" Bagus, semakin kita banyak penghasilan semakin banyak juga bonus untuk kalian." setiap omset naik Karin pasti memberikan bonus ke seluruh karyawan nya, karena Karin ingin memberikan kenyamanan bagi orang yang bekerja ikut dirinya.


Dan kini semua nya terfokus dengan kerjaan hingga tak terasa waktu sudah sore dan sudah waktunya untuk pulang, para karyawan menyelesaikan satu persatu kerjaan nya agar bisa pulang cepat.


Tampa Karin ketahui Aditya datang ke tokonya karena Aditya ingin berbicara empat mata dengan karin. Tampa Tristan sadari dia mengepalkan tangannya melihat Aditya datang.


" Mau ngapain kau ke sini? " Tristan bertanya dengan nada ketus. menampilkan jika dia tidak suka dengan kedatangan Aditya.


" Ingin berbicara dengan Karin, aku butuh ngobrol berdua dengan dia."


" Tunggu di sini biar aku yang akan memanggil nya." Dan setelah itu Tristan berlalu keruangan kerja Karin.


" Kar ada yang mencari mu, dia menunggu mu di depan toko."


" Siapa? aku rasa aku tidak ada janji dengan orang lain? " dengan kening yang berkerut Karin merasa heran, dan berjalan menuju depan toko. " Adit_" Karin terdiam karena ini ke sekian kalinya Adit datang ke toko dari toko lama hingga toko baru.


" Rin beri aku waktu untuk berbicara dengan mu, please apa kamu tidak kasian pada ku selama dua tahun ini selalu berharap aku bisa berbicara dengan mu." Aditya memohon berharap mantan kekasih nya mau berbicara dengan nya.


" Baiklah." Jawabnya dengan singkat.


Dan kini mereka berdua di sebuah taman kota yang sangat ramai pengunjung, tidak ada yang membuka suara baik Karin ataupun Aditya.


" Apakah kau mau diam saja? jangan membuang waktu ku, karena aku sibuk." Akhirnya Karin yang berbicara lebih dulu.


Mengenal napas karena dengan sifat Karin yang selalu menolak untuk di ajak berbicara kali ini Aditya tidak akan membuang kesempatan ini.


" Rin katakan padaku itu pasti anak ku kan? Rin ku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua nya, aku masih sangat mencintai mu dengarkan penjelasan ku dulu."


" Semua sudah berlalu Adit, dan itu Anak ku pergilah dari kehidupan kami jangan menjadi bedebah gila di dalam kehidupan ku."


" Tapi Rin Pricilla bilang kamu yang menjaga nya."

__ADS_1


" Cih.. wanita itu, di mana dia sekarang? " Karin sengaja bertanya Pricilla ada di mana karena tidak ingin membahas tentang anaknya.


" Dia ada di Bali bekerja, stop jangan membahas dia. aku mohon sekali padamu beritahu aku."


melihat muka Aditya yang memelas membuat hati Karin sakit, dua tahun Aditya selalu menyakan keberadaan anaknya, tapi karena ego Karin yang takut kehilangan membuat Karin urung memberi tau.


" Kau yakin ingin tau di mana anak mu? " dengan pandangan kosong bibir Karin bergetar.


" Rin_" Aditya tidak meneruskan perkataannya.


" Iya anak yang aku jaga adalah darah daging mu, aku menjaga nya mencintai dan menyayangi nya dengan penuh kasih. menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak dari mantan kekasih ku dulu, hahahahha Jika mengingat tentang itu rasanya sakit sekali dit. kenapa kesalahan mu Harus aku yang tertimpa? " Tampa terasa air mata Karin menetes jika mengingat masa lalu anaknya.


" Maaf_ tolong jangan menangis." Aditya mengusap pipi milik Karin, pipi yang sudah lima tahun lamanya tidak ia pegang. " Rin andai kamu tau kejadian waktu itu mungkin kamu tidak akan terlibat."


" Betapa brengsek nya kalian, setelah menyakiti dan menorehkan luka padaku sehingga membuat ku membenci pria yang ingin bersama ku. dan aku harus membesarkan anak kalian dengan seorang diri."


Aditya sangat merasa bersalah atas apa yang di perbuat di masalalu nya, sejujurnya Aditya tidak berniat menyakiti Karin karena Karin cinta pertama nya. tapi jalan Tuhan berkata lain.


" Kau tau, aku rela berperan menjadi seorang suami ketika wanita itu mengandung, dan setelah lahir aku berperan menjadi seorang ibu dan ayah untuk memenuhi kebutuhan nya sehingga mental ku yang di hajar Habis habisan." Karin terisak membicarakan bagaimana perjuangan nya dulu dari tidak memiliki apa-apa sehingga kini dia bisa membeli apa yang di inginkan nya.


" Rin beri aku kesempatan untuk menebus semua nya, aku janji_" terdiam sejenak melihat tetesan tetesan air mata yang mengalir di pipi Karin membuat hati Aditya sesak melihat wanita yang masih dia cintai mengeluarkan cairan bening mengalir deras di pipi. " Boleh kah aku bertemu dengan nya? aku janji akan membahagiakan nya sebagai menebus semua kesalahanku." Pinta Aditya dengan ragu.


Melirik sekilas lalu melengos lagi Karin menimbangkan permintaan Aditya untuk bertemu dengan anaknya, tak ada jawaban dari Karin Aditya yakin pasti Karin tidak akan mengijinkan.


" Rin lebih baik kita pulang_" Aditya mengajak Karin untuk pulang karena merasa permintaan nya terlalu berlebihan, menurut nya sudah cukup sekarang tau anak nya.


" Tunggu_ Kau boleh bertemu dengan nya tapi jangan ambil dia dariku."


Dengan tatapan tak percaya sampai Aditya melebarkan mulut nya. " Benar kah? Kalo begitu besok aku akan menjemputmu dan akan mengantar mu ke tempat anak ku sekaligus aku akan menemui nya."


Dan hanya di jawab anggukan oleh Karin, kini kedua nya memilih pulang karena waktu sudah jam tujuh malam.

__ADS_1


__ADS_2