Father For My Son

Father For My Son
BAB 8


__ADS_3

Kini mereka semua makan bersama di panti, tapi ada beberapa anak panti yang belum pulang sekolah tapi Karin sudah menitipkan makanan untuk anak-anak yang tidak bisa makan bersama.


" Tris kita harus pulang karena ada banyak barang yang harus kita packing."


" Baiklah aku pun ada resi yang harus di frint lebih baik kita pamit sekarang."


Dan kedua nya pamit. Karin berjanji akan kembali ke sini, ya selama ini Karin selalu menjadi donatur tetap di panti asuhan kasih bunda! Karin selalu menabung kan uang gajih nya untuk di berikan ke panti sejak dia awal kerja di toko.


Kini mereka sampai di kios dan langsung membuka barang yang baru saja datang, dan harus ada beberapa barang yang di packing.


Jari Karin terus berkutik di atas keyboard laptop nya mengecek stok barang serta penjualan yang keluar masuk. Mata nya terus fokus pada layar laptop dan Tristan fokus mencetak semua resi hari ini.


" Kar hari ini kita membungkus 6 ratus paket yang akan di serahkan ke expedisi."


" Benarkah? " Karin sampai melongo karena tak menyangka sebegitu banyak nya. " Bentar Tris apa kita bisa melakukan nya berdua? "


" Pasti bisa! " Tristan mengambil barang-barang yang akan di packing.


Dan tak terasa kedua nya lembur sampai jam 3 malam karena merasa nanggung jika pulang akhirnya mereka bablas sampai pagi dan langsung menyerahkan semua paket ke pihak expedisi.


*


Hari ini akhir pekan Karin dan Tristan berniat untuk membicarakan bagaimana usaha yang di rintis nya ini.


" Tris aku akan mencari 2 admin untuk mengurus dan membantu penjualan kita, aku rasa uang yang kita hasilkan cukup untuk menggajih mereka."

__ADS_1


" Hmmm.... aku setuju-setuju saja kan yang berhak menentukan semua ini kamu, aku ikut apa kata mu saja." ucap Tristan sambil meminum kopi.


" Jangan gitu, kita berjuang berdua sampai ada di titik ini, kamu juga bagian dari ku dan kamu juga berhak menentukan." Karin tidak suka jika Tristan berkata seperti itu, karena bagi Karin Tristan pun orang penting baginya.


" Wkkwkwkkw iya iya, nanti kita cari pelan pelan jangan ceroboh mencari orang untuk bekerja, selain dia mau bekerja dia juga harus bisa di percaya." Tristan tidak mau salah memilih orang.


*


*


" Bagaimana Kar kurasa mereka bisa dapat di percaya untuk bekerja bersama kita." Ucap Tristan.


" Ok ok aja, aku dukung pilihan mu."


Dan kini mereka sudah memiliki dua admin yang akan membantu dan punya tugas sendiri. Hari-hari Karin di habiskan dengan bekerja sehingga dia melupakan waktu untuk anak nya.


" Baiklah, apa ingin aku antar? " Tristan menawarkan diri, apakah Karin butuh bantuan nya.


" Kalo mau ikut, ikut saja nanti kita makan bareng! aku ingin mengajak nya ke mall."


" Baiklah nanti akan aku antar. "


-


-

__ADS_1


Karin dan Tristan kini berada di sebuah mall yang terkenal di Jakarta, sedang menemani karen bermain! mereka sudah seperti pasangan suami istri yang menemani anak nya main.


Setelah puas bermain Playground, Karin mengajak anak nya untuk makan sekaligus istirahat setelah selesai bermain.


Ketika sedang berjalan mencari restoran yang cocok untuk makan tiba-tiba Karin menabrak seseorang karena tidak fokus melihat. " Awwww_" Pekik Karin. " Maaf aku tidak_" Karin Diam tidak melanjutkan perkataannya ketika melihat siapa orang yang dia tabrak.


" A_ Aditya." Karin tercengang sekaligus kaget orang yang dulu pernah dia cari lalu dia lupakan ternyata bisa bertemu lagi dengan tidak sengaja.


" Kar kamu tidak apa-apa? " Tanya Tristan karena dia baru kembali dari toilet.


" Karin? " Aditya pun tak kalah kagetnya. lalu melirik kearah anak kecil, " Siapa anak kecil ini? " Batin Aditiya bertanya-tanya.


" Tidak apa-apa tadi aku hanya tidak sengaja menabrak orang ini." Karin bukan menjawab Aditya dia malah mengabaikan dan memilih mendekat pada Tristan.


" Oh syukurlah, Ayo kita cari makan takut Karen sudah lapar." Ajak nya sambil menggendong Karen. " Maaf pak Teman saya tidak sengaja. "


Aditya menganggukkan kepalanya, karena masih memikirkan siapa anak itu? apakah itu anak nya? karena dulu dia mendengarkan penjelasan dari mantan kekasih nya, bahwa Karin lah yang merawat bayi itu. pertanyaan-pertanyaan itu terus memenuhi pikiran Aditya.


Kini mereka bertiga sedang makan dan Karin malah bengong sambil mengaduk-aduk makanan nya.


" Kar kenapa bengong? aku rasa tadi kamu gak seperti itu, apakah ada masalah? " Tristan terus bertanya tapi tidak ada jawaban dari Karin. " Kar_ Karin."


" Hah? iya kenapa Tris tadi? "


" Kamu kenapa bengong? apa ada yang di pikirin? kerjaan? atau yang lainnya? "

__ADS_1


" Tidak tidak, lanjut saja makan."


__ADS_2