Fighter System

Fighter System
Ch. 33 : Cara Orang Biasa Mengalahkan Seorang Taekwondo (Part 2)


__ADS_3


...\=\=\=\=...


Apa aku harus pakai kacang pemulihannya sekarang?


Budi berpikir sejenak untuk menyusun kembali rencana bertarungnya. Dia menggelengkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaannya sendiri.


Nggak, aku harus tahan dulu! Baiklah!


"Hoi! Mau berapa kalipun, kau itu bakal tetep kalah! Nggak usah neko-neko, nyerah aja sana!" Alvaro berbalik menatap Budi sepenuhnya. Ia lalu bersiap dengan kuda-kuda tinju. "Ku hitung sampai tiga, nyerah atau aku maju," tuturnya sembari menyelipkan kalimat ancaman yang jelas bertujuan untuk menakuti musuh nekatnya itu.


"Satu ...."


"Dua ...."


Namun, meski begitu, Budi tampak tidak gentar sedikitpun. Ia hanya menatap fokus musuhnya sembari menunggu momentum yang tepat.


"Ti–GA!" Tepat pada hitungan ketiga, Alvaro langsung maju menyerang. Ia melepaskan pukulan lurus yang dilajari oleh kekuatan dahsyat.


Beruntungnya, Budi berhasil mengelak melalui celah di antara lengan kanan dan ketiak lawan. Tapi, upayanya untuk kabur tidak bisa diulangi lagi. Keberuntungannya itu hanya dapat berlaku sekali, karena sekarang, posisinya telah dikunci!


Alvaro telah berdiri di belakang Budi sembari menarik lengan. "Mau ke mana kau?!" hardiknya kemudian menempatkan sebuah pukulan straight.


Menyadari bahwa pukulan itu mengarah ke wajahnya dan tidak ada cara untuk bertahan, Budi pun mengernyitkan kening. Dia membulatkan tekad dan keberanian. Setelahnya, laki-laki itu tampak memukul dari arah bawah.


Upper cut!


Ia memukul dan dipukul! Seketika, anak pecundang yang dinobatkan menjadi pemimpin secara tiba-tiba ini, menjelma menjadi seorang petinju bergaya slugger.


Tidak berhenti hanya sampai di sana, Budi kembali melepaskan serangan. Ia meluncurkan pukulan menyamping yang tepat mengenai wajah Varo. Tapi, naasnya, ia juga harus merelakan dadanya ditusuk oleh sebuah pukulan keras.


Mereka berdua saling bertukar serangan, tapi Budi telah sampai pada kapasitas maksimalnya. Pukulan yang dilepaskan mulai tidak bertenaga, arahnya asal-asalan, dan tidak lagi memiliki tujuan jelas.


Budi hanya asal memukul.


Berbanding terbalik dengan Budi, Alvaro justru terlihat semakin beringas setiap detiknya. Aura pembunuh yang semakin terasa mencekam. Pukulannya selalu tepat mengenai sasaran dan bertenaga kuat.


Atlet taekwondo bisa sampai seperti ini?!


"Hei, cuma segini kemampuanmu? Katanya, kau bisa mengalahkanku? Mana?!" Ia masih terus menyerang. Bukan hanya fisik, tapi Alvaro juga mengincar mental Budi agar anak itu menyerah secepatnya.


Namun, ini semua belum selesai.


Tidak ada pilihan lain!


Budi mundur beberapa langkah ke belakang. Memperteguh topangan kaki dan berputar dalam poros yang sama. Ia bersiap dengan ancang-ancang.


"K-Kau?!"


Kembang taekwondo!


"Dwichagi!" Sebuah tendangan dwichagi tepat mengenai perut lawan.


Alvaro benar-benar tidak menyangka bahwa boneka ini akan menyerang dengan teknik taekwondo. Terlebih lagi, ia baru menyadari bahwa Budi menggunakan sepatu anti licin.


