Father For My Son

Father For My Son
BAB 18


__ADS_3

Semakin hari Aditya semakin terus mendekati Karin, ia yakin bahwa dia pasti bisa mendapatkan Karin kembali dan hidup bersama wanita yang di cintai nya.


" Rin apakah kamu benar-benar tidak bisa menerimaku kembali." Teriak Aditya di sebuah taman


Karin hanya melengos sebentar lalu setelah itu dia masuk kedalam mobil, rasanya muak sekali mendengar permintaan Aditya yang menurut nya sangat mustahil untuk di kabulkan. ada pepatah mengatakan terkadang jodoh kita adalah masalalu kita! sampai detik ini tidak ada satu pun lelaki yang berani mendekati dirinya karena para lelaki yang mengetahui Karin merasa dirinya tidak pantas untuk bersanding dengan wanita yang sukses di usia muda.


Karena Karin merasa pusing dia lebih memilih untuk pergi ke kantor mengecek pekerjaan nya.


" Jangan mengejar ku, pergilah bahagia mu tak harus aku! " Batin Karin.


" Bagaimana Tris apakah penjualan semakin meningkat? "


" Penjualan kita begitu laris aku bangga perjuangan kita bisa sampai di titik ini." puji Tristan karena merasa haru.


" Hmmm... ngomong-ngomong aku dengar Kenzi dan Oliv berpacaran? Kamu kapan Tris? " Karin sengaja ingin menggoda teman nya.


" Jangan membahas itu, kalo soal pendamping nanti juga datang sendiri." Tristan malas sekali jika di tanyai tentang pasangan, karena sejujurnya Karin lah wanita yang Tristan cintai.


" Andai kamu tau Rin kamulah wanita yang sudah mengisi hatiku, apakah aku pantas mendapatkan mu." Ucap batin Tristan.


" Alasan klasik." Jawab Karin dengan singkat sambil sibuk dan fokus pada layar laptop.


*


*


Hari ini Aditya berniat ingin melihat-lihat rumah yang akan di belinya karena mengingat orangtuanya yang ikut tinggal bersama dia jadi menurut nya dia harus membeli rumah yang besar karena apartemen terlalu sempit jika untuk tiga orang.


" Yang ini saja ma ada kolam renang nya jadi nanti aku bisa berenang bareng sama Karen di sini, dan ruangan nya juga luas nanti bisa di gunakan tempat bermain buat Karen." Aditya merasa ini cocok untuk dirinya.

__ADS_1


" Mama dukung kamu saja Dit apa yang terbaik untuk kamu apalagi untuk cucu mama."


Dan akhirnya Aditya deal membeli rumah yang tak kalah mewah nya dari rumah milik Karin.


*


*


*


Tiga hari lagi adalah ulang tahun Karen yang ke lima tahun, Karin berniat ingin mengajak semua karyawan di toko serta di kantor ikut berlibur ke Bali untuk merayakan ulang tahun putri semata wayang nya.


Karin menyewa satu pesawat yang akan dia pakai bersama seluruh karyawan dan keluarga nya serta Aditya dan orangtuanya untuk ikut merayakan ulang tahun putrinya.


Walaupun yang kerja di rumah Karin tidak ikut namun Karin tidak lupa memberikan bonus yang besar dan mereka libur selama Karin pergi.


" Wah gak nyangka ya ibu bos kita sangat royal, saya beruntung bisa kerja di sini." Ucap salah satu pekerja di rumah Karin.


Semua nya merasa senang selain hidup mereka di tanggung oleh Karin, karin pun tidak membedakan antara dirinya dan para pekerja dia setiap bulan selalu memberikan bonus kerja agar yang ikut dirinya bisa betah. bahkan para karyawan nya ada yang sudah membeli motor mobil ada juga yang sudah membeli rumah karena Karin selalu membantu para pekerja nya Tampa membedakan.


*


*


" Akhirnya kita sampai Yeay." Sorak Karin pada sang putri.


" Mama kita di mana?" Tanya Karen dengan penasaran.


" Kita lagi jalan-jalan di Bali sayang, kita akan berlibur satu Minggu di sini."

__ADS_1


" Yeay berlibur." Karen pun ikut senang."


Tak lupa kemana pun Karen pergi pasti dengan pengawalan ketat, mau pergi bersama Karin pun dua pengawal itu pasti akan ikut pergi kemanapun.


Semua nya menikmati suasana Bali karena mumpung liburan gratis, Karin merasa bahagia jika bisa membuat orang sekitar nya bahagia.


" Apa kamu tidak ingin ikut bermain." Tanya Aditya yang hanya di balas gelengan kepala oleh Karin.


" Kenapa? "


" Aku cape ingin istirahat aja, kesanalah temani putriku berenang."


" Baiklah jika kamu cape istirahat saja."


" Cucu Oma main apa sayang." Tanya Elisabeth.


" Ini Oma main pasir sama nanny."


Elisabeth tersenyum melihat cucu nya yang begitu ceria.


*


*


Hari ketiga di Bali hari yang sangat di tunggu-tunggu hari ini tepat Karen berusia lima tahun. Karin merayakan nya di sebuah hotel terkenal di Bali semua nya nyanyi bersorak riang merasakan kebahagiaan.


Setelah tiup lilin selesai Karin menyampaikan sesuatu untuk putrinya. " Anakku, terimakasih sudah hadir di dalam kehidupan ku. Terimakasih sudah menjadi obat dalam semua luka, mama mungkin belum bisa jadi ibu yang sempurna untuk kamu tapi mama janji akan menjadi ibu yang baik untuk kamu sampai tangan ini tak sanggup menggenggam erat tangan mungil mu lagi, mama harap kamu tumbuh menjadi anak yang baik dan bisa menjadi anak yang mama harapkan, jangan tinggalin mama ya nak." Dan tangisan Karin pecah.


Semua orang yang hadir di acara ini pun ikut nangis dan terharu, apalagi Anita dan Hans saksi hidup bagaimana Karin yang begitu gigih bekerja keras untuk membahagiakan anaknya.

__ADS_1


Setelah acaranya selesai semua. kini mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. karena besok mereka akan pergi ke pantai yang terkenal di Bali.


__ADS_2