
Karin mulai membuka matanya dan mencari benda pipih di atas nakas, melihat jam sudah menunjukkan pukul satu siang membuat Karin kaget baru kali ini dia bangun sesiang ini. dan baru teringat jika tadi malam Aditya menghajar nya sampai jam tiga pagi.
" Dit bangun.. Adit."
" Apa sayang ini masih pagi. " Aditya malah memeluk Karin dengan erat.
Karena kesal Karin memukul badan Aditya. " Ini sudah jam satu siang kita sudah melewatkan sarapan dan makan siang. "
" Ya sudah ayo kita mandi. " Ajaknya karena tidak ingin mendengar istrinya mengoceh.
" Kita?_" Karin bergidik ngeri membayangkan mandi bersama, padahal semalam mereka menghabiskan malam panas berdua hingga bangun kesiangan. " Aku ingin mandi sendiri.... Awww_" pekik nya sambil beranjak dari ranjang, Karin merasakan miliknya sangat sakit.
" Maaf sudah membuat mu sakit biar ku bantu gendong sampai bathroom. "
Karin pun terdiam ketika Aditya mengangkat tubuh polos nya dan meletakkan nya di dalam bathtub. dan Aditya mengisi bathtub dengan air hangat.
" Biar ku bantu menggosok punggung mu. "
" Hmmm_ "
Dan bukan hanya mandi yang mereka lakukan ternyata Aditya membawa Karin kembal kepuncak surga dunia, mengarungi nikmat berdua yang belum pernah Karin rasakan selama ini. Benar kata orang-orang jika malam pertama akan terasa sakit tapi sekarang tidak terasa sama sekali yang ada malah membuat Karin lupa jika ini sudah jam berapa.
Setelah puas Aditya membersihkan diri dan membantu Karin, dan kini keduanya baru tersadar sudah jam empat sore. Karin dan Aditya turun untuk makan karena perut sudah sangat keroncong apalagi mereka berdua sudah menghabiskan banyak tenaga.
Ketika melihat majikannya turun semua para asisten berbisik-bisik mereka membayangkan betapa indahnya bisa menghabiskan waktu bersama Aditya yang memiliki wajah tampan.
" Ibu kemana bi? " Tanya Karin.
" Oh Ibu sedang keluar katanya ngajak Dede kerumah orangtua pak Adit kak. " Ucap salah satu asisten.
" Oh baiklah terimakasih bi. " Dan keduanya pun menikmati makan sore yang sudah di sajikan asisten nya.
" Nanti kita kerumah mama aja sayang. "
__ADS_1
" Hmmm...iya." Jawab Karin dengan singkat.
Setelah kedua nya selesai kini mereka pergi kerumah Aditya untuk menyusul Karen. melewati jalanan yang cukup macet karen sudah jam pulang kerja sehingga membuat mereka sedikit terlambat sampai.
" Mama— " Teriak Karen lalu menghampiri nya. " Mama kemana ko baru ketemu."
Pertanyaan Karen membuat Karin bingung harus menjawab apa, dan melempar jawaban pada Aditya.
" Mama habis olahraga sayang. " Jawab Aditya dengan enteng.
" Sudah-sudah sini duduk Rin. " Elisabeth menepuk sofa di sebelahnya.
" Tumben papa mama sama ibu ayah kumpul di sini? " Tanya Aditya dengan dahi yang berkerut.
" Iya kami sedang mengobrol tentang cucu kami. " Sahut Elisabeth.
" O ya Rin nanti kalian akan tinggal di mana? " Tanya Anita, sejujurnya Anita akan sedih jika harus berpisah dengan Karen.
" Belum terpikirkan Bu, nanti aku obrolkan dulu dengan Aditya.
Mereka mengobrol berempat sehingga membuat mereka lupa waktu jika sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
" Besok kan libur Karen nginap di sini aja temani Oma. " Pinta Elisabeth dengan memohon memasang muka sedih pada cucu kesayangan nya.
Karen melirik pada Karin meminta persetujuan. " Mama boleh aku nginap di rumah papa? "
" Boleh, tapi kamu gak bawa baju ganti. "
" Besok kita beli saja sayang sekalian kebutuhan Karen, nanti aku suruh asisten ku untuk membeli. " Ucap Aditya pada sang istri.
" Terserah mu. " Sahut Karin dengan singkat.
" Lebih baik malam ini kita menginap di sini saja, o ya bu apa ibu mau menginap juga di sini sama ayah biar nanti kamar nya aku siapkan. " Tanya nya pada sang mertua.
__ADS_1
" Tidak kami pulang saja, jika kalian mau menginap gak papa." Hans tidak mungkin menginap karena besok akan pergi keluar kota.
" Iya kami pulang saja karena besok ada kerjaan keluar kota, ya kan pah? "
Dan Hans hanya menjawab dengan anggukan, dan berpamitan karena takut semakin larut malam.
" Hati-hati yah bawa mobil nya. " Karin dan Aditya mengantarkan Anita dan Hans sampai depan.
Aditya menggandeng tangan istrinya untuk istirahat di kamar pribadi miliknya. " Sayang di sana lemari baju mu. " Tunjuk Aditya sambil membuka baju.
" Sejak kapan kau membeli bajuku? " Dahi Karin berkerut heran.
" Dua Minggu lalu aku sengaja membeli baju untukmu jadi kalo kita tidur di sini kamu tidak perlu repot membawa baju, dan besok aku akan menyuruh asisten ku membeli baju untuk Karen. "
" Hmmm kau itu kebiasaan. " Karin mengganti baju karena ingin bersiap tidur.
Aditya mencium kening Karin sebelum tidur dan memeluk pinggang istrinya dengan erat.
*
*
Weekend ini mereka akan pergi ke wahana permainan karena sudah berjanji pada sang putri kalo mereka akan jalan-jalan.
" Tante om kami pamit dulu. " Ucap Karin pada sang mertua.
" Ko Tante panggil mama papa dong, kan sekarang kamu sudah jadi istri Adit. " Seloroh Elisabeth.
" Iya Rin masa saya di panggil om. " Antonio tersenyum pada sang menantu.
" Hehhehe iya pa, ma. kami pamit dulu. " Mereka pergi bertiga dan satu mobil bodyguard yang akan mengikuti dari belakang.
" Gak nyangka ya pa Aditya bisa bahagia lagi bersama Karin. " bisik Elisabeth pada suami nya.
__ADS_1
" Ya kalo sudah jodoh mau sejauh apapun pasti kembali ma. " Antonio berlalu karena ingin bersiap-siap untuk pergi olahraga.
" Kebiasaan selalu meninggalkan istrinya Tampa pamit. " Gerutu Elisabeth sambil menyusul suaminya.