Fighter System

Fighter System
Ch. 34 : Cara Orang Biasa Mengalahkan Seorang Taekwondo (Part 3)


__ADS_3


...\=\=\=\=...


[...]


Saya sudah katakan sebelumnya, cara untuk melawan taekwondo adalah kombinasi silat!


Walau terdengar konyol dan aneh, tapi cara ini terbukti ampuh untuk mengalahkan lawan. Singkat saja, persempit ruang!


Dekati lawan dan mulai jalankan kombinasi ini.


[...]


Budi bergerak maju ke depan. Ia melangkah ke kanan dan ke kiri dengan pola zig-zag yang berurutan. Ini adalah step yang digunakan untuk mengecoh lawan!


Dirasa telah cukup dekat, dia lantas melepaskan sebuah pukulan lurus. Tapi, berbeda dengan sebelumnya, Alvaro tampak tidak mendirikan pertahanan tangan di depan dada. Ia justru membukanya lebar-lebar, seolah mengizinkan Budi secara suka rela untuk menghabisinya.


Tapi, bukan tanpa alasan!


Anak laki-laki ini telah mengajarkan sesuatu yang sangat amat berharga bagi Budi. Ia menunjukkan kembali kelebihan dari taekwondo yang seharusnya diantisipasi sejak awal.


Balchagi!


Sebelum Budi berhasil melayangkan tinju, Alvaro sudah lebih dulu melepaskan balchagi ke arah perut lawan. Sekarang, kaki kirinya telah menjulur sempurna dan bebas untuk melakukan apapun.


Yah, sepatu Budi yang terlepas adalah sepatu bagian kanan. Dengan begitu, secara otomatis, Alvaro akan menggunakan kaki lainnya sebagai penyerang.


Kheh!


Budi terpukul mundur beberapa meter ke belakang. Tubuhnya seolah berhenti bergerak. Pikirannya kabur, matanya mulai menangkap pandangan buram. Ia benar-benar telah merasakan efek sesungguhnya dari tendangan tersebut.


Ini adalah alasan kenapa orang biasa tidak boleh membiarkan balchagi leluasa di lepaskan!


[...]


Bagi taekwondo, balchagi adalah rudal yang menjadi andalan dan akan selalu menyiksa siapapun yang akan mengenainya. Kalau Anda terkena balchagi, maka Anda akan tamat! Cepat atau lambat.


[...]


"Nggak, nggak boleh menyerah cuma sampai di sini ...." Ia mengucap lirih dan mulai mendirikan kuda-kuda tegak. "Aku harus mengakhiri in–"


Apa ini?!


Kaki Alvaro telah menjulur sekali lagi. Di saat Budi hendak mengeluarkan serangannya, laki-laki itu kembali datang dengan tendangan yang sama. "Oi! Kalau kena sekali lagi, kau yakin bisa bangun? Sok sok an jadi pahlawan."


Ini?!


Alvaro mengganti posisi kakinya. Yang semula menyerang dari depan beralih lewat atas. Posisi kaki yang tinggi melewati kepala dan jalur serangnya adalah menghujam ke bawah, posisi ini...


Naeryo chagi!


Kretek!


Oh iya, selain balchagi dan dwichagi, taekwondo masih memiliki begitu banyak variasi tendangan yang akan membuat Anda menderita.


Contohnya, naeryo chagi! Tendangan yang berfokus pada tumit sebagai ujung tombak, akan melukai siapapun yang mengenainya. Pastikan, Anda tidak terkena tendangan seperti itu!


Naeryo chagi yang dilepaskan tepat mengenai punggung kaki Budi. Seketika, rasa nyeri menguasai kaki telanjangnya. Ia terhenti sejenak.


"Uh ... kakimu bunyi, tuh. Nggak papa, kah?" Alvaro tersenyum menyeringai di sana. Dia menunjukkan ekspresi bak seorang psikopat. Tidak merasa bersalah sedikitpun meski tahu bahwa dirinya telah melukai seseorang.

__ADS_1


"Udah deh. Kau nyerah aja! Nggak ada yang bisa kau lakukan lagi sekarang ini ...."


"Kheheh! Kau aja yang nyerah sana!" teriak laki-laki itu seraya melemparkan sebuah kaleng bekas ke arah wajah Alvaro.


Tlang!


"Sialan!" Pandangannya teralihkan selama beberapa saat. Dan pada saat itu juga, Budi datang untuk memanfaatkan celah yang ada.


Ketika pandangan mata Alvaro telah kembali sepenuhnya, cowok culun ini telah berada tepat di depannya. Dengan posisi yang membelakangi, Budi tampak sudah mempersiapkan sesuatu.


"Cara orang biasa untuk mengalahkan taekwondo, halaman satu..." Ia menidirikan sebuah kuda-kuda yang sangat familiar bagi Alvaro. Ini adalah teknik dasar dalam pencak silat!


"Apaan? Tangkisan silat? Haha? Kau udah gila–" Alvaro berniat merendahkan cara yang digunakan oleh Budi, tapi ada yang aneh di sini. Ia mendapati bahwa Budi tidak hanya mendirikan kuda-kuda tangkisan biasa.


Cowok ini, juga menekan perutnya dengan sikut pada saat bersamaan!


