
"Wih ada bos besar datang." Tristan sengaja mencandai Karin karena sudah lama tidak bertemu.
"Dasar kau ini tak pernah berubah." Karin langsung merebahkan badan nya di ranjang yang biasa di pakai Tristan istirahat.
"Bagaimana kabar Tante dan om?."
"Kabar mereka baik, kabar istri mu gimana?." Ya Tristan sudah menikah dan sudah memiliki satu anak, semenjak merasakan patah hati karena wanita yang ada di hadapannya dari situ Tristan mencoba untuk menepis dan melupakan dengan mencari orang baru.
"Baik juga, aku berencana ingin membeli rah di dekat mu jadi biar anak ku bisa bermain dengan Karen."
"Wih rupanya bos kita mau membeli rumah mewah, ide bagus tuh agar anakku tidak kesepian." Sahut Karin sambil tersenyum.
Ketika keduanya sedang mengobrol, datang kedua sejoli yang masih dalam perjuangan cinta.
"Maaf mengganggu." Kenzi datang karena ingin memberikan Nota pembayaran.
"Eh ada pasangan lama nih, sini masuk." Karin langsung mempersilahkan masuk.
"Saya hanya ingin memberikan nota pembayaran pak." Ucap Kenzi.
"Taruh saja di meja."
"Duduk lah dulu, sudah lama kita tidak berkumpul." Ucap Karin sambil menepuk sofa. "Bagaimana selama kalian bekerja lima tahun ikut bersama kami."
"Sangat menyenangkan." Sahut Olivia.
"Ya seperti yang di katakan Olivia."
Kini mereka semua nya mengobrol sekitar satu jam an dan kembali bekerja karena ada barang yang datang.
__ADS_1
"Sayang kamu mengantuk?" Aditya seraya bertanya pada sang istri tapi ternyata dia sudah terlelap. membiarkan istrinya tertidur Aditya pergi keluar melihat-lihat bisnis milik istrinya.
Ada beberapa karyawan yang terpesona dengan ketampanan Aditya ada juga yang berbisik-bisik.
"Gila pak Aditya ganteng juga ya, pantas Bu Karin bisa luluh hatinya."
"Hey dari yang aku dengar pak Aditya dulu pernah menyakiti ibu Karin tapi ibu Karin menerima nya karena demi anak yang di besarkan nya."
"Iya iya kalo mengingat bagaimana dulu pak Aditya sering datang kesini menemui pak Tristan meminta bantuan untuk mendapatkan Bu Karin, rasanya kasian banget."
"Sudah-sudah ayo lanjut bungkus nanti pak tristan lihat bisa habis kita."
Dan mereka pun mengakhiri obrolan nya.
”Hay bro, makin banyak aja yang datang." sapa Aditya melihat Tristan yang sedang menghitung barang.
"Iya biasa orderan untuk di kirim lagi, lah Karin mana?"
"o pantas." Tristan lalu fokus pada pekerjaan nya lagi.
Karena waktu sudah sore akhirnya mereka pulang takut sang putri mencari.
*
*
*
*
__ADS_1
*
"Rasanya masih tetap sama." Aditya mencium bibir istrinya dengan penuh kelembutan.
Karin hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Bolehkan Jhony mencari kehangatan apalagi di luar lagi hujan sayang?" Goda Aditya pada Karin yang membuat Karin tersenyum geli.
Karin menganggukan kepalanya, dia selalu melayani kepuasan sang suami dari pada suaminya nanti jajan di luar.
Aditya mencium dengan lembut dan penuh tuntutan, menelusuri rongga mulut dan memainkan dua gunung kembar tempat favoritnya sehingga membuat Karin mengeluarkan suara lentik miliknya. perlahan ciuman itu mulai kebawah dan berhenti di tempat milik si Jhony, Aditya memasukkan nya dengan perlahan dan kedua nya merenggut kenikmatan surga dunia sampai beberapa kali. Dan kini badan Aditya ambruk di atas badan Karin.
"Makasih sayang." Aditya mencium wajah Karin dan menggendong Karin ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan lalu tidur.
Ke esokan harinya...
Hari ini Aditya ada meeting di restoran miliknya, dan meninggalkan sang istri di rumah yang masih tertidur. Menuruni anak tangga sudah terdapat Karen yang sedang sarapan.
"Anak papa mau sekolah?" Aditya mengusap rambut putrinya.
"Iya pah, mama kemana pah?"
"Mama masih tidur sayang semalem mama gak bisa tidur."
Dengan wajah polos sang anak menganggukan kepalanya.
"Ya sudah papa berangkat dulu ya, ayah, ibu saya berangkat dulu."
"Iya hati-hati." Anita dan Hans menjawab secara bersamaan.
__ADS_1
Aditya sudah berangkat kini Hans dan Anita yang akan mengantar Karen ke sekolah. "Karen ayo ke sekolah sama Oma dan opa."
"Iya Oma."