Father For My Son

Father For My Son
BAB 13


__ADS_3

Ke esokan harinya..


Sesuai yang di katakan sore kemarin Aditya di ijinkan untuk ketemu putrinya, Karin di jemput oleh Aditya agar pergi satu mobil bersama. membuka kan pintu mobil untuk Karin membuat hati Aditya berdebar karena hari ini dia akan bertemu anaknya.


Melajukan kemudi setir nya dan melewati jalan yang lenggang membuat Aditya dan Karin cepat sampai. di sana sudah terlihat Karen sedang bermain dengan Hans.


" Ayo turun_" Ajak Karin sambil membuka pintu mobil lalu di ikuti oleh Aditya.


" Wah mama datang.. mama." teriak Karen karena merasa senang, tapi merasa heran yang biasa Karin akan datang bersama Tristan dan ini datang bersama orang lain yang belum dia kenal.


" Anak mama lagi main apa?"


" Aku lagi main slime tapi Uncle bilang ini lengket." Karen berkata sambil mengerutkan bibir nya.


" Yang di katakan uncle itu benar sayang, main slime nya cukup di kotak aja ya jangan sampai di keluarin."


" Iya mama. mama om ini siapa? " Karen terus memandangi orang yang berdiri di samping mamanya.


" Ini_ " belum meneruskan perkataannya Karin bingung harus bagaimana, lalu menatap Aditya minta bantuan jawaban.


" Panggil saja uncle." Aditya spontan sambil tersenyum kaku.


Melihat kekakuan itu Hans sengaja membuyarkan dua orang yang sedang berdiri kebingungan.


" Kar ayo ajak tamu nya masuk." Suara Hans membuat dua orang itu tersadar.


" Oh ya Uncle aku sampai lupa. Ayo dit masuk." Karin melirik ke arah dapur di sana Anita sedang memasak.

__ADS_1


" Sayang, anak mama main di kamar dulu ya jangan keluar kalo mama atau Tante tidak panggil."


Dan Karen pun mengerti apa yang di katakan mama nya. langsung lari ke arah kamar dan menutup pintu.


" Pagi-pagi sudah membawa tamu saja Rin, apa jangan-jangan uncle akan punya menantu nih?" Hans tersenyum kecil hampir tak terlihat sambil menggoda.


" Hah? begini Uncle aku ingin berbicara tapi tunggu Tante saja." Karin ingin menjelaskan supaya mereka tau. " Adit kenalkan dia Uncle Hans yang menjaga anak ku selama ini."


Aditya dan Hans berkenalan sambil berjabat tangan. " Adit _ Hans." Secara bersamaan.


" Wah pagi-pagi kita sudah ada tamu saja pah." Ucap Anita dari arah pintu dapur.


" Katanya mau ada yang di omongin mah sama kita." Hans senyum-senyum kepada Anita karena menyangka bahwa Karin datang untuk mengenalkan calon nya.


" Begini Uncle, Tante, aku ingin mengenalkan Aditya kalo Aditya ini ayah biologis dari Karen." Ucap nya Terhenti sejenak.


" A..Ayah? " Suara Anita tercekat karena masih kaget. sedangkan Hans tidak bisa berkata sedikitpun masih mencerna ucapan Karin.


" Iya Tan, selama dua tahun lebih Aditya memang menanyakan dan meminta untuk bertemu dengan Karen tapi aku yang melarang."


" Lalu kenapa dulu kamu tidak mau bertanggung jawab dan ketika putrimu sudah besar dan di rawat dengan baik oleh kami, kamu baru mencari dan menemui nya? " Banyak sekali pertanyaan yang ada di pikiran Anita yang ingin Anita lontarkan.


" Maaf, karena dulu saya tak memiliki apa-apa dulu jadi saya memilih pergi jauh-jauh untuk mencari kerjaan dan membangun usaha. dan sekarang saya merasa hidup saya berkecukupan jadi saya ingin menebus kesalahan saya di masalalu." Ucap Aditya tampa ragu sedikitpun.


Dan kini mereka berempat mengobrol berbincang, Aditya menjelaskan bagaimana dulu dirinya bisa terjebak dan meninggalkan Karin sehingga Karin lah yang harus menanggung semua kesalahannya di masalalu.


Mengakhiri pembicaraan Karin menengok anaknya ke kamar terlihat di situ anaknya sedang melukis. " Sayang ayo sini." Pinta Karin dari depan pintu kamar.

__ADS_1


" Mama. mama tadi siapa? " Karen masih penasaran dengan sosok pria tadi.


Aditya menatap dengan haru melihat Karin begitu menyayangi anak nya, menjaga anak nya dengan baik serta mendidik Karen tumbuh menjadi anak yang cerdas. selama ini Aditya selalu mengikuti kemana pun Karin pergi membawa Karen. Karena Aditya ingin tau siapa anak itu dan kini ia tau jika itu putrinya.


" Sayang sini duduk di sini. Kenalin ini papa." Ucap Karin dengan lembut.


" Papa_" Karen terus memandangi Aditya dengan intens karena ia baru pertama kali melihat nya.


" Iya sekarang Karen panggil om ini papa, Karen sayang mama kan? Coba panggil siapa tadi."


" Papa."


" Iya pinter anak mama."


" Rin boleh aku menggendong nya." Pinta Aditya. Dan di balas anggukan oleh Karin.


Karen bukan tifikal anak yang susah berkenalan jika itu orang yang datang bersama mama nya. tapi dia akan diam jika yang mengajak nya berbicara orang yang belum pernah Karin kenalkan.


Aditya memeluk Karen dengan erat menumpahkan rasa rindu. jujur dulu Aditya bukan tidak mau bertanggung jawab tapi keadaan lah yang memaksa, kini dia janji akan menebus semua kesalahannya dengan menjaga Karin dan Karen.


Hans dan Anita hanya biasa menatap Tampa mau berkomentar karena mereka memaklumi dengan apa yang terjadi pada Aditya terlebih karena Anita serta Hans menghargai keputusan Karin.


" Waktu sudah siang ayo makan dulu." Ajak Anita karena Hans juga ingin berangkat kerja.


Kini mereka makan bersama di meja, Karen seperti biasa akan sendiri karena sudah pandai di selingi pembicaraan membuat makan siang kali ini serasa ramai.


Setelah selesai semua nya Karin pamit untuk kembali ke toko karena ingin mengecek bagaimana penjualan nya hari ini.

__ADS_1


Sepanjang jalan Aditya tak henti berterimakasih karena sudah menyayangi anak nya. melewati jalanan yang cukup macet karena sudah memasuki jam pulang kerja membuat mereka lama di jalan.


__ADS_2