"Anak ini!"


"... tangkisan luar!" Anak itu mempraktekkan tangkisan luar. Menerka wajah Alvaro dengan telapak tangan, langsung membuat sang Raja Taekwondo itu goyah dan mundur beberapa langkah.


Saat ini, adalah momentum yang tepat!


Kembang taekwondo, dwichagi!


Alvaro sama sekali tidak menyangka bahwa kombinasi ini akan diakhiri oleh dwichagi. Tangkisan dan sikut yang masuk pada saat bersamaan, membuatnya lengah.


Alvaro membeku. Pada saat itulah, Budi meneruskan kombinasi tekniknya. "Cara orang biasa mengalahkan seorang taekwondo, halaman dua..." Ia berlari cepat ke arah lawan dan melakukan ancang-ancang seolah ingin melakukan tackle.


"Percuma! Aku udah tau kau bakal pakai tackle, kan?!"


Bug!


Yang kedua, pastikan Anda telah membuat lawan benar-benar tidak bisa bergerak lagi. Jika saat itu, Anda sudah menguasai ruang, maka kemungkinan menang akan naik menjadi 60%!


Di luar dugaan, Budi justru melayangkan tinju. Pukulan straight dan jab dilepaskan cepat.


Kekuatan pukulannya kali ini benar-benar sangat menyakitkan, berbeda dengan sebelumnya. Alvaro tidak mengira bahwa Budi justru akan memukul.


Ia semakin kehilangan akal.


Sekarang! Sekarang waktu yang tepat!


"Cara orang biasa untuk melawan seorang taekwondo, halaman tiga..." Ia melompat dan menerjang tubuh atletis milik pria pemilik nama lengkap Alvaro Setya Pancakra itu.


Bruk!


Kombinasi untuk melawan taekwondo yang ketiga, langkah awal dalam melakukan grappling. Teknik dalam silat yang sangat mematikan!


"... guntingan!" Budi lalu mengaitkan kedua kakinya ke arah pinggang Alvaro dan membuat tubuhnya ikut ambruk bersamaan dengan orang yang dikaitkan oleh teknik ini.


[...]


Bukan tackle! Alasan Anda harus ngotot untuk belajar teknik ini adalah karena hal ini. Memang, tackle bisa untuk membantu grappling, tapi cara itu kadung terkenal dan sudah diketahui semua orang.


Sedangkan, teknik yang saya ajarkan ini, adalah teknik baru! Mungkin, bagi sebagian orang, cara ini akan terlihat aneh. Tapi, inilah cara yang sesungguhnya!


[...]


"Bangs*t!" Mengetahui posisinya sedang terdesak, Alvaro lantas berupaya sekuat tenaga untuk melepaskan diri.


Tapi, kekuatan Budi sudah meningkat ke level A! Dalam hal ini, dia sudah nyaris setara dengan kekuatan Alvaro!

__ADS_1


"Cara orang biasa mengalahkan taekwondo, halaman empat...."


[...]


Lalu, mari lanjut ke teknik keempat! Teknik grappling Jiu-jitsu yang sangat cocok untuk membantu para pemula.


Gi-chokes? Bukan, yo!


Chokes yang cocok dan mudah untuk dilakukan oleh orang biasa...


[...]


"... Baseball-choke!"


Kali ini, aku tidak akan salah!


Budi meraih kerah baju Alvaro sekali lagi, tapi kali ini bukan untuk melakukan Gi-choke!


Alasan dia berlatih mengangkat meja selama sebulan ini, hanya karena teknik ini!


Ia mengangkat tubuh lawan dan menempatkannya di bahu. Dengan kekuatan yang telah diberikan oleh sistem, anak itu, pada saat itu, mengunci pergerakan lawan sekaligus mengakhiri pertarungan.


Ia tidak menyerah.


Tap out!


Alvaro terlihat menepuk bahu Budi berkali-kali, sama halnya dengan yang dilakukan oleh Reza saat itu.


Tapi, lagi-lagi, ia tidak memiliki belas kasihan!


Untuk mengakhiri segalanya, aku ingin semuanya berakhir sekarang...


Bagi anak yang sama sekali tidak tahu mengenai peraturan bertarung dalam ring hanya akan tetap fokus.


"Enam..." Sedari tadi, ia masih terus menghitung.


"Lima..." Sembari tetap menguatkan cengkraman tangan dan membuat Alvaro semakin menderita.


"Empat..." Alvaro tidak bisa apa-apa lagi.


"Tiga..." Napasnya semakin sesak.


"Dua..." Ia mulai kehilangan kesadaran.


"Satu! Jangan–jangan ganggu kehidupanku lagi, Bangs*t!"


Bruk!


Budi melemparkan tubuh Alvaro karena merasa bahwa dirinya telah menang. Alvaro terkapar tak berdaya di atas tanah. Hari itu, adalah hari yang memalukan baginya.


Saat di mana, dia dikalahkan oleh orang yang dia remehkan!


Sunyi, tidak terdengar suara apapun lagi ketika Alvaro telah benar-benar pingsan. Hanya suara helaan napas dari Budi.


"Hahh ... hahh ...." Ia menghela napas. "Aku ... berhasil ...," ucapnya lirih.


Ding!


[Misi selesai!]


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2