Finosya

Finosya
kemoterapi


__ADS_3

hari ini aku dan fino masih berangkat sekolah bersama.


aku duduk ditempat dudukku seperti biasanya, sedangkan fino, fino duduk disamping amelia menunggu lonceng masuk berbunyi, melihat fino tertawa lepas bersama amelia sudah lebih dari cukup buatku.


"sya"fino memanggilku dari meja belakang.


aku hanya menoleh dan menaikkan alisku.


"kan ntar malam, malam minggu nih gimana untuk ngerayain jadian kami kita bertiga pergi dinner bareng"ajak fino.


"sory banget fin tapi gua gak bisa, gua ada urusan"hari ini adalah jadwal kemoterapi Pertama ku.


"yah, kan lo sih nggak asik deh jadinya"fino memelas


"kalian pergi berdua aja toh kan kalian baru jadian"aku berusaha membujuk fino.


"hmm ya udah deh, gua pergi berdua sama lia"

__ADS_1


"gitu dong, anak pintar"aku memberikan senyuman dan mengarah kedua jempol ku kepada fino.


jam pelajaran dimulai, fino hanya fokus dan aku fokus belajar kali ini,


"uhuk, uhuk, uhuk, uhuk"pliese kenapa harus pas lagi belajar begini sih.


fino dengan cekapan memberikan ku air minum, tapi kelihatannya tidak kali ini, aku memegangi mulut ku, dan kurasa tangan ku sudah dipenuhi darah saat ini.


karena sudah tak bisa berbicara sepata kata pun aku keluar dari kelas tanpa meminta izin kepada bu guru.


darah itu sangat banyak, darah menutupi bibirku seperti saat dimana seseorang menggunakan lipstik.


kucuci dengan segera tak peduli dengan fobia darahku lagi. aku menangis menggenggam pahitnya kenyataan,entah sampai kapan aku harus bertahan hidup dengan keadaan seperti ini.


aku menghentikan tangisanku, dan langsung menuju keruang kelas, sesampainya didepan pintu kelas, semua mata anak kelas menyorotiku, aku menuju meja buk guru meminta maaf karena tidak permisi tadi.


setelah meminta maaf aku langsung kembali menuju mejaku. fino menatapku, terpancar kekhawatiran dimatanya.

__ADS_1


"sya, sya lo kenapa ini kok muka lo pucat benget, lo sakit kita ke uks ya, yuk gua antarin"


aku menolak ajakan fino mentah-mentah akhirnya aku dan fino hanya melanjutkan belajar sampai mata pelajaran terkhirpun usai.


fino langsung mengantarku pulang kerumah hari ini melihat kondisiku yang tidak sehat, fino tidak ingin mengajakku pergi kedanau, padahal aku sangat ingin kedanau, setidaknya aku bisa merasakan kedamaian saat berada didanau.


malam ini adalah malam minggu, malam yang biasanya aku dan fino menjalankan rutinitas kami, tapi sayang malam ini sangat jauh berbeda dari itu semua, malam minggu ini adalah malam pertama aku menjalankan kemoterapi.


papa dan mama mendampingi ku saat proses kemo berjalan, sedangkan fino, fino pasti sedang bersenang-senang bersama amelia.


kemoterapi pun dimulai aku yang semulanya tenang sedikit tegang melihat beberapa alat yang kelihatannya lumayan menyakitkan


dokter menyuruhku untuk rileks aku menarik nafasku dalam, saat proses kemo ingin dimulai, kemopun dimulai, beberapa menit proses kemo sudah membuatku sangat-sangat galisah aku tidak suka dengan semua ini, air mataku tak henti keluar dari mataku.


apakah aku harus melakukan hal yang menyakitkan ini hanya untuk bertahan hidup lebih lama, aku lelah dengan semuanya jarum-jarum ini, ruangan ini.


aku ingin hidup seperti dulu tuhan.batinku berteriak hebat, berharap ujian ini cepat kulalui.

__ADS_1


__ADS_2