Father For My Son

Father For My Son
BAB 20


__ADS_3

" Karen sini sayang." Karin menepuk sisi ranjang ketika melihat putrinya ingin masuk ke kamar.


" Mama kata papa aku mau sekolah ya."


" Iya sayang betul, nanti Karen sekolah ya nak biar pinter biar bisa bikin Mama bangga."


" Iya mama." Karen mengangguk dengan paham.


" Sus nanti siang Karen biar saya yang ajak dia makan ya."


" Baik kak, oh ya kak kata ibu hari ini ibu dan bapak pulang malam dari luar kota jadi jangan menunggu."


" Baiklah." Karin pun mengajak anak nya belajar.


Di tempat lainnya...


" Tapi dit dia anakku juga." ucap Pricilla lewat telepon.


" Anak yang tidak kau terima kehadirannya? "


" Ck_ kau pun dulu tidak mau bertanggung jawab dengan kehadiran nya." Sindir Pricilla.


" Aku memang dulu tidak menerima nya, tapi aku berusaha memperjuangkan nya untuk bisa seperti sekarang."


" Kau itu masih saja selalu membela diri sendiri." Karena Pricilla merasa kesal dia pun memilih mematikan telfon.


" Anak itu, aku ibunya aku berhak atas dia." Ya Pricilla akan meminta Karen kembali.


" Anak, anak siapa maksud mu." Suami Pricilla tiba-tiba muncul di belakang.


" Euhhh sayang itu maksud ku, ah bukan itu anak sepupuku." bohong Pricilla.


" Jelas-jelas aku mendengarnya jika tadi kau menelpon seorang pria dan mengatakan jika itu anakmu, jelaskan Pricilla ada apa ini?."

__ADS_1


Karena Pricilla melihat Aura kemarahan dari suami nya sepertinya dia tidak akan bisa berbohongagi. " Nanti akan aku jelaskan aku ingin menyiapkan makan dulu."


Dan suaminya pun berpikir apakah selama ini Pricilla sudah memiliki anak? dulu Pricilla memang bercerita dia memiliki masalalu kelam tapi tidak menceritakan jika dia sudah memiliki anak.


*


*


" Sudah siap sayang? " Karin hari ini ingin mengantar putrinya ke sekolah.


" Sudah ma ayo." Karen berangkat sekolah di antar oleh Karin, supir dan satu bodyguard serta Nanny.


Di sepanjang jalan Karen terus saja bernyanyi, hanya waktu tiga puluh menit saja mereka sudah sampai di sekolah dan sudah di sambut para penjaga.


Hari ini jadwal Karin kontrol kerumah sakit. " Pak tolong antarkan saya kerumah sakit ya."


" Baik kak." Supir pun langsung melajukan kemudi setir menuju rumah sakit internasional.


" Apakah akhir-akhir ini kamu setres? terlihat sekali jika kondisi mu sangat lemah." Tanya Deby.


Karin menganggukan kepalanya. " Hanya sedikit."


" Hanya sedikit? kamu tidak boleh setres karena sedikit saja setres akan memicu pada hormon mu."


Deby pun menjelaskan apa saja yang di larang dan boleh di lakukan. setelah kedua nya sudah selesai bercerita Karin memilih pulang karena merasa badan nya begitu lelah.


sesampai nya di rumah ternyata ada Aditya serta orangtua nya berkunjung karena ingin bermain dengan cucunya.


" Halo Tante_ Uncle." Sapa Karin


" Rin, dari mana? "


" Habis ada urusan sebentar Tan." Kalian semua sudah makan? " Tanya Karin karena ini sudah sore.

__ADS_1


" belum justru kami menunggu kamu pulang agar bisa makan bersama." Lalu Anita menyiapkan makanan dan menata nya di meja.


Kini mereka sudah seperti keluarga yang harmonis, tapi tidak dengan hati Karin dia merasa aneh karena dirinya harus terjerat dalam situasi ini bersama masalalunya yang telah usai.


" Andai dulu aku masih bersama Karin mungkin kami akan begini setiap hari." Gumam batin Aditya.


Menyelesaikan makan malam, Karin berlalu membawa anaknya ke dalam kamar karena ingin mengajak belajar sebelum tidur.


" Karin tidak berubah ya sikap nya masih saja tetap dingin dari dulu." seloroh Elisabeth.


" Iya Jeung dari dulu dia hanya akan bersikap lembut pada Karen saja, apalagi sama pria di luaran dia akan bersikap lebih dingin."


" Dari awal Karin menjalin hubungan sama anak saya, dia nampak cuek tapi anak nya baik dan perhatian." Elisabeth tersenyum mengingat kebersamaan nya dulu bersama Karin.


" Ya. begitulah mungkin karena sudah sikap saja."


Dan di taman belakang ketiga pria sedang membahas bisnis mereka masing-masing sehingga membuat mereka lupa waktu karena pembicaraan, Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam akhirnya mereka pamit untuk pulang karena takut mengganggu istirahat Anita dan Hans.


*


*


Hari ini Karin ingin mengantar Karen sekolah dan setelah itu dia akan pergi ke toko mengecek bisnis nya.


" Bu. nanti aku pergi ke toko jadi tidak makan di rumah jangan menunggu."


" Baiklah, hati-hati di jalan ya, wah cucu Oma cantik sekali seperti mama " puji Anita sambil mengusap-usap rambut milik Karen.


" Hihihi makasih Oma, oma aku kesekolah dulu ya." Karen mencium tangan Anita.


" Iya sayang belajar yang pintar ya biar kaya mama."


Setelah berpamitan Karin dan Karen berangkat kesekolah sesampainya di sana Karin di sambut baik oleh para penjaga sekolah karena Karin yang sering kali memberi uang atau makanan kepada mereka.

__ADS_1


__ADS_2