Finosya

Finosya
maafkan aku yang melanggar janji


__ADS_3

hari demi hari kujalani menelan semua kepahitan hidupku.


aku masih mejalani rutinitasku seperti biasanya, kesekolah seperti biasanya, bertemu fino dan teman lainnya disekolah.


hari ini adalah hari rabu pelajaran pertama yaitu ips seperti biasa buk wella memasuki ruangan, lalu memulai pelajaran, kemudian beberapa saat setelah kelas dimulai buk wella meminta izin untuk pergi kekantor karena ada sedikit urusan,pada awalnya aku merasa baik-baik saja, lalu ketenangan ku tiba-tiba terganggu.


entah kenapa aku merasa mual, ingin sekali rasanya aku muntah aku terus menahannya agar aku tak membuat pusat perhatian kelas beralih padaku seperti dulu. tapi akhirnya aku tak dapat lagi menahannya.


"uweek, uhuk, uhuk uwekk"aku langsung keluar dari kelas tanpa menghiraukan apapun lagi, aku langsung menuju toilet.


"wastafel toilet sepertinya memanggilku kali ini, aku hanya terus muntah, ku cuci wajahku, lalu menatap lagi kaca yang sekarang sudah menjadi teman yang tepat untuk membuatku tau kondisiku.


kenapa aku sangat pucat, sepertinya ini efek kemo yang kujalani, setelah tubuhku rasanya mulai membaik akhirnya aku kembali kekelas, sesampainya dikelas aku disambut oleh fino yang berada tepat didepan pintu.

__ADS_1


"ya tuhan sya lo pucat banget lo kenapa sih sya? "tanya fino cemas.


"gua nggak papa fin, gua mungkin muntah karena tadi pagi nggak sempat sarapan"


"nggak pasti, bukan karena itu, lo pucat banget sya sumpah"fino memegang wajahku penuh khawatir.


aku langsung menuju bangkuku, lalu duduk meninggalkan fino yang masih berada di depan pintu. aku masih berusaha bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, recsy, dan beberapa teman lainnya menghampiriku.


"kamu pucat benget sya, serius deh aku"recsy memegang pundakku.


"sya, lo nggak nyembunyiin apapun kan dari gua"fino masih berusaha menggali lebih dalam tentang keadaanku.


"iya fin nggak, kan kita udah janji kalo nggak bakalan ada rahasia-rahasiaan"ucapku meredakan kekhawatiran fino.

__ADS_1


sekolahpun usai.


hari ini rasanya berat sekali, kelihatannya kondisiku semakin hari semakin memburuk, efek kemo sangat terlihat jelas, wajahku mulai pucat, akupun tidak jarang merasa mual, dan lagi berat badanku menurun, padahal aku baru melakukan kemo sebanyak dua kali.


aku tidak ingin efek ini terlihat jelas, aku tidak ingin fino mengetahui penyakit ku secepat ini, aku belum siap untuk semuanya.


berulang kali aku memohon kepada papa untuk menghentikan kemo, tapi papa slalu menolaknya hingga akhirnya aku benar-bentar pasrah dengan tubuhku sendiri, jujur saja aku sangat bosan melakukan semua ini, aku tidak ingin lagi memperburuk sisa hidupku.


aku ingin dalam sisa hidupku ini kuhabiskan bersama, papa, mama, dan fino.


salahnya aku belum berani memberi tahu fino atas penyakit ku, tapi aku yakin jika cepat atau lambat fino bakalan tahu tentang kondisiku ini, terlihat jelas kondisi fisikku sudah sangat mengalami perubahan


aku ingin memberi tahu penyakitku ini kepada fino disaat yang tepat, disaat fino benar-benar sudah bisa membuat amelia menggantikan posisiku barulah aku bisa memberitahu kondisiku yang benar-benar sudah memburuk, kuharap saat itu fino bisa menerima semuanya, dan tidak marah kepadaku kerena telah melanggar janji persahabatan kami.

__ADS_1


maafin gua fin, terkadang beberapa kebohongan harus dilakuin untuk menjaga hati orang yang lo sayang.


__ADS_2