
Ketika sampai di acara pernikahan kecantikan Karin mampu membuat semua orang yang ada di dalam ballroom terpesona, mereka sudah tak heran dengan rumor tentang Karin seorang pengusaha sukses di usia muda dan sangat sulit untuk di temui kini mereka bisa bertemu langsung.
" Dit istrimu cantik juga. " Puji salah satu teman nya.
" Karena dia wanita ya pasti cantik, kalo tampan itu ya saya. " Seloroh Aditya dengan di iringi tertawa.
Teman-teman bisnis Aditya pun tertawa kencang karena sudah biasa dengan celotehan yang keluar dari bibir Aditya jadi mereka sudah biasa.
Setelah puas berbincang dengan teman-teman nya Aditya pun pamit untuk pulang karena takut Karen menunggu. Sepanjang jalan Karin lebih banyak diam dan ternyata dia tertidur, Aditya yang melihat pun tersenyum pantas tidak ada suara ternyata sang pemilik suara tidur dengan begitu pulas.
Kini mereka pun sampai dan Aditya tidak berani membangunkan nya, berniat ingin menggendong istrinya tapi Karin keburu bangun.
" Mau ngapain? " Tanya Karin dengan mata yang masih ngantuk.
" Aku mau menggendong mu, karena kulihat kamu tertidur pulas sekali sayang. "
" Tidak usah aku bisa jalan sendiri. "
Melihat istrinya yang berlalu masuk Aditya pun mengikuti istrinya dari belakang. karena waktu sudah malam Aditya dan Karin melihat putri mereka lebih dulu apakah sudah tidur atau belum dan ternyata putrinya sudah tidur bersama susternya.
Setelah itu kedua nya membersihkan diri dan tidur saling berpelukan. Waktu pun sudah pagi hari ini Karin dan Aditya menyempatkan waktu untuk mengantar Karen sekolah dan setelah itu mereka ada meeting di restoran.
" Sayang habiskan sarapannya setelah itu mama sama papa antar kamu sekolah ya. " Ucap Karin sambil menyiapkan bekal sekolah Karen.
__ADS_1
" Iya ma. "
" Dia itu seperti mu sayang, sama-sama kaku dan singkat. "
" Hussss jelas dia seperti ku karena dia putriku. " Yang di bicarakan Karin seperti sebuah tekanan untuk Aditya.
Aditya pun terdiam merasa kalah telak oleh Karin dan dia memutuskan untuk bersiap-siap.
*
*
*
*
" Dit bagaimana jika aku tidak bisa memberikan keturunan untuk mu? " tanya Karin dengan wajah yang sedih.
" Tidak apa-apa kita sudah punya Karen, jangan bersedih tujuan kita menikah karena aku sangat mencintai mu sedangkan anak itu bonus. " Aditya mencoba menenangkan hati Karin.
" Tapi bagaimana jika mama mengharapkan cucu dariku? sedangkan aku belum kunjung hamil."
" Mama tidak masalah justru dia tidak mau ikut campur kita bisa membina rumah tangga yang baik, lagi pula kita sudah punya putri yang cantik seperti dirimu. "
__ADS_1
Karin terdiam dengan ucapan Aditya. Aditya melihat hal itu langsung memeluk istrinya.
Karin ingin berendam di bathtub lalu meninggalkan Aditya yang sedang fokus pada layar laptop.
" O ya Karin sudah lama tidak berbelanja apa dia masih memiliki baju yang bagus. " Gumam Aditya karena dia baru sadar jika selama ini Karin selalu membelikan kebutuhan dirinya dan Karen.
Aditya membuka lemari dan melihat sebuah amplop coklat. " Apa ini? " lalu Aditya membuka nya. " Surat check up rumah sakit? memang nya siapa yang sakit? " Aditya membuka kertas-kertas yang ada di dalam dan betapa terkejut nya jika isi dalam amplop itu semua hasih chek up atas nama Karin Widjaja.
Aditya terus membaca satu persatu isi surat itu betapa terkejut nya dia melihat jika hasil semua itu buruk, jika di situ tertera Karin mengidap Autoimun tingkat tinggi.
Tampa Aditya sadari Karin sudah selesai mandi. " Sayang lagi apa? "
" Hah_ " Aditya langsung menaruh semua kertas itu. " Maafin aku." Aditya memeluk Karin dengan erat.
" Jangan minta maaf ini sudah takdir ku. " Tak banyak kata yang Karin lontarkan karena dia juga tak perlu menyembunyikan lagi karena suaminya sudah tau.
" Kenapa kamu tidak memberitahu ku jika kamu sakit. " Aditya meneteskan air mata.
" Karena aku tidak ingin membuat kalian khawatir padaku. " Ucap Karin dengan dada yang sesak.
" Aku suami mu harusnya kamu bilang padaku. " Aditya semakin erat memeluk wanita yang dia cintai.
Karin hanya menggelengkan kepala dan diam. Setelah itu mereka berniat untuk pulang kerumah Aditya karena Elisabeth rindu pada sang cucu. dengan senang hati Karen langsung menyelesaikan tugas sekolah nya karena akan pergi kerumah Oma nya.
__ADS_1