Fighter System

Fighter System
Ch. 15 : SMA Taran Barat


__ADS_3


...*****...


SMA Taran Barat.


Ketujuh berandal yang tadi dibelasah oleh Budi sampai babak belur, akan menerima konsekuensi. Mereka semua berbaris lurus dengan kepala tertunduk. Seluruh orang yang ada di sana kompak memicingkan mata ke arah mereka.


"Ah, senior sudah datang!" teriak salah satu murid laki-laki saat melihat siluet bayang-bayang seseorang dari arah kanan.


Semua berdiri tegak dan terdiam seketika. Seolah memberi hormat secara tak langsung.


Seorang laki-laki dengan rambut cokelat tampak berjalan santai di antara kerumunan para siswa. Ia memfokuskan pandangan ke depan lurus. Sorot mata tajam bak elang membuat ketujuh orang yang ditatap tak berani angkat kepala.


Cowok dengan aura mengerikan itu menghentikan langkahnya. Sembari mencengkram bahu salah satu anak yang babak belur, ia membisikkan beberapa kalimat, "Hei, apa nih? Anak Taran Barat kalah sama anak Taran Timur? Kalian ini lagi apa sih? Malu-maluin banget ...."


"Ma-maaf, Senior. Sa-saya sebenarnya udah mukul dia, tapi dia bisa menahan. Ja-jadi–"


Plak!


Sebelum orang yang disematkan kalimat memberi penjelasan, cowok itu sudah lebih dulu melayangkan sebuah tamparan keras di pipinya. Membuat si berandal babak belur tergeletak tak berdaya di atas aspal.

__ADS_1


"Bodoh. Mau kau pukul, mau kau tendang, kalo kalah ya kalah, Bangs*t!" Ia beralih menatap keenam berandal yang tersisa. "Kalian masih inget ciri-ciri orang yang ngehajar kalian?" tanyanya dengan suara dingin.


"A-Ah! Sa-Saya ingat betul, Senior," sahut salah satu dari mereka.


Orang yang sedaritadi dipanggil Senior pun mengangkat dagu. Mengizinkan si berandal babak belur untuk menjelaskan ciri-ciri dalang dari penghajaran ini.


Apa si Bangs*t Reza yang mukul? Bocah itu, pasti bakal mampus nanti, dumelnya dengan perasaan geram.


"Anak yang menghajar kami memiliki penampilan mirip orang culun!" jelasnya, sontak membuat semua orang bertanya-tanya.


"Hah?" Mendadak, Sang Senior berubah ekspresi. "Kalian kalah sama anak culun? Cihh ... sial, mau ketawa pun jadi susah. SMA Taran Barat dikenal karena keberingasannya. Kenapa kalian malah kalah begitu?!"


"Ma-maaf, Senior. Tapi, anak itu sepertinya hanya menyembunyikan identitas," ucapnya, "dia bertarung dengan banyak teknik. Saya lupa nama tekniknya, tapi dia sempat mengatakan 'Jab' berulang kali."


"Ya udah, informasi yang kamu bilang itu, anggap aja sebagai bayaran. Kamu selamat kali ini ...."


"Beneran? Te-terima kasih, Sen–uoghhh!" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, cowok itu justru mengakhiri penderitaannya dengan sebuah pukulan frontal.


Dua orang terkapar di atas aspal. Semua orang yang menyaksikan langsung pasti akan bergidik ngeri. Darah mengalir deras dari bagian hidung yang memerah.


"Cih. Udah malu-maluin, tapi pengen selamat. Mimpi aja sana!" Ia menatap kosong kedua orang yang menjadi korbannya hari ini. Cowok dengan gelar senior itu beralih menatap seorang laki-laki gendut di sampingnya. "Oi, Gerry! Kau urus sisanya, bisa kan?" lanjutnya bertanya.

__ADS_1


Pria berbadan gemuk dengan nama Gerry itupun langsung mengangguk. "Bisa, Senior! Serahkan pada saya!"


Selepas mendapat pengakuan, cowok kejam itu segera berbalik badan dan berjalan pelan menjauh dari lokasi tempat awal ia berdiri. Namun, tak lama setelahnya, dia kembali berhenti.


"Oh, ya, Gerry. Kau ingat prinsip sekolah kita, kan?" Ia kembali bertanya sambil melirik sedikit ke belakang. "Kalau ada yang berani mengusik kita, sebaiknya langsung habisi saja!"


"Ba-Baik, Senior!"


Senior itu kembali melangkah. Sembari menebar sorot mata tajam ia bergumam, "Aku mau liat, apa yang bisa mereka lakuin untuk saat ini."


[Alvaro]


Kekuatan : ???


Ketahanan : ???


Kecerdasan : ???


Kecepatan : ???


Naluri Bertarung : ???

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2