
pagi ini aku bangun lebih awal dari fino, fino tertidur pulas disampingku dalam posisi duduk. aku membangunkan fino dengan hati-hati, fino pasti lelah karena banyak hal yang ia lakukan kemarin hari.
"fin, fin bangun fin, fin udah pagi"aku memukul pelan pipi Fino.
"hmmm"Fino terlalu lelah tampaknya.
aku membiarkan Fino tertidur, sampai jam 08.00.akhirnya Fino bangun dengan sendirinya.
"hoammmm, morning beb, apa kabar? "fino merenggangkan badannya.
"gua kesemutan"jawabku
"hah sini, gua pijatin"
"nggak usah ntar hilang sendiri kok, sana lo mandi aja"
Fino mandi di kamar mandi, ruanganku, tak lama kemudian datang dua orang suster yang ingin membersihkan badan ku, suster mempersihlakan keluar Fino.
Fino pun keluar.
setelah semuanya selesai akhirnya Fino diperbolehkan masuk.
"Fin hari ini gua ada jadwal kemo, lo jangan kemana-mana ya"pinta ku kepada fino.
"iya lo tenang aja gua gak bakalan kemana-mana kok"
tak lama kemudian, Dokter dan beberapa suster pun masuk kedalam ruangan ku untuk melakukan proses kemoterapi.
dokter mulai mempersiapkan alat untuk kemoterapi, ada banyak jarum yang mereka bawa, fino memplototi jarum-jarum itu.
"banyak banget, lo nggak takut? "
__ADS_1
"dulu gua takut, tapi sekarang gua udah terbiasa"jawabku kepada Fino.
dokter memulai proses kemoterapi, ini kemoterapi ku yang ke -11 kalinya tapi aku masih tetap gemetar.
"seperti biasa ya sya tarik nafas"dokter membimbing ku.
Fino memegang tangan kiriku, aku mentap matanya, kami saling menatap, fino kelihatannya tak kalah khawatir denganku.
"sya lo pasti bisa kita hadapin bersama, lo nggak usah liat kemana-mana ada gua disini"
aku hanya mengangguk, dokter mulai mengoleskan alkohol di kulit dada ku.
aku masih dalam posisi menatap mata fino dan begitupun fino.
"oke tarik nafas, tenang ya"dokter memberikan instruksi.
dokter mulai memasukkan jarum kekulit dadaku.
"sakit ya"tanya fino dengan wajah khawatir nya.
aku hanya mengangguk sambil menangis.
"udah jangan nangis lagi dong, kan udah siap prosesnya, ululu sini peluk fino"
aku memeluk erat tubuh fino.
kami melepas pelukan, tak lama kemudian beberapa suster datang membawakan sarapan untukku, fino mengambil.
"makan ya"fino menyuapiku.
"nggak ah fin, gua mual sumpah"
__ADS_1
aku merasa mual, ntah kenapa.
"makan dulu"fino sedikit memaksa
menyuapiku.
aku menerima suapan fino tapi, aku benar-benar mual.
"uekkk, uekkkk"aku muntah semua makanan yang fino suapi keluar, seketika fino memberikan minuman kepadaku.
fino membereskan makanan yang berserakan di selimutku.
"fin jangan itu kotor!"ucapku sedikit kaget melihat fino dengan santay nya membereskan semuanya.
"udah lo diam aja istirahat"jawab fino sambil membersihkan muntah ku.
"gua keluar sebentar, gua mau minta suster ganti selimut lo"fino keluar dari ruangan menemui.
tak lama kemudian fino masuk bersama seorang suster yang membawakan selimut baru untukku.
"makasih ya sus"ucap fino kepada suster.
suster keluar semua kembali baik.
"trengggg"suara hp fino berdering.
"ya yank, kenapa,ohhh oke, besok aku jemput"fino menutup telponnya.
"siapa? "tanyaku
"itu si lia katanya mau jengukin lo besok pagi, besok pagi gua jemput lia bentar ya"
__ADS_1
aku mengangguk sambil tersenyum kepada fino, tanda setuju.