
"Kita akan berjuang bersama-sama untuk kesembuhan kamu dengarkan aku, memiliki mu saja aku sudah lebih dari cukup sesuai dengan janji ku dulu aku tidak akan menyakiti mu, tidurlah istirahat."
Karin terdiam mendengar perkataan Aditya dan memilih untuk tidur agar badan nya benar-benar pulih.
Aditya memilih keluar dari kamar dan menghampiri putrinya. "Sayang ko belum tidur?"
"Belum pah aku mau main dulu sama suster."
"Jangan tidur malam-malam ya kan besok sekolah, sus jangan terlalu malam."
"Iya pak baik."
Dan Aditya masuk keruang kerja nya menghela napas dan menatap langit-langit ruangan nya, memikirkan perkataan Karin yang tadi di ucapkan.
Drt... Drtt...
Suara Handphone Berbgetar ternyata sang mama yang menelpon. "Halo ma tumben telfon malam-malam."
"Bagaimana keadaan menantuku?"
"Sudah baik ma, sudah pulang kerumah juga."
"Oh syukurlah mama merasa lega tadinya mama pikir mama mau pulang ke Jakarta untuk menjenguk Karin dan jagain cucu mama."
"Tidak usah ma ada ibu dan ayah yang jaga."
__ADS_1
"Mama dengar kamu mau berhenti bekerja dan asisten mu yang handle semuanya?"
"Iya ma agar aku bisa jaga Karin paling aku akan bekerja dari rumah saja."
"Baiklah mama dukung gimana baik menurut kamu, mama tutup dulu ya telfon nya."
"Iya ma salam buat papa." Dan telfon pun terputus.
Pagi ini rutinitas seperti biasa, Karin dan Aditya akan mengantar Karen ke sekolah dan habis itu akan berolahraga.
"Ayo sayang papa sama Mama antar kamu ke sekolah."
"Tidak usah dit biarkan ibu yang antar sama ayah kalian mau pergi kan?"
"Tidak bu nanti setelah antar Karen dari sekolah baru kami pergi."
"Iya Bu."
Dan mereka pun pergi dengan beda arah dan urusan nya masing-masing. setelah sampai di sekolah Karin dan Aditya menjadi pusat perhatian para ibu-ibu di sekolah.
"Eh pak Adit dan Bu Karin baru kelihatan kemana saja?" Tanya salah satu ibu teman nya Karen.
"Iya kami sibuk banyak urusan." Jawab Karin dengan singkat.
"Oh begitu ya sudah saya masuk duluan ya."
__ADS_1
Karin dan Aditya hanya menganggukan kepala secara bersamaan.
"Sus saya titip Karen ya." Ucap Karin.
"Ya Bu."
Setelah Karin dan Aditya pergi ada beberapa ibu-ibu yang bergosip.
"Eh katanya itu bukan anak kandung Karin tapi anak suaminya dari selingkuhan nya yang dulu."
"Wah benarkah kamu tau dari mana?" Seloroh ibu Wati yang penasaran.
"Dulu ada beritanya, tapi kayanya sudah redup dan di tutup kamu kan 5au sendiri kekayaan Karin begitu banyak dan memiliki rumah mewah."
Ibu-ibu yang lainnya mengangguk paham, dan bubar karena harus pulang dan sibuk pada kegiatan nya masing-masing.
*
*
*
Hari ini Weekend Aditya dan Karin akan pergi mengajak putri mereka untuk jalan-jalan di mall sekaligus makan-makan.
"Sayang sudah siap?"
__ADS_1
"Sudah ma, ayo." Karen berlari menghampiri sang mama.
Di sepanjang jalan Karen lebih banyak bermain dengan nanny nya Karin tidak mempermasalahkan hal itu karena wajar saja Karen 24 jam bersama nanny. Ketika sudah sampai Karen langsung ingin bermain Playground dan Aditya akan pergi ke tempat pusat berbelanja dan di ikuti para bodyguard mereka, begitu pun dengan Karen bermain di tempat Playground di dampingi bodyguard hingga membuat para pengunjung lain tercengang.