Finosya

Finosya
finosya


__ADS_3

aku dan fino tidak pernah jauh, bagaimanapun dia mencintai amelia, tapi ia tidak pernah melupakan persahabatan kami.


aku pergi kesekolah bersama supirku, aku mulai terbiasa dengan hal ini.


sesampainya disekolah aku langsung memasuki ruang kelas, tak lama berselang fino dan ameliapun datang.


"hai jelek"sapa fino mengejekku


"hai mpol"aku membalas ejekannya fino duduk disampingku, lalu menanyakan kabar ku.


"sya lo kok sombong amet ya sekarang, gimana rasanya di antar supir? nggak enakkan pastinya lebih enak kalau berangkat sama gua dong"


"nggak kok, b aja malahan lebih enak sama supir, dari pada lo yang suka ngebut"


"boong ya, boong"fino menarik hidungku, tak menghiraukan lia yang memperhatikan kami sejak tadi.


lonceng masukpun berhasil menghentikan candaan fino, sejak lonceng sampai pulang kami tak terlalu banyak berbicara.


"fin gua sama amelia pulang duluan ya! "pamit fino

__ADS_1


"oke"aku memberikan senyuman.


fin kenapa, sekarang rasanya lo mulai menjauh dari gua, kenapa rasanya persahabatan kita nggak seerat dulu, cukup sya hapus fikiran nggak jelas lo ini, sampai kapanpun fino tetap sahabat lo.


tak lama ku menunggu jemputan ku pun datang, aku langsung menuju rumah.


sesampainya dirumah aku langsung menuju kamar, menghempaskan badan lelahku kekasur.


setelah ku ingat-ingat besok ada pr mtk, aku ngerjainnya sekarang aja, aku mencari-cari buku mtk ku, dan aku menemukan sebuah buku, kukira ini adalah buku MTK tapi setelah ku buka, ini adalah buku cerita yang kubuat sendiri.


buku cerita ini adalah, buku cerita yang aku buat saat di sd, ini buku yang menceritakan kisah persahabatanku dan fino, dulu aku dan fino memberi nama buku cerita ini finosya(finofrisya).


aku mengambil buku itu, entah kenapa rasanya aku ingin melanjutkan kisah buku ini, akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan cerita dibuku ini.


hari ini pelajaran seni budaya, sayangnya buk gita tidak bisa masuk karena buk gita sakit, akhirnya kelaspun sangat ribut semua sibuk dengan diri mereka masing-masing.


fino dan amelia bercerita dibangku belakang, sedangkan aku? ini adalah kesempatan ku untuk melanjutkan kisah dibuku itu.


tapi, aku tidak terlalu pandai menggambar, akhirnya aku meminta tolong kepada teman ku yang pandai dalam membuat sketsa gambar dia adalah jagonya.

__ADS_1


namanya Recsy lebih tepatnya Recsy jennifer, dia adalah anak yang pintar, baik, dan sangat lembut dalam berbicara, dan kurasa aku tidak salah memilih orang untuk membuat sketsa cover novel ku.


"hai rec! lagi sibuk nggak? tanya ku kepada recsy yang sedang duduk bersama teman-temannya.Recsy pun langsung berdiri.


"nggak aku nggak sibuk, kenapa sya"?


"aku bisa bicara berdua ama kamu nggak"?


"oh oke"recsy mengikutiku menuju mejaku.


"rec sebanarnya gini, aku mau buat novel, nah kamu tahu kan kalau aku nggak pandai gambar, aku bisa minta tolong kamu nggak? aku minta tolong ya, buatin aku gambar buat sketsa, cover novel aku!"aku memasang wajah memelas ku.


"iya, aku mau kebetulan aku juga lagi nggak ada kerjaan, jadi kamu mau sketsa yang bagaimana? "


"aku mau sketsa cewek yang sedang memandang langit senja, kamu bisa nggak"


"oh oke insyaallah aku bisa kok, and mungkin bakalan selesai 2 hari lagi"


"wah makasih banget ya rec, oke deh dua hari lagi kita bicarakan ini, tapi. tolong jangan bilang siapapun ya!"

__ADS_1


recsy melemparkan senyumannya lalu mengangguk.


semoga novel ini bisa terbit sebelum aku pergi.


__ADS_2