Pantas saja, ia nggak kepleset sama sekali!


"Iya, cuma ini." Ia menyoroti mata Alvaro dengan tatapan tajam. "Cuma ini, hanya dengan ini, aku bisa mengalahkanmu, Bajing*n!"


"Bangs*t!"


Keadaan telah dinetralisir, Budi berhasil keluar dari tekanan lawan. Sekarang, saatnya dia akan menggunakan kombinasi tersebut.


"Calf kick!" Ia melepaskan calf kick dan tepat mengenai sasaran. Tak berhenti hanya sampai di sana, Budi beralih menggunakan tangan kali ini. "Straight!" Ia terus meneriakkan teknik-teknik yang dia gunakan.


Meski serangannya mengenai tubuh Alvaro, tapi nyatanya, musuh terlihat tidak goyah sedikitpun. Tentu, sebulan ini Budi hanya fokus untuk melatih teknik step kombinasi dan bukannya pukulan.

__ADS_1


Siapa yang akan menyangka bahwa Alvaro juga jago boxing?


"Jab!"


"Calf!"


Semua teknik yang dimiliki mulai dikeluarkan satu per satu. Ia benar-benar tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendominasi ini.


Jika tidak bisa menyakitinya, setidaknya jangan biarkan lawan untuk menyerang!


"Apa sih? Daritadi teriak-teriak nggak jelas! Ganggu mulu!" Alvaro menggenggam tangannya dan hendak membalas serangan itu dengan sebuah pukulan. Akhirnya, ia mengganti strateginya dan berubah menjadi menyerang.


Tidak ada pertahanan yang melindungi tubuh Varo saat ini dan sekarang lah saat yang tepat untuk melepaskan itu!


"Kombinasi untuk melawan taekwondo, halaman satu ...."


"Stra–" Budi menemukan celah di wajah, membuatnya memasang ancang-ancang untuk memberi pukulan keras.


Tapi, konsekuensinya adalah, ia juga akan menerima pukulan yang sama. Di atas permukaan kulit pipinya yang mulai tergores ini, apakah Budi benar-benar akan berubah menjadi seorang slugger?


Tentu, bagi seseorang yang ingin tetap hidup, jawabannya tidak!


"Tackle." Bukannya memukul, ia justru menyerang dengan cara sebenarnya.


"Bangs*t! Masih belum nyerah, ya?!" Kedua mata Alvaro membuka lebar, tak menyangka bahwa dia akan mengakhiri serangan itu dengan tackle.


Sama seperti yang ia lakukan saat melawan Reza, fake boxing!


[...]


Jika sudah menangkap hamstring lawan, jangan mundur lagi!


Apa Anda takut akan dipukul jika melakukan itu? Tenang saja! Siapapun tak akan bisa melepaskan tinju ke arah bawah!


Jadi, maju terus saja!


Double leg tackle!


[...]


Be-berhasil?!


Ia berhasil menumbangkan pria muda itu dengan cara yang sama seperti saat itu. Tackle yang dilepaskan memang sangat mulus kali ini.


Sudah dalam posisi seperti ini. Budi tak mau menunggu waktu lebih lama. Ia bersiap dengan tinju menukik. Sekali pukulan saja, berakhir sudah.


Tapi, hanya dalam sekali pukulan.


Jika sudah berhasil melakukan tackle, pastikan bahwa Anda tidak melanjutkan serangan dengan pukulan!


Karena jika musuh Anda adalah seorang pro, maka kecil kemungkinan kita bisa menang. Tidak bisa dalam sekali pukulan, karena dia bisa segera berbalik menyerang.


Lalu, apa yang bisa digunakan untuk menyerang?


Bukankah saya sudah mengajarinya sebelumnya?


Gunakan chokes!


Budi mengulurkan tangannya dan meraih kerah baju Alvaro, lalu mulai mencengkramnya kuat. Ia menempelkan tubuhnya pada tubuh lawan, dengan tujuan agar dia tidak bisa memberontak.


Anak itu kemudian meletakkan tangan satunya di sana, menggantingan tangan yang sebelumnya sudah bergerak lebih dulu.


"Cih! Bangs*t!"


Budi menggerakan kedua tangannya seperti sedang saling berkaitan. Melakukan gerakan seperti memerah dan perlahan mulai mempersempit ruang gerak leher lawan. Ia semakin memperkuat tangannya, menekan lebih keras dan membuat napas lawan tersenggal.


Ia melakukan sama seperti yang dilakukan oleh Raya kepadanya.

__ADS_1


Teknik grappling mematikan dari Jiu-jitsu!


Gi-chokes! (Menekan leher).


Tinggal hitung sampai sepuluh dan tunggu dia pingsan ...


"Hei."


Eh?


"Kau ngapain, sih?" Di luar dugaan, Alvaro justru tersenyum miring.


Meski telah dikenai chokes mematikan semacam itu, ia masih sanggup untuk tertawa?


Bukan! Bukan itu masalahnya!


"Kau hanya mengunci leherku, tapi gimana dengan kakinya?"


Hah?!


Budi menoleh ke belakang. Ia baru menyadari bahwa kakinya tidak mengunci bagian bawah. Laki-laki itu melewatkan bagian terpenting dan paling dasar dalam ilmu chokes!


Sial...


"Kalau gagal dalam sekali percobaan, kau kalah."


Srettt!


Memanfaatkan kelengahan Budi, Alvaro berbalik menyerang. Ia menarik kerah baju boneka kurus itu dan menghempaskannya ke tembok. "Hei, lain kali jangan terlalu percaya diri, ya jadi orang," ucapnya sembari berjongkok di depan Budi yang sedang tidak berdaya, "saking bersemangatnya, kau sampai nggak tau kalo sepatumu lepas."


Ia menunjukkan sepatu putih bagian kanan di depan anak itu. "Yah, walau sepatunya kekecilan, tapi lumayan lah buat dwichagi." Alvaro mengenakan sepatu anti licin milik Budi.


"Oi? Udah belum istirahatnya, ayo lanjutin lagi, Bud!" ajaknya dengan senyuman penuh kepuasan. "Aduh, kau ini kurus banget. Jadi nggak tega buat nendang beneran. Ya udah, kita selesai aja, ya?"


Cih! Bangs*t! Gimana ini?!


Ding!


Eh?


"Oke, tenang aja, Bud. Nanti kau bakal kujadiin pentolan di aliansi SMA Taran Barat dan Timur." Alvaro mengubah kembali posisi tubuhnya dari jongkok menjadi berdiri. Ia berbalik dan hendak berjalan.


Tapi, suara rintihan yang menusuk masuk ke telinganya sukses membuat langkah Alvaro terhenti.


"Belum ...."


Ini belum selesai.


"Belum berakhir. Aku masih bisa berdiri, tuh." Budi memanfaatkan tembok gang untuk membantu menopang berat badannya. Ia bangkit secara perlahan.


Ia mau menyerah. Sejujurnya, tubuhnya telah benar-benar babak belur. Ingin sekali, laki-laki itu berteriak dan memohon ampun pada lawan di depannya.


Namun, sepertinya sistem tidak mengizinkannya untuk menyerah.


Pada saat-saat seperti ini, sistem justru memberikan sebuah bantuan yang sangat amat berarti.


Ding!


[Kemungkinan tersembunyi telah berhasil dipenuhi! Salah satu kemampuan meningkat acak!]


[Kekuatan : A]


Kekuatannya meningkat ke status A!


Gunakan kacang pemulihan.


[Kacang pemulihan digunakan! Stamina Host kembali pulih!]

__ADS_1


"Aku nggak akan gagal kali ini." Budi mengernyitkan kening, "Cara orang baisa melawan seorang taekwondo, halaman satu ...."


~Bersambung~


__ADS_2