
Aditya yang di tinggal berdua di dalam ruangan langsung memeluk istrinya. "Kamu harus sembuh." Mencium kening istrinya dengan penuh cinta.
"Aku baik-baik saja Dit, Karen sama siapa?"
"Baik-baik saja bagaimana tadi kamu pingsan dan wajah mu pucat, Karen sama ibu aku menyuruh nya takut dia rewel."
"Bilang sama ibu besok pagi Karen harus ada acara di sekolah jadi ibu harus menemaninya." walaupun lagi sakit Karin tetap saja memikirkan anaknya.
"Sayang kamu jangan pikirin ini itu dulu, fokus saja pada kesembuhan mu kan Karen ada mama, ibu sama suster."
Karena waktu sudah malam Aditya pun tertidur di sofa sedangkan Karin larut dengan kesedihannya, memikirkan apakah keadaan nya semakin memburuk sehingga dia seperti ini? bagaimana kalo nanti dia pergi lebih dulu meninggalkan orang yang sangat di cintai nya apakah akan sanggup? karena tidak ingin begitu memikirkan Karin pun menyusul Aditya untuk tidur.
*
*
*
*
Setelah beberapa hari di rawat Karin pun pulang dan di sambut oleh anak serta ayah ibu dan mertuanya.
__ADS_1
"Mama.." Karen menghampiri dan memeluk Karin dengan erat.
"Sayang.." mencium sang putri Karin lalu mengajak nya duduk.
"Bagaimana keadaan mu nak?" tanya Hans melihat wajah putrinya yang masih pucat.
"Aku rasa sudah baik ayah, jangan khawatir." Sahutnya dengan senyuman.
"Kenapa kamu tidak bilang kepada kami jika kamu sakit seserius ini?" Anita ikut menimpali.
"Aku tidak apa-apa Bu mungkin karena lelah saja." Ya itulah Karin wanita yang tidak pernah menyerah dan tidak mau terlihat lemah depan siapapun.
Waktu sudah memasuki jam makan malam mereka pun makan bersama dengan bahagia karena Karin sudah pulang kerumah.
"Pah besok aku mau di antar papa mama sekolahnya." ucap Karen Karena sudah satu bulan lebih Aditya dan Karin tidak mengantar putrinya ke sekolah.
"Iya sayang besok papa sama Mama antar kamu sekolah, sekarang anak papa selesaikan makannya lalu siap-siap untuk tidur sama suster ya."
"Iya pa." Karen langsung berlalu sambil menggandeng tangan susternya.
"Putri mu sikap nya terlalu cuek dit padahal kamu tidak begitu." Seloroh Elisabeth.
__ADS_1
"Hahaha mungkin dia mengikuti Karin Jeung." Timpal Anita yang di balas senyuman oleh Karin dan Aditya.
Setelah semuanya selesai Elisabeth dan Antonio berpamitan untuk pulang karena sudah larut malam.
Ke esokan harinya sesuai janji Karin dan Aditya mengantar putri mereka ke sekolah dan sudah banyak ibu-ibu yang berbisik-bisik tentang bagaimana sukses nya bisnis Karin.
"Sayang sekolah yang pinter ya jangan nakal." Karin mengusap lembut rambut putrinya.
"Iya mah." Karen mengangguk paham lalu masuk ke dalam.
"Sus titip Karen ya."
"Iya Bu, pak."
Karin dan Aditya pun pergi berlalu dan berniat ingin berkunjung ke kantor dan toko yang sudah lama tidak mereka kunjungi karena sudah ada Tristan yang mengurus serta Olivia dan Kenzi.
"Sus kamu sangat beruntung memiliki bos yang begitu baik kelihatan nya." ucap salah satu pengasuh.
"Dia memang baik, selama aku ikut ibu Karin dia orang yang sangat royal kepada semua karyawan dan yang kerja di rumah." Sahutnya dengan memuji.
"Beruntung sekali kamu, iya kan." Dan teman yang lainnya pun mengiyakan apa yang di bicarakan salah satu temannya.
__ADS_1