Fighter System

Fighter System
Ch. 38 : Chika


__ADS_3


...\=\=\=\=...


"Bud, anak SMA Taran Utara memintamu untuk bertarung lagi. Mereka mau memperebutkan wilayah SMA Taran." Pagi itu, Bagus mendatangi kelas Budi dan mulai menyampaikan apa yang ia dengar.


Helaan napas langsung terdengar pada saat itu juga. "Hah ...." Budi mengalihkan tatapan matanya ke arah lain. "Udah berapa kali ku bilang, Gus? Aku nggak mau bertarung lagi."


"Tapi, kenapa? Sekolah ini cuma punya kamu! Lagian, kamu bisa ngalahin Alvaro juga, kan?" Belum menyerah, Bagus masih terus mengusik laki-laki itu dan membujuknya agar mau menuruti apa yang diminta oleh seluruh anggota sekolah ini.


Namun, entah kenapa rasa malas selalu menjalar setiap kali Budi mendengar kata 'Bertarung'.


"Aku mau fokus belajar. Lagi pula, anak SMA kayak kita ini harusnya belajar, bukannya malah tawuran nggak jelas gitu." Budi meneguhkan tekadnya. "Aku nggak mau bertarung. Udah, jangan ganggu lagi!"


Mendengar pernyataan Budi yang keukeuh dengan tekadnya itu, Bagus lalu berjalan berbalik. Tidak ada yang bisa ia lakukan, dirinya hanya bisa pasrah.


"Makasih buat waktunya, Bos Budi ...." Sebelum melangkah keluar, laki-laki itu menyematkan beberapa kata. Ucapan Bagus barusan langsung merasuk menyentuh benak Budi.


Tapi, rasa itu tidak cukup untuk meruntuhkan rasa tidak ingin bertarungnya.


Sementara itu, di sisi lain. SMA Taran Utara.


"Bos, pihak Taran Timur menolak untuk menerima tantangan bertarung perebutan wilayah Taran. Lalu, bagaimana sekarang?" Seorang anak buah yang bertugas sebagai informan dalam geng, menjelaskan seluruh informasi yang dia peroleh selama hari ini.

__ADS_1


"Haha, ternyata dugaanku benar. Anak itu pengecut banget sampe-sampe nggak mau berantem." Ia lalu menyulut ujung rokok dengan api yang menyala dari korek gas. "Ya udah, tunggu apa lagi? Kalo dia nggak mau, ya kita paksa aja dong."


"Tapi, Bos! Pemaksaan dalam perebutan wilayah itu pelanggaran. Sesuai dengan yang tercantum di perjanjian antar pemimpin SMA Taran." Anak dengan tatto dan tindik itu kembali bertanya. Laki-laki itu kembali mengingatkan tentang peraturan yang mungkin dilewatkan oleh Theo.


Namun, bukannya terkejut, Theo justru tersenyum lebar. "Hei, emang kita pernah mematuhi peraturan, ya?" tanyanya dengan suara lirih, separuh berbisik. "Persetan dengan peraturan apalah itu! Aku cuma mau menghabisi anak itu dan menguasai seluruh wilayah Taran."


"Itulah Bos yang kami kenal, haha!" puji sang Pentolan SMA Taran Utara, no. 3–Bima.


"Kalau udah kayak gini, bagaimana cara kita membujuknya? Mau diminta seperti apapun, anak itu pasti tetep nggak mau menerima tantangan kita, Bos!" tanya wakil pemimpin SMA Taran Utara, no. 2–Yudha.


Theo masih memertahankan senyumannya. "Kita nggak perlu sampai berlutut untuk memintanya ke sini. Tapi, sebaliknya, kita lah yang bakal ngebuat cecung*k itu berlutut dan datang sendirinya kemari." Laki-laki itu lalu melirik ke arah sisi gelap dari ruangan ini. "Tenang aja, aku udah nyiapin seseorang yang cocok buat tugas ini."


"Masuklah, Sayang!"


Dari balik kegelapan, seorang perempuan muda dengan rambut pirang panjang yang dihiasi oleh jepit rambut hello kitty terlihat sedang berdiri sembari tersenyum manis. "Halo, Kakak-kakak semua~"


"Waahh ... cantiknya."


"Hehe~ perkenalkan, namaku Chika! Kalian bisa panggil aku Chika atau chik-chikky~ hehe~"


Theo tersenyum kepada gadis itu. "Yah, dia ini pacarku. Namanya Chika, dari SMA Taran Timur."


"Eh? Ta-Taran Timur?!"

__ADS_1


"Iya. Dia ini idola di kelasnya dan makanya, Chika bakal kutugasin buat membantu misi kita kali ini."


Yudha menunjukkan ekspresi yang bertanya-tanya. "Apa yang bisa dia lakukan, Bos?" Pada saat bersamaan, ia langsung menutup mulut. "Ma-maksudku, apa Chika bisa benar-benar membantu?"


"Panggil dia Bos Chika!"


"Ah, i-iya, maaf, Bos!"


"Yah, seperti yang kukatakan sebelumnya. Chika bakal ikut andil dalam misi ini," ucapnya, "nggak usah tanya apa yang bisa dilakukan olehnya, karena Chika, jauh lebih membantu untuk tugas ini."


"Hehe~"


Bima, Yudha, dan anggota lainnya terlihat kebingungan.


"Apa kalian pernah dengar tentang pertikaian antar gadis, hah?"


~Bersambung~


**Untuk sekarang, Budi bakal dihadapkan sama pilihan berat. Bertarung atau tidak?!


Oh ya, aku sadar kalo aku ini terlalu terpaku sama jalan cerita How to Fight karya Taejun park. Maka dari itu, buat selanjutnya. Novel ini bakal keluar dari kerangka cerita yang mirip sama komik itu.


Mohon maaf sebelumnya buat para pembaca! Maklum, pemula soalnya.

__ADS_1


~Author M**


__ADS_2