Father For My Son

Father For My Son
BAB 32


__ADS_3

Setelah puas bermain, Karin dan Karen akan bertemu di salah satu restoran yang sudah di pesan.


"Mama." Karen menghampiri sang mama yang terlihat duduk dengan seseorang.


"Sayang, sudah kenyang mainnya?"


"Sudah ma." Karen duduk dan matanya terus mengamati siapa wanita di hadapan nya.


"Sayang kenalin ini mama pricilla."


Karen merasa bingung kenapa wanita di hadapan nya harus di panggil mama. "Mama? Karen terdiam dan berpikir kenapa wanita di hadapan nya harus di panggil mama.


"Ya sudah Rin aku rasa Karen masih bingung dan terkejut kita lain kali saja ya ngobrol-ngobrol laginya."


"Pric, aku harap kamu mengerti."


"Iya Rin dan terimakasih sudah menjaga putriku."


Karin hanya menganggukan kepala dan menatap punggung Pricilla yang perlahan sudah keluar dari restoran dengan suaminya.


Pertemuan yang tidak di sengaja itu sebenarnya membuat Karin masih merasa marah mengingat dulu Pricilla yang begitu kekeh tidak menginginkan putrinya.


"Sayang are you ok?" Aditya menatap istrinya yang terlihat seperti sedang ingin membunuh manusia.


"Hmmm, makan lah nanti keburu dingin." Dan mereka semua menyantap makanan yang sudah tersaji dari tadi.


Setelah semuanya selesai, kini mereka memilih pulang tampa ada yang berbicara satu orang pun di dalam mobil. Menempuh perjalanan yang cukup macet akhirnya mereka sampai.

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu terus mendiamkan ku?" Aditya tergopoh mengejar sang istri yang terlihat marah.


"Sus tolong temani Karen dan ajak dia untul tidur besok sekolah." Ucap Karin dengan tegas dan menghiraukan Aditya.


"Baik bu."


Di dalam kamar Karin masih tetap diam tak berkata sedikitpun. Karena masih merasa kecewa dengan masalalu yang menimpanya.


"Apa salah ku hingga membuatmu diam seperti ini? Karin Widjaja apa kamu tidak mendengar ku?"Aditya meninggikan suaranya.


"Berani kau berbicara tinggi pada ku maka keluar lah dari rumah ku Aditya Wisnu."


"Karin... Berbicaralah apa salah ku beritahu aku agar aku bisa memperbaikinya."


"Aku sangat benci dengan pertemuan tadi, kenapa kau diam-diam ternyata selalu menghubungi Pricilla? Kenapa dia harus muncul lagi di hadapan ku setelah bertahun-tahun lamanya aku menanggung kesalahan kalian di masalalu."


"Cih alasan yang sangat klasik." Pricilla berlalu kedalam bathroom untuk mengakhiri perdebatan.


"Bisakah kamu berbicara baik-baik dengan ku?" Pinta Aditya.


"Tidak bisa." Karin menutup pintu kamar mandi dan merendam badannya yang terasa panas karena emosi.


"Maaf sudah membuat mu marah." Gumam Aditya, Karena Aditya masih merasa bersalah pada Karin atas masalalu buruknya.


Lama Karin berendam sedangkan Aditya memilih keruang kerja untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya.


"Kemana dia?" Karin menengok kanan kiri tapi tidak menemukan suaminya. "Sudahlah biarkan saja lagi pula untuk apa aku mencarinya."

__ADS_1


*


*


*


"Apa kalian masih belum berbicar?" Hans bertanya pada sang Menantu.


Aditya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?"


"Ayah tau sendiri bagaimana Karin begitu membenci masalalu ku terutama pada pricilla ibu dari anakku."


"Ayah tau tentang itu, tapi yang ingin ayah tanyakan kenapa kamu tidak lebih dulu meminta maaf pada istrimu?"


"Aku hanya membiarkan karin untuk memiliki ruang agar bisa berpikir jika hidup jangan terus melihat kebelakang."


"Saran ayah, mengalah lah kita sebagai suami ayah pun begitu jika ibu kalian marah yang ayah lakukan hanya meminta maaf mau kita salah atau nggak karena dalam rumah tangga harus ada salah satu yang menjadi air untuk meredam kan amarah.


"Baik ayah."


"Ayah harap kamu mengerti dengan keadaan putri ayah dan tolong jaga dia."


Aditya mengangguk paham dengan apa yang di maksud dengan sang mertua.


HELLOW GUYS MAAF NIH BARU UPDATE KARENA SELAMA 1 BULAN INI AKU HARUS BEDREST TOTAL JADI SELAMA ITU AKU MENGURANGI SOSIAL GADGET, MAAF YAH BARU BISA LANJUT🙏SEKARANG AKU USAHA IN BUAT TETAP UPDATE🙏

__ADS_1


TERIMAKASIH UNTUK SAHABAT READERS YANG MASIH SETIA MENUNGGU🙏


__ADS